Video 'Indonesia Bubar' Dikaitkan Papua Merdeka, Merry Riana Klarifikasi

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Kamis, 05 September 2019 | 12:37 WIB
Video 'Indonesia Bubar' Dikaitkan Papua Merdeka, Merry Riana Klarifikasi
Gabungan video orasi Papua Merdeka dan video Merry Riana - (Instagram)

Suara.com - Motivator Merry Riana buka suara setelah videonya tentang 'Indonesia Bubar' dihubungkan dengan dukungan agar Papua merdeka.

Di video yang tersebar sejak Senin (2/9/2019) itu, seorang wanita berkacamata tengah meneriakkan orasi di antara warga Papua.

"Merdekalah Papua! Papua!" serunya, yang disahut peserta aksi unjuk rasa dengan teriakan, "Merdeka!"

Setelah itu, rekaman tersebut dilanjutkan dengan potongan video Merry Riana tentang 'Indonesia Bubar'.

Potongan video tersebut menampilkan Merry Riana, mengucapkan kalimat-kalimat bernada pesimis soal perdamaian di Indonesia.

Video Merry Riana - (Instagram/@merryriana)
Video Merry Riana - (Instagram/@merryriana)

Gabungan kedua video itu cukup viral dan menimbulkan kontroversi. Karena itu, Merry Riana segera menyampaikan klarifikasi melalui video di IGTV akunnya pada Selasa (3/9/2019).

Dengan tegas wanita 39 tahun itu menyatakan bahwa "Video Papua rusuh & Indonesia bubar" adalah hoaks.

"Beberapa hari yang lalu telah beredar sebuah video seorang wanita yang sedang berorasi tentang Papua Merdeka yang kemudian dilanjutkan video Merry Riana tentang Indonesia bubar. Lewat video ini saya ingin mengklarifikasi bahwa itu adalah hoax," ujar Merry Riana.

Ia mengatakan bahwa video yang ia unggah pada Juni tersebut diedit dan disalahgunakan untuk mengadu domba bangsa Indonesia.

baca juga
Video Merry Riana - (Instagram/@merryriana)
Video Merry Riana - (Instagram/@merryriana)

Versi asli video tersebut berdurasi 3 menit 48 detik. Di 1 menit 50 detik pertama, Merry Riana, dengan ekspresi wajah yang dingin, menyampaikan bahwa Indonesia akan bubar dan perdamaian di Indonesia tak akan menjadi kenyataan.

Namun, selanjutnya, nuansa hitam putih di video itu berubah menjadi berwarna, begitu juga ekspresi wajah Merry Riana, yang seketika semringah.

Pernyataan yang diucapkan sebelumnya pun ia putar balik, sehingga memiliki makna yang kontras dari pesimisme, diawali dengan kalimat, "Indonesia masih ada harapan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trauma, Korban Kerusuhan Papua akan Diberikan Layanan Psikososial

Trauma, Korban Kerusuhan Papua akan Diberikan Layanan Psikososial

News | Kamis, 05 September 2019 | 10:46 WIB

Kemensos Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santunan Korban Kerusuhan Papua

Kemensos Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santunan Korban Kerusuhan Papua

News | Kamis, 05 September 2019 | 10:33 WIB

Kemensos Terjunkan Tim untuk Siapkan Bantuan bagi Korban Kerusuhan Papua

Kemensos Terjunkan Tim untuk Siapkan Bantuan bagi Korban Kerusuhan Papua

News | Kamis, 05 September 2019 | 07:44 WIB

Penetapan Tersangka Veronica Koman dan 4 Berita Kerusuhan Papua Lainnya

Penetapan Tersangka Veronica Koman dan 4 Berita Kerusuhan Papua Lainnya

News | Kamis, 05 September 2019 | 07:10 WIB

Veronica Koman Jadi Tersangka, Amnesty International Minta Kasusnya Dicabut

Veronica Koman Jadi Tersangka, Amnesty International Minta Kasusnya Dicabut

News | Kamis, 05 September 2019 | 07:30 WIB

Terkini

5 Perbedaan Jam Tangan Quartz dan Automatic, Baiknya Pilih yang Mana?

5 Perbedaan Jam Tangan Quartz dan Automatic, Baiknya Pilih yang Mana?

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 17:43 WIB

Sirene di Tepi Kali: Ketika Warga Pondok Labu Ciptakan Alat Pendeteksi Banjir Sendiri

Sirene di Tepi Kali: Ketika Warga Pondok Labu Ciptakan Alat Pendeteksi Banjir Sendiri

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:40 WIB

OTT Bupati Lombok Barat, KPK Bawa 7 Orang ke Jakarta

OTT Bupati Lombok Barat, KPK Bawa 7 Orang ke Jakarta

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:37 WIB

7 Parfum dengan Aroma Floral yang Cocok untuk Acara Formal: Produk Lokal hingga High End

7 Parfum dengan Aroma Floral yang Cocok untuk Acara Formal: Produk Lokal hingga High End

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 17:35 WIB

Peraperadioan Ditolak, Roy Suryo Tetap Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi

Peraperadioan Ditolak, Roy Suryo Tetap Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 17:34 WIB

Antrean Mobile JKN Semrawut hingga Obat Kosong, Komnas HAM Beri Nilai 67,1 untuk BPJS

Antrean Mobile JKN Semrawut hingga Obat Kosong, Komnas HAM Beri Nilai 67,1 untuk BPJS

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:29 WIB

4 Produk Skincare Nacific untuk Samarkan Noda Hitam dan Mencerahkan Wajah Kusam

4 Produk Skincare Nacific untuk Samarkan Noda Hitam dan Mencerahkan Wajah Kusam

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 17:28 WIB

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:27 WIB

Kegaduhan di Kementerian PU Dinilai Bisa Berujung Lengsernya Dody Hanggodo

Kegaduhan di Kementerian PU Dinilai Bisa Berujung Lengsernya Dody Hanggodo

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 17:22 WIB

Praperadilan Raudi Akmal Dimulai, Ampuh Pertanyakan Dua Alat Bukti Penetapan Tersangka

Praperadilan Raudi Akmal Dimulai, Ampuh Pertanyakan Dua Alat Bukti Penetapan Tersangka

Jogja | Senin, 20 Juli 2026 | 17:20 WIB

×