Menteri Retno soal Seruan Referendum Papua: Red Line Bagi Kita Semua

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Kamis, 05 September 2019 | 17:00 WIB
Menteri Retno soal Seruan Referendum Papua: Red Line Bagi Kita Semua
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam rapat kerja antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Badan Intelejen Negara dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019). (Suara.com/Tio).

Suara.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut seruan referendum atau memerdekakan diri dalam demontrasi antirasial yang berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat merupakan ancaman atau red line bagi kedaulatan Indonesia.

Hal itu disampaikan Retno dalam rapat kerja antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Badan Intelejen Negara dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019) siang ini.

"Izinkan kami menekankan bahwa Papua dan Papua barat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari nergara kesatuan Republik Indonesia, sehingga kalau ada hal yang terkait dengan upaya pemisahan atau call for referendum maka sudah merupakan red line, red line bagi kita semua," kata Retno.

Maka dari itu, ketika aksi unjuk rasa antirasial berubah menjadi aksi seruan referendum di Papua dan Papua Barat terjadi sejak 19 Agustus 2019, Menteri Retno langsung mengumpulkan diplomat asing pada 1 September 2019 di Jakarta untuk menjaga kedaulatan NKRI.

"Para diplomat Indonesia memiliki pemahaman yang sama bahwa kami tidak akan mundur satu sentimeter pun untuk pemagaran kami terhadap NKRI dan saya yakin perjuangan ini akan didukung oleh semua rakyat Indonesia," ucapnya.

Selain Retno, rapat kerja dengan Komisi I DPR ini dihadiri langsung oleh Menhan Ryamizard Ryacudu, Menkominfo Rudiantara, dan dua orang perwakilan dari Kepala Badan Intelejen Negara.

Agenda rapat kerja kali ini adalah penjelasan dari kementerian terhadap strategi penanganan kasus Papua dan Papua Barat seperti pembatasan internet hingga pembatasan kunjungan warga negara asing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD Sebut Referendum Papua Mustahil, Ini Pasalnya

Mahfud MD Sebut Referendum Papua Mustahil, Ini Pasalnya

News | Rabu, 04 September 2019 | 10:49 WIB

Benny Wenda Membalas Wiranto: Solusi Dua Negara, Referendum untuk Papua

Benny Wenda Membalas Wiranto: Solusi Dua Negara, Referendum untuk Papua

wawancara | Selasa, 03 September 2019 | 07:15 WIB

Aksi Damai Tolak Referendum Papua

Aksi Damai Tolak Referendum Papua

Foto | Senin, 02 September 2019 | 19:04 WIB

Mahfud MD: Tidak Boleh Ada Referendum di Papua

Mahfud MD: Tidak Boleh Ada Referendum di Papua

News | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 13:16 WIB

Pemerintah Tidak Buka Opsi Referendum untuk Papua, Wiranto: NKRI Harga Mati

Pemerintah Tidak Buka Opsi Referendum untuk Papua, Wiranto: NKRI Harga Mati

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 22:18 WIB

Desakan Referendum Papua, Istana: Dari Isu Rasis ke Separatis Tak Nyambung

Desakan Referendum Papua, Istana: Dari Isu Rasis ke Separatis Tak Nyambung

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 18:34 WIB

Terkini

Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang

Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 16:37 WIB

Apa Perbedaan Kulkas Inverter vs Non Inverter Hemat Listrik?

Apa Perbedaan Kulkas Inverter vs Non Inverter Hemat Listrik?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 16:35 WIB

Geger Kabar Jenderal Ditangkap dan Diperiksa Propam, Mabes Polri Gelar Konferensi Pers Malam Ini!

Geger Kabar Jenderal Ditangkap dan Diperiksa Propam, Mabes Polri Gelar Konferensi Pers Malam Ini!

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:33 WIB

Transportasi Publik Sudah Menjangkau 92,5 Persen Wilayah, Jakarta Kejar Target Kota Global 2045

Transportasi Publik Sudah Menjangkau 92,5 Persen Wilayah, Jakarta Kejar Target Kota Global 2045

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:31 WIB

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:30 WIB

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:25 WIB

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Video | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:19 WIB

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:18 WIB

×