Bawa Spanduk NKRI Harga Mati, Pejalan Kaki Sabang Merauke Kakinya Bengkak

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 06 September 2019 | 19:02 WIB
Bawa Spanduk NKRI Harga Mati, Pejalan Kaki Sabang Merauke Kakinya Bengkak
Pejalan kaki dari Sabang-Merauke, Watimin, melintas di Jalan Inspeksi Kalimalang, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019). Watimin sudah setahun berjalan kaki dari Aceh dan direncanakan finis di Papua. (ANTARA/Andi Firdaus)

Suara.com - Watimin (36), pejalan kaki dari Sabang sampai Merauke mengalami pembengkakan pada bagian betis kiri yang dialami sejak Selasa (3/9/2019) lalu. Watimin mulai merasakan nyeri saat di Bogor, Jawa Barat.

"Agak nyeri sih. Kejadiannya waktu saya istirahat di Bogor," kata Witan saat ditemui di Jalan Irigasi Kalimalang, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019) sore.

Ia mengaku sudah berjalan kaki dari Masjid Agung Aceh sekitar satu tahun. Tetapi Watimin tidak mengetahui penyebab pembengkakan pada betis.

Kondisi itu ia sadari saat kembali menempuh perjalanan mengarah ke Bekasi, Jawa Barat.

"Tiba-tiba bengkak aja," katanya.

Selama perjalannya, pria warga Cilacap, Jawa Tengah, itu berjumpa dengan relawan dari komunitas Indonesia Escorting Ambulance (IEA) yang memberikan perawatan terhadap kaki Watimin.

Salah satu relawan IEA yang turut mendampingi Watimin berjalan kaki adalah Reza.

"Pembengkakan kaki Watimin kelihatannya disebabkan oleh gigitan serangga. Tapi jenisnya belum tahu apa," kata Reza.

Penanganan medis dilakukan pihaknya dengan memberikan semprotan penghilang rasa nyeri serta membalut betis kaki kiri Watimin menggunakan perban putih.

Reza menuturkan, sepanjang perjalanan melintasi Bogor hingga Jakarta pria yang berprofesi sebagai petani itu berulang kali mengeluhkan rasa sakit di betis.

"Setiap dia merasa kesakitan, saya selalu semprotkan cairan penghilang nyeri ini," katanya.

Watimin memilih berjalan kaki dari Aceh menuju Papua sebagai visualisasi aksi mengampanyekan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan berbekal izin dari sejumlah instansi terkait dan mendapat surat keterangan sehat dari tim medis, Watimin berjalan kaki sejak setahun lalu dengan membawa spanduk bertuliskan "Pancasila, NKRI Harga Mati" yang terikat di tas ransel berwarna hijau.

Watimin menempuh perjalanan menggunakan sendal jepit karet warna hitam sambil memanggul bendera Merah Putih yang terikat di bagian ujung bambu.

"Saya mengarah ke Surabaya," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koalisi Pejalan Kaki Bantah Anies: Putusan MA Bukan Hanya untuk Tanah Abang

Koalisi Pejalan Kaki Bantah Anies: Putusan MA Bukan Hanya untuk Tanah Abang

News | Kamis, 05 September 2019 | 11:34 WIB

Galian kabel di Matraman Ganggu Pejalan Kaki

Galian kabel di Matraman Ganggu Pejalan Kaki

Foto | Selasa, 03 September 2019 | 17:00 WIB

Koalisi Pejalan Kaki Pertanyakan Payung Hukum Izin PKL Dagang di Trotoar

Koalisi Pejalan Kaki Pertanyakan Payung Hukum Izin PKL Dagang di Trotoar

News | Rabu, 28 Agustus 2019 | 17:29 WIB

Terkini

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

×