Bongkar Makam Bocah di Bogor, Polisi Ungkap Kasus Sodomi

Reza Gunadha

Senin, 09 September 2019 | 16:29 WIB
Bongkar Makam Bocah di Bogor, Polisi Ungkap Kasus Sodomi
Polres Bogor mengungkap kasus sodomi terhadap anak di bawah umur berinisial MM (12) di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kasus tersebut baru terungkap setelah posisi menggali kuburan korban untuk diotopsi. [Suara.com/Rambiga]

Suara.com - Polres Bogor mengungkap kasus sodomi terhadap anak berinisial MM (12) di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kasus tersebut baru terungkap setelah posisi menggali kuburan korban untuk diautopsi.

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky mengatakan, kasus sodomi itu berawal saat korban pamit mengikuti Istigasah pada 3 Agustus 2019.

Namun, korban tak kunjung pulang ke rumah hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia keesokan harinya.

"Korban ditemukan meninggal di sawah samping rumah warga dengan luka jeratan di leher juga gigitan di tangan dan kaki," kata Dicky, Senin (9/9/2019).

Kemudian, jasad korban langsung dibawa oleh pihak keluarganya untuk dimakamkan. Dua hari kemudian, anggota Babinkamtibmas setempat mendapat laporan ada salah satu warga yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar.

"Kemudian dilaporkan ke Unit Reskrim Babakan Madang dan langsung memeriksa tempat kejadian perkara juga mencari saksi-saksi," tambahnya.

Karena terdapat kejanggalan dengan kematiannya, polisi meminta izin kepada pihak keluarga untuk membongkar makam korban agar dilakukan autopsi. Akan tetapi, keluarga menolak permintaan tersebut.

"Lima hari kemudian keluarga korban melaporkan kejadian itu ke polisi dan bersedia dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian," ucap Dicky.

Akhirnya, polisi membongkar makam korban untuk dilakukan autopsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, MM diduga kuat menjadi korban pembunuhan yang disertai dengan kekerasan seksual dari luka di tubuhnya.

baca juga

"Setelah penyelidikan mengarah kepada pelaku dan akhirnya berhasil ditangkap berinisial J (35) di daerah Garut. Pelaku ini masih tetangga korban," jelas Dicky.

Kronologi Pembunuhan

Kapolsek Babakan Madang Ajun Komisarir Silfia Sukma Rosa mengatakan, pelaku J mengakui sudah tiga kali menyodomi korban dengan mengiming-imingi sejumlah uang.

Namun, saat aksi terakhirnya, pelaku tidak memiliki uang sehingga korban mengancam melaporkan perbuatannya kepada orang tuanya.

"Jadi ketika korban pergi istigosah bertemu dengan pelaku di jalan kemudia diajak ke persawahan sambil diimingi uang Rp 20 ribu. Ketika sudah disodomi, pelaku ternyata tidak punya uang, lalu korban ancam mau melapor ke orangtuanya," beber Silfia.

Setelah terlibat cekcok mulut, korban berusaha kabur dan dikejar oleh pelaku yang panik. Nahas, korban berhasil ditangkap pelaku kemudian lehernya dijerat dengan kain sarung serta digigit di bagian tangan dan kaki hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Korban sempat melawan sampai pelaku menggigit tangan dan kaki korban lalu menjerat lehernya dengan sarung hingga meninggal," tambah Silfia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 30 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain seperti termuat dalam Pasal 338 KUHP.

"Kami juga amankan beberapa barang bukti kain sarung dan baju miilik korban. Keterangan sementara, baru MM ini yang menjadi korban sodominya. Tapi kita masih terus gali keterangan pelaku," katanya.

Kontributor : Rambiga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Hasil Pertemuan 22 Kepala Daerah se-Indonesia di Kota Bogor

Ini Hasil Pertemuan 22 Kepala Daerah se-Indonesia di Kota Bogor

Jabar | Senin, 09 September 2019 | 14:43 WIB

5 Berita Kesehatan: Viral Perawat RSUD Bogor, Terapi Kanker Ria Irawan

5 Berita Kesehatan: Viral Perawat RSUD Bogor, Terapi Kanker Ria Irawan

Health | Minggu, 08 September 2019 | 20:04 WIB

Cari Solusi Selain One Way, Polisi Bakal Uji Coba Rekayasa Lalin di Puncak

Cari Solusi Selain One Way, Polisi Bakal Uji Coba Rekayasa Lalin di Puncak

Jabar | Minggu, 08 September 2019 | 16:33 WIB

Wanita di Bogor Diselingkuhi hingga Alami KDRT, Kini Suami Jadi Buron

Wanita di Bogor Diselingkuhi hingga Alami KDRT, Kini Suami Jadi Buron

News | Minggu, 08 September 2019 | 11:41 WIB

Cocok untuk Liburan Keluarga, Ini 5 Potret Hijaunya Kebun Raya Cibodas

Cocok untuk Liburan Keluarga, Ini 5 Potret Hijaunya Kebun Raya Cibodas

Lifestyle | Sabtu, 07 September 2019 | 12:15 WIB

Pemotor di Puncak Jadi Korban Bengkel Nakal, Tekor Hampir Rp 400 Ribu

Pemotor di Puncak Jadi Korban Bengkel Nakal, Tekor Hampir Rp 400 Ribu

Otomotif | Kamis, 05 September 2019 | 14:03 WIB

Terkini

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli  Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

Video | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Ijazah atau Skill? Memaknai Ulang Kemerdekaan Pendidikan bagi Gen Z

Ijazah atau Skill? Memaknai Ulang Kemerdekaan Pendidikan bagi Gen Z

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:56 WIB

Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang

Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang

Lampung | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:56 WIB

Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini

Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris

Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:44 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa

Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:42 WIB

×