alexametrics

Perluasan Ganjil Genap Berlaku di Jakarta, Polisi Mau Disogok

Pebriansyah Ariefana
Perluasan Ganjil Genap Berlaku di Jakarta, Polisi Mau Disogok
Hari pertama perluasan ganjil genap di Jakarta, Senin (9/9/2019). (Suara.com/Angga Budhiyanto)

Mobil dengan nomor polisi Jakarta itu dihentikan petugas pada pukul 09.30 WIB.

Suara.com - Seorang polisi mau disogok oleh warga yang melanggar ganjil genap di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019) pagi. Polisi lalu lintas itu ingin tilang pengendara.

Mobil dengan nomor polisi Jakarta itu dihentikan petugas pada pukul 09.30 WIB.

Ketika ditanya apakah pelanggar mengetahui kesalahannya, penumpang mobil tersebut malah menjawab, "Saya tahu, damai saja lah ya Pak."

Lalu dia menyodorkan uang dengan pecahan Rp 50.000 kepada petugas.

Baca Juga: Nah, Perempuan Pelanggar Ganjil Genap Coba Suap Polisi di Gunung Sahari

"Jangan Bu ya, nanti bayar untuk negara saja. Ambil di kejaksaan tanggal 20 ya, jangan kasih saya karena itu bukan hak saya. Nanti ibu masuk penjara," kata petugas kepada penumpang sembari mengambil STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang dipegang oleh pengendara.

Setelah pemberian surat tilang selesai, petugas mempersilahkan mobil untuk melaju menuju tujuannya.

Polisi yang bertugas di wilayah Gunung Sahari Raya merupakan petugas dari Kepolisian Sektor Metro Kemayoran.

"Ada 9 penindakan hari ini untuk pelanggar aturan Ganjil- Genap yang melintasi jalan ini (Gunung Sahari Raya)," kata Kanitlantas Polsektro Kemayoran Iptu Dodi Ambara saat ditemui di lokasi, Senin siang.

Pelanggaran aturan akan dikenakan sanksi maksimal Rp 500.000. (Antara)

Baca Juga: Ekspresi Kecewa Pelanggar Perluasan Ganjil Genap di Jakarta

Komentar