Benny Wenda Buat Papua Rusuh untuk Jadi Bahan di Rapat Komisi HAM PBB

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 05 September 2019 | 13:49 WIB
Benny Wenda Buat Papua Rusuh untuk Jadi Bahan di Rapat Komisi HAM PBB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menjenguk anggota polisi korban pembacokan di Wonokromo Jawa Timur. [Suara.com/Achmad Ali]

Suara.com - Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Tito Karnavian menyebutkan Benny Wenda sengaja membuat kerusuhan Papua dan Papua Barat. Kerusuhan dibuat menjelang rapat Komisi HAM PBB di Jenewa.

Benny Wenda adalah Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Merdeka atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). ULMWP disebut Tito sebagai organisasi yang ikut bertanggung jawab dalam kerusuhan Papua.

Tito juga menyebut tak hanya jelang rapat Komisi HAM PBB, kerusuhan Papua juga sengaja dibuat untuk 'menyambut sidang Umum PBB akhir September ini.

"Jadi mereka sengaja agar bikin rusuh segala macam agar di sana ada suaranya Papua rusuh," kata Tito.

Hal itu dikatakan Tito di Rumah Sakit Bhayangkara, Abepura, Papua, Kamis (5/9/2019).

"Tujuannya itu. Nggak ada yang lain, siapa yang main? Benny Wenda. Titik," jela Tito.

Sebelumnya, Tito juga menyebut dua kelompok sebagai aktor kerusuhan Papua dan Papua Barat. Mereka dari United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP dan Komite National Papua Barat atau KNPB.

Sebelum ULMWP dan KNPB disebut Tito, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut Benny Wenda juga aktor kerusuhan Papua dan Papua Barat.

"United Liberation Movement for West Papua atau Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat, KNPB tanggung jawab atas insiden ini," kata Tito.

Tito juga menyebutkan jika akan mengejar kelompok tersebut dan diadili. KNPB dan ULWMPP juga disebut memproduksi hoaks hingga terjadi kerusuhan Papua.

"Akan saya kejar mereka, mereka juga yang buat produksi hoaks - hoaks itu," kata dia.

Tito juga mengatakan suah menerjunkan tim untuk mengejar mereka. Polri akan menggandeng Komnas HAM untuk mengetahui kronologi dan pangkal kerusuhan.

"Saya sudah turunkan tim dari Mabes Polri, propam kerja sama dengan Komnas HAM agar dapat keterangan betul-betul tentang peristiwa yang terjadi" kata Tito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Bantuan ke Jokowi, Gubernur Data Kerusakan Kerusuhan di Papua Barat

Minta Bantuan ke Jokowi, Gubernur Data Kerusakan Kerusuhan di Papua Barat

News | Kamis, 05 September 2019 | 13:44 WIB

Selain Benny Wenda, Kapolri Sebut ULMWP dan KNPB Biang Kerok Rusuh Papua

Selain Benny Wenda, Kapolri Sebut ULMWP dan KNPB Biang Kerok Rusuh Papua

News | Kamis, 05 September 2019 | 13:43 WIB

Internet Papua Masih Diblokir Hari Ini

Internet Papua Masih Diblokir Hari Ini

News | Kamis, 05 September 2019 | 13:16 WIB

Semua Menteri Jokowi Dilarang Bicara Papua, Kecuali Wiranto

Semua Menteri Jokowi Dilarang Bicara Papua, Kecuali Wiranto

News | Kamis, 05 September 2019 | 13:06 WIB

Video 'Indonesia Bubar' Dikaitkan Papua Merdeka, Merry Riana Klarifikasi

Video 'Indonesia Bubar' Dikaitkan Papua Merdeka, Merry Riana Klarifikasi

News | Kamis, 05 September 2019 | 12:37 WIB

Terkini

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ungkap Orang yang Klaim Bisa Urus Kasus Bea Cukai Ada di Semarang

KPK Ungkap Orang yang Klaim Bisa Urus Kasus Bea Cukai Ada di Semarang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:24 WIB

Soroti Pernyataan Amien Rais, Pigai: Kebebasan Berpendapat Ada Batasnya

Soroti Pernyataan Amien Rais, Pigai: Kebebasan Berpendapat Ada Batasnya

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:12 WIB

Apa Bedanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa? Heboh Anggaran Sepatu Rp700 Ribu Sepasang

Apa Bedanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa? Heboh Anggaran Sepatu Rp700 Ribu Sepasang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:01 WIB