Ramai Kampanye #SawitBaik di Tengah Kabut Asap Karhutla, Kominfo Dihujat

Reza Gunadha, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Selasa, 17 September 2019 | 15:15 WIB
Ramai Kampanye #SawitBaik di Tengah Kabut Asap Karhutla, Kominfo Dihujat
Pengendara melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (15/9/2019). Kota Palangka Raya kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah sehingga menimbulkan aroma yang menyengat dan menggangu aktivitas warga. ANTARA FOTO/Rendhik Andika/hma/pd.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tengah menjadi bulan-bulanan para pengguna Twitter Indonesia.

Di tengah panasnya situasi terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan, malah muncul akun bernama @SawitBaikID.

Akun yang dibuat pada September itu diluncurkan untuk menggaungkan kampanye nasional #SawitBaik, yang sempat masuk daftar topik paling banyak dibicarakan di Twitter.

Menurut keterangan di profilnya, kampanye tersebut diinisiasi Kemkominfo dan didukung Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Tujuannya, "untuk memberikan informasi secara utuh tentang kelapa sawit."

"Gerakan Nasional ini menciptakan dukungan publik di medsos, menjawab berbagai isu negatif terhadap sawit, menyebarluaskan berbagai hal positif dari sawit, menumbuhkan kecintaan terhadap produk sawit, dan terwujudnya partisipasi aktif masyarakat dalam kampanye ini #SawitBaik," bunyi salah satu cuitan @SawitBaikID, Senin (16/9/2019).

Akun kampanye #SawitBaik - (Twitter/@SawitBaikID)
Akun kampanye #SawitBaik - (Twitter/@SawitBaikID)

Bahkan, telah diadakan acara Influencer Meeting untuk kampanye tagar Sawit Baik itu.

Warganet lantas menghujat Kemkominfo lantaran kampanyenya dinilai sangat tidak tepat karena perkebunannya berdampak buruk terhadap lingkungan, misalnya deforestasi.

Apalagi, hingga saat ini sudah cukup lama penduduk Sumatra dan Kalimantan harus bertahan hidup di tengah kepungan kabut asap tebal.

@trendingtopiq: Problem: hutan kebakaran.
Solusi: Kominfo bikin kampanye sawit baik.

@elisa_jkt: Doh @kemkominfo enggak bisa milih bulan lain apa untuk peluncuran #SawitBaik? Kalau kebakaran hutannya karena pembukaan lahan sawit baru, gimana coba? Pakai akun giveaway segala pula

@ismailfahmi: Sekarang bukan saat yang tepat, malah saat yang buruk buat kampanye sawit. Lagi berduka karena kebakaran, yang biasanya dijadikan lahan sawit. Kontraproduktif. Kedua, "never ever" pakai give away dan bot. Sangat kontraproduktif. Kalau bulan ini main, baiknya di level internasional.

@8282Nam: So disgusted to read this #SawitBaik campaign. Thousand of people are affected by the forest fire, and y'all have the gut to actually make this whole campaign at this exact moment. Go get some sense. And the fact that Kominfo is the one spreading this campaign makes me laugh.

(Jijik baca kampanye #SawitBaik. Ketika ribuan orang terkena dampak kebakaran hutan, kalian malah berani-beraninya membuat kampanye ini tepat di waktu seperti ini. Yang masuk akal, dong. Dan aku ketawa ketika tahu bahwa yang menyebarkan kampanye ini adalah Kominfo -red)

@Limsuandii: Tolong yang muncul di beranda #Sawitbaik kalian belum tahu rasanya tinggal di wilayah yang ada perusahaan sawit. Hidup hanya dalam halu, jalan rusak oleh truk saja mereka kadang enggak mau perbaiki. Ah enggak akan tahu kalian realitas kehidupan masyarakatnya.

Mereka beramai-ramai mencoba melaporkan akun @SawitBaikID, tetapi rupanya gagal.

Namun, menurut pantauan SUARA.com, Selasa (17/9/2019), akun @SawitBaikID tampak seperti baru dipulihkan dari penangguhan.

Hal itu terlihat dari jumlah cuitan dan pengikut yang berbeda dari aslinya, menunjukkan bahwa integritas data akun Twitter itu korup alias rusak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendes Perbolehkan Gunakan Dana Desa untuk Tangani Karhutla

Mendes Perbolehkan Gunakan Dana Desa untuk Tangani Karhutla

Jogja | Selasa, 17 September 2019 | 14:36 WIB

Ekspresi dan Gaya Jokowi di Tengah Asap dan Lahan Kebakaran

Ekspresi dan Gaya Jokowi di Tengah Asap dan Lahan Kebakaran

News | Selasa, 17 September 2019 | 13:59 WIB

Mendagri Minta Pemda Anggarkan Dana Tak Terduga untuk Kebakaran Hutan

Mendagri Minta Pemda Anggarkan Dana Tak Terduga untuk Kebakaran Hutan

News | Selasa, 17 September 2019 | 13:36 WIB

Uya Kuya Angkat Bicara Soal Kebakaran Hutan

Uya Kuya Angkat Bicara Soal Kebakaran Hutan

Entertainment | Selasa, 17 September 2019 | 12:49 WIB

Jokowi Minta Doa, Hujan Buatan di Sumatera dan Kalimantan Turun Hari Ini

Jokowi Minta Doa, Hujan Buatan di Sumatera dan Kalimantan Turun Hari Ini

News | Selasa, 17 September 2019 | 10:46 WIB

Terkini

Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda

Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:34 WIB

PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B

PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:33 WIB

Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni

Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:30 WIB

Misteri Kakek 75 Tahun Tewas Tergantung di Taman Pramuka, Barang Berharga Masih Utuh

Misteri Kakek 75 Tahun Tewas Tergantung di Taman Pramuka, Barang Berharga Masih Utuh

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:27 WIB

Mencekam! Eksekusi Hotel Sultan Berujung Hujan Batu, 119 Orang Digelandang Polisi

Mencekam! Eksekusi Hotel Sultan Berujung Hujan Batu, 119 Orang Digelandang Polisi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:23 WIB

Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal

Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:23 WIB

Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Kemensos Hadapi Krisis Tenaga Pendidik

Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Kemensos Hadapi Krisis Tenaga Pendidik

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:16 WIB

Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:09 WIB

AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina

AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:07 WIB

PKB Sentil PDIP, Minta Sikap Politik Tegas Tak Abu-abu:  Kalau Oposisi Ya Oposisi

PKB Sentil PDIP, Minta Sikap Politik Tegas Tak Abu-abu: Kalau Oposisi Ya Oposisi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:04 WIB