Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Pendapatan Petani di Kabupaten Bandung Meningkat karena Bantuan Irigasi

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 11:03 WIB
Pendapatan Petani di Kabupaten Bandung Meningkat karena Bantuan Irigasi
Sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berpotensi mengalami kekeringan ekstrem pada dasarian II Juli 2019. (Dok : Kementan)

Suara.com - Faktor sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), dan ekonomi menjadi tantanga tersendiri di pedesaan. Sebagian besar dari mereka adalah petani dan buruh yang harus memenuhi kehidupan keluarga mereka.

Walau demikian, keterampilan buruh dan petani sangat minim. Desa Panenjoan Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, misalnya, dimana para petani dari kelompok tani UPJA Mekar Wangi hanya mampu menanam padi sekali setahun.

Lahan mereka adalah sawah tadah hujan dan tidak memiliki saluran irigasi, sehingga petani hanya mengandalkan air hujan. Hal ini menyebabkan tingkat kesejahteraan petani di Desa Panenjoan sangat rendah.

Namun setelah adanya bantuan pemerintah dari Ditjen PSP berupa pengembangan irigasi perpompaan , Poktan UPJA Mekar Wangi, saat ini mengalami kenaikan Indeks Pertanaman (IP). JIka awalnya suma  100, sekarang bertambah menjadi 200, bahkan 300. 

"Kita berharap, bantuan irigasi ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga petani bisa menanam dengan tenang, dengan hasil maksimal juga," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Sebelumnya, bantuan perpompaan poktan hanya bisa menanam 25 - 30 hektare dalam setahun sekali. Sekarang di lahan 50 hektare, bisa tertanami semuanya.

"Jika Indeks Pertanaman kelompok tani naik, maka otomatis pendapatan dan tingkat kesejahteraan anggota petani kami meningkat. Selain bisa membudidayakan tanaman padi, rencana yang akan datang, dengan ketersediaan air yang kontinyu, kelompok tani bisa melakukan sistem tanam 'mina padi'. Selain petani punya pendapatan dari padi, penghasilan mereka bisa bertambah dari hasil budi daya ikan," papar Sarwo.

Manfaat irigasi perpompaan bagi kelompok tani sangat besar. Hal ini bisa dirasakan dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Semua yang kami cita-citakan dalam dunia pertanian akan semakin cerah, karena penghasilan yang menjanjikan.

"Ke depan, akan ada program program lain yang lebih bermanfaat untuk kelompok tani," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Ikutsertakan Para Petani Sumsel dalam Asuransi Usaha Tani Padi

Kementan Ikutsertakan Para Petani Sumsel dalam Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:00 WIB

Kementan Ajak Petani di Banten Ikut Asuransi Usaha Tanaman Padi

Kementan Ajak Petani di Banten Ikut Asuransi Usaha Tanaman Padi

Bisnis | Selasa, 20 Agustus 2019 | 10:16 WIB

Sawah di Lebak Puso, Kementan Ajak Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Sawah di Lebak Puso, Kementan Ajak Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 09:21 WIB

Kementan Serahkan Bantuan Alat Mesin Pertanian di Kediri

Kementan Serahkan Bantuan Alat Mesin Pertanian di Kediri

Bisnis | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 08:44 WIB

Cegah Resistensi Antimikroba, Kementan X FAO Luncurkan Buku

Cegah Resistensi Antimikroba, Kementan X FAO Luncurkan Buku

Press Release | Senin, 05 Agustus 2019 | 21:00 WIB

Atasi Kekeringan, Kementan Perkuat Koordinasi Tim Upaya Khusus di Daerah

Atasi Kekeringan, Kementan Perkuat Koordinasi Tim Upaya Khusus di Daerah

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 15:33 WIB

Terkini

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:11 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB