Cari Pelaku Penembakan Dua Mahasiswa UHO, Kapolri Bentuk Tim Investigasi

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
Cari Pelaku Penembakan Dua Mahasiswa UHO, Kapolri Bentuk Tim Investigasi
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menjenguk anggota polisi korban pembacokan di Wonokromo Jawa Timur. [Suara.com/Achmad Ali]

"Tapi ingat kita harus kedepankan asas praduga tak bersalah, kita tak tahu apakah ada yang bermain."

Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim investigasi untuk mengungkap pelaku kematian Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHP), Randi dan Yusuf Kardawi yang ditembak saat mengikuti aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (27/9/2019).

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Polisi Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya melibatka universitas dalam tim investigasi tersebut.

"Bapak Kapolri sudah membentuk tim investigasi gabungan untuk mencari tahu siapa pelakunya," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

"Tim investigasi gabungan akan bekerja, Polri tentunya, pihak universitas dan pihak terkait masuk tim investigasi gabungan. Untuk membuka apa penyebab meninggalnya dua mahasiswa. Kita akan buka setransparan mungkin," tambahnya.

Iqbal menuturkan, tim ini telah dibagi menjadi dua yakni dari tim profesi dan Pengamanan Kepolisian dan Inspektorat Pengawasan Umum.

Ia memastikan jika ada anggota kepolisian yang terbukti melakukan penembakan terhadap mahasiswa yang melakukan aksi terkait tolak RUU bermasalah tetap akan diproses hukum.

"Tapi ingat kita harus kedepankan asas praduga tak bersalah, kita tak tahu apakah ada yang bermain. Apakah ada pihak ketiga yang ingin menciptakan martir memicu gelombang kerusuhan lebih besar," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, unjuk rasa menolak RUU bermasalah di gedung DPRD Sulawesi Tenggara pada Kamis (26/9) siang berakhir ricuh.

Jenazah almarhum Immawan Randi (21) berada di ruang jenazah RS Abunawas Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9). [ANTARA FOTO/Jojon]
Jenazah almarhum Immawan Randi (21) berada di ruang jenazah RS Abunawas Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9). [ANTARA FOTO/Jojon]

Massa melakukan pelemparan batu dan kayu ke gedung DPRD yang lantas disambut dengan tembakan gas air mata dari aparat kepolisian.

Dalam unjuk rasa tersebut, dua orang mahasiswa Universitas Halu Oleo bernama Randi dan Yusuf menjadi korban.

Randi dinyatakan meninggal usai dilarikan ke rumah sakit akibat terkena tembakan. Sementara Yusuf yang terkena hantaman sempat kritis hingga akhirnya meninggal dunia pada Jumat (27/9/2019).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS