facebook

Diajak Dialog, Massa STM: Kami Tak Sudi Salaman dengan Polisi

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Diajak Dialog, Massa STM: Kami Tak Sudi Salaman dengan Polisi
Massa dari kalangan anak STM bentrok dengan polisi di belakang gedung DPR, Palmerah, Jakpus. (Suara.com/Fakhri).

"...Saya enggak sudi salaman sama polisi," kata orang tersebut.

Suara.com - Seorang aparat kepolisian sempat mencoba berdialog dengan beberapa massa dari kalangan pelajar dari berbagai SMK/STM se-Jabodetabek saat kedua pihak bentrok di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat belakang gedung DPR RI. Namun, massa tersebut justru tidak memberikan respons yang baik.

Pantauan Suara.com, massa sempat menghampiri kepolisian yang tengah dalam posisi bertahan. Mereka berulang kali menyanyikan yel-yel tepat di depan barisan polisi.

Salah satu polisi terlihat mencoba berdialog dengan beberapa massa aksi. Polisi itu meminta agar massa membubarkan diri dan segera pulang.

Baca Juga: Demo Pelajar Ricuh, Penumpang KRL Diimbau Tak Naik dari Stasiun Tanah Abang

"Kita minta tolong, sudah kalian pulang. Kasihan rakyat yang lain," ujar Polisi itu di lokasi, Rabu (25/9/2019) malam. 

Beberapa orang massa pelajar itu justru menyebut Polisi tidak membela rakyat. Dengan nada membentak ia menyebut polisi hanya membela anggota DPR.

"Polisi bela siapa? Bela rakyat apa anggota DPR?" kata salah seorang massa tersebut.

Akhirnya polisi menjulurkan tangannya ke orang yang memiliki perawakan kecil dengan rambut agak gondrong dan sebagian diwarnai kuning itu. Namun pria tersebut menolaknya.

"(Salaman) biar apa? Kami enggak sudi salaman sama polisi," kata orang tersebut.

Baca Juga: Viral Aniaya Mahasiswa saat Demo, 5 Polisi Ditangkap

Diketahui, ratusan pelajar dari SMA, SMK, hingga STM turun ke jalan untuk melanjutkan perjuangan mahasiswa yang berdemo menolak UU KPK hasil revisi dan RKUHP di gedung DPR RI, Selasa (24/9/2019) kemarin. Mereka tegabung dalam seruan STM melawan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar