alexametrics

Demo ke DPR, Guyonan Anak STM: Masa Urusan Seks Negara Ikut Campur

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Demo ke DPR, Guyonan Anak STM: Masa Urusan Seks Negara Ikut Campur
Anak STM berhadapan dengan Brimob di belakang Gedung DPR. (Suara.com/Fakhri)

Itulah yang kemudian menjadi alasan pelajar tersebut merapat dalam barisan STM se Jabodetabek.

Suara.com - Ratusan pelajar melakukan long march dengan melintas di depan Markas Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Soebroto, Rabu (25/9/2019). Mereka bergerak dari arah Pancoran menuju Slipi tepatnya Gedung DPR RI.

Salah satu pejalar pun mengutarakan alasan terkait aksi hari ini. Salah satunya ialah memprotes RUU KUHP dan RRU KPK yang menuai kritik keras dari publik.

Pelajar yang mengaku berasal dari Bogor ini enggan menyebutkan nama. Ia hanya menyinggung contoh kecil dari RUU KUHP yang tengah diprotes.

Ratusan pelajar SMK/STM long march ke DPR RI lewat depan Mapolda Metro Jaya. (Suara.com/Arga).
Ratusan pelajar SMK/STM long march ke DPR RI lewat depan Mapolda Metro Jaya. (Suara.com/Arga).

Dengan jenaka, ia menyinggung hadirnya negara dalam urusan seks. Itulah yang kemudian menjadi alasan pelajar tersebut merapat dalam barisan STM se-Jabodetabek.

Baca Juga: Mau Bergerak ke Jakarta, Rombongan STM asal Depok Diciduk Satpol PP

"Masa urusan seks diurus sama negara bang!" singkatnya sambil berlalu dengan iringan makian pada DPR.

Pantauan Suara.com pukul 18.15 WIB, mereka membawa sejumlah perangkat aksi. Mulai dari banner tuntutan hingga bendera Indonesia.

Secara kompak, mereka bernyanyi sehingga suasana menjadi riuh. Bahkan, mereka juga melayangkan cacian pada para wakil rakyat yang berada di Senayan.

"Dua lima jigo, dua lima jigo, DPR Bego," teriak mereka dengan lantang.

Selanjutnya, mereka juga menyanyikan salam pada para warga sekitar yang berada di sekitar lokasi. Mereka pun membeberkan identitas STM se Jabodetabek.

Baca Juga: Jegat Anak STM di Depan Polda, Polisi Sita Petasan dan Piloks

"Asalamualiakum, STM datang bawa pasukan" sambung mereka.

Komentar