Kemnaker : Pelatihan Vokasi Jadi Kunci Peningkatan Kualitas SDM

Fabiola Febrinastri

Selasa, 24 September 2019 | 15:00 WIB
Kemnaker : Pelatihan Vokasi Jadi Kunci Peningkatan Kualitas SDM
Staf Ahli Kemnaker Bidang Ekonomi dan SDM, Aris Wahyudi, dalam diskusi ketenagakerjaan bertema "Menyongsong Revolusi Industri 4.0, Melalui Pelatihan Vokasi : Perkuat Daya Saing Sumber Daya Manusia", di Ruang Tripartit Kemenaker, Senin (23/9/2019). (Dok : Kemnaker)

Suara.com - Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu beradaptasi, berdaya saing dan bertahan di tengah perubahan dunia kerja. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) adalah dengan pelatihan vokasi.

Untuk meningkatkan kualitas program vokasi, selain berbagai kebijakan dan program Kemnaker, perlu implementasi program 3R, yakni reorientasi, revitalisasi dan re-branding Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah.

"Re-orientasi merupakan upaya untuk meninjau kejuruan atau pelatihan  yang dibutuhkan saat ini dan yang tidak dibutuhkan, sesuai dengan kebutuhan industri masa kini. Revitalisasi dibutuhkan untuk meningkatkan instruktur pelatihan dan metode pelatihan yang digunakan. Re-branding diperlukan bukan hanya sebagai polesan, tapi juga mengubah persepsi bahwa pelatihan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan, " kata Staf Ahli Kemnaker Bidang Ekonomi dan SDM, Aris Wahyudi, usai mengikuti diskusi ketenagakerjaan bertema "Menyongsong Revolusi Industri 4.0, Melalui Pelatihan Vokasi : Perkuat Daya Saing Sumber Daya Manusia", di Ruang Tripartit Kemenaker, Senin (23/9/2019).

Dirjen Binalattas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono mengakui, perlu kolaborasi antar-instansi pemerintah, pemerintah dan swasta maupun stakeholder (pemangku kepentingan) lainnya, dalam pelatihan vokasi untuk meningkatkan daya saing menyongsong era digitalisasi Revolusi Industri 4.0. Kolaborasi antar pemerintah dan pemerintah-swasta tersebut selain untuk menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang adaptif, yang juga sejalan arahan Presiden Joko Widodo untuk memprioritaskan pembangunan SDM.

"Salah satu bentuk kolaborasi tersebut, pemerintah (Kemenaker), akademisi (UGM), dan asosiasi industri (Kadin dan Apindo) telah berinisiatif membentuk Komite Pelatihan Vokasi Nasional (KPVN) pada tahun 2017 untuk memperkuat sistem vokasi, " katanya.

Bambang menambahkan, Kemnaker tidak bisa bekerja sendiri untuk mengembangkan SDM, terkait bonus demografi. Meski memiliki strategi pelatihan vokasi yakni penguatan mutu dan akses pelatihan, tapi Kemnaker tetap membutuhkan penyesuaian program-program pelatihan dengan kebutuhan yang akan datang.

"Kita bersinergi dengan industri, karena yang paling tahu kebutuhan tenaga kerja di industri adalah mereka. Makanya kita membentuk KPVN untuk menyiapkan peta jalan sistem pelatihan vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja, " katanya, seraya menyebut KPVN berperan strategis untuk mendorong peningkatan mutu SDM, peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi melalui beberapa program.

Bambang juga menjelaskan, grand design pelatihan vokasi nasional sudah ada sejak tahun lalu dan sudah 90 persen, serta akan menjadi dasar pelatihan vokasi di Indonesia.

"Dalam waktu dekat akan segera diinformasikan kepada semua pihak bahwa Kemnaker akan menjadi koordinator pelatihan vokasi nasional," ungkapnya.

baca juga

Kolaborasi Jadi Kunci Sistem Vokasi
Hal senada dinyatakan oleh Wakil Ketum Kadin Indonesia, Anton J Supit. Menghadapi pasar kerja semakin dinamis dalam era Revolusi Industri 4.0 saat ini, kolaborasi menjadi kunci dalam menyiapkan sistem vokasi yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pasar kerja.

"Inti RI 4.0 adalah kolaborasi antara pemerintah dengan pengusaha, mesin dengan manusia, apalagi (kolaborasi) sesama pemerintah pusat, " katanya.

Anton menilai, Malaysia maju dalam SDM, karena koordinasi pembangunan SDM dipimpin oleh Mahatir Mohammad. Negeri Jiran itu membutuhkan waktu 8 tahun untuk mendirikan sejenis Komite Vokasi Nasional.

"Di Malaysia jelas pembagian tugas, ada enam kementerian terlibat. Kementerian Pendidikan, Kementerian Tenaga Kerja (SDM), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan. Bicara pelatihan, leading sector Kementerian SDM (tenaga kerja), bicara pendidikan, leading sector (Kemendikbud), " katanya.

Anton berpendapat, pelatihan vokasi membutuhkan dukungan industri-industri di Tanah Air. Kemenperin mestinya memberikan informasi jobs apa saja yang perlu dilatih oleh Kemnaker dan pekerjaan-pekerjaan apa saja yang masuk kurikulum di dalam SMK, dalam hal ini Kemendikbud.

"Kita harapkan kordinasi ini berjalan efektif dan cepat. Waktunya singkat, karena bonus demografi 2030 - 2035, kita sudah fase menurun. Sudah mendesak. Kita contoh kordinasi seperti di Malaysia, " ujarnya.

Sementara itu, Direktur UNI Global Union Asia Pasifik, Kun Wardhana Abyoto mengatakan, saat ini, masih ada beberapa pekerja yang belum sadar atas kesiapannya menghadapi RI 4.0. Di sisi lain, masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan peranannya oleh serikat pekerja itu sendiri.

"Untuk bisa memanfaatkannya tersebut, kunci keberhasilannya yakni dengan mengoptimalkan dialog sosial dan kolaborasi berupa kemitraan, " kata anggota KPVN itu

Kun mengungkapkan, ada tiga tantangan yang dihadapi serikat pekerja dalam menghadapi transformasi ketenagakerjaan. Pertama awareness ; kurangnya tingkat kesadaran serikat pekerja akan dampak dari adanya IR 4.0 terhadap keberlangsungan pekerjaan dan pelatihan vokasi. Kedua, fokus; masih minimnya kesadaran atas pentingnya peningkatan skill yang dimiliki bagi serikat pekerja.

"Ketiga, fragmentasi, masih belum adanya common goals/tujuan bersama satu sama lain terkait pembangunan SDM, " ujar anggota Dewan Pakar Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menaker Dorong Polteknaker Perkuat Kerja Sama dengan Industri

Menaker Dorong Polteknaker Perkuat Kerja Sama dengan Industri

News | Selasa, 24 September 2019 | 10:41 WIB

Kemnaker Raih Penghargaan Terbaik II JDIHN Award 2019

Kemnaker Raih Penghargaan Terbaik II JDIHN Award 2019

News | Senin, 23 September 2019 | 10:53 WIB

Wagub Jabar Harap  SDM dari STP Mampu Jadikan Jabar sebagai Provinsi Wisata

Wagub Jabar Harap SDM dari STP Mampu Jadikan Jabar sebagai Provinsi Wisata

Lifestyle | Selasa, 17 September 2019 | 09:02 WIB

Tingkatkan Profesionalisme, Pemerintah Tetapkan Jabatan Pengawas Alsintan

Tingkatkan Profesionalisme, Pemerintah Tetapkan Jabatan Pengawas Alsintan

Bisnis | Senin, 09 September 2019 | 09:01 WIB

Kena PHK, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dapat Pelatihan Kerja

Kena PHK, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dapat Pelatihan Kerja

Bisnis | Kamis, 05 September 2019 | 11:21 WIB

Pendapatan Petani di Kabupaten Bandung Meningkat karena Bantuan Irigasi

Pendapatan Petani di Kabupaten Bandung Meningkat karena Bantuan Irigasi

Bisnis | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 11:03 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×