Kisah Mengerikan Perantau di Wamena yang Diselamatkan Penduduk Setempat

Iwan Supriyatna

Senin, 30 September 2019 | 08:20 WIB
Kisah Mengerikan Perantau di Wamena yang Diselamatkan Penduduk Setempat
Pengungsi dari Wamena yang ditampung sementara di Lanud Silas Papare Jayapura – Jubi/Arjuna Pademme.

Suara.com - Aksi damai yang berujung ricuh kembali terjadi di Wamena, Jayawijaya, Papua pada Senin (23/9/2019) lalu. Sejumlah kantor pemerintahan, fasilitas umum dan rumah warga dibakar.

Tercatat puluhan orang menjadi korban dalam kerusuhan tersebut. Tak hanya penduduk asli, masyarakat dari luar Papua pun turut menjadi korban.

Bahkan tak sedikit masyarakat dari luar kota tersebut sementara waktu diungsikan untuk kemudian dipulangkan ke kampung halamannya.

Pengungsi pembantaian Wamena tiba di Surabaya. (Suara.com/Ali)
Pengungsi pembantaian Wamena tiba di Surabaya. (Suara.com/Ali)

Ketika berada di pengungsian, para pengungsi pun menceritakan peristiwa mengerikan yang dialami.

Nani Susongki, asal Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur merupakan satu dari sekian warga yang memilih mengungsi.

Wanita paruh baya yang sudah 17 tahun merantau ke Wamena itu, mengaku selamat dari aksi beberapa pekan lalu karena pertolongan seorang masyarakat asli setempat yang biasa disapa Mama Manu.

Letak rumah Mama Manu di Kota Wamena, tepat berada di belakang rumah Nani.

“Kalau kami sembunyi di Honai (rumah) Mama Manu. Kami disembunyikan di situ,” kata Nani Susongki di Aula Lanud Jayapura yang dijadikan lokasi pengungsian sementara.

Ia menceritakan, sebelum aksi amuk massa terjadi di pusat Kota Wamena, sekitar pukul 07.30, anak perempuannya yang bekerja di salah satu toko gadget, menelponnya. Mengingatkan agar Nani tidak keluar rumah.

baca juga

Tak berapa lama, informasi menyebar jika daerah Homhom sudah terbakar. Situasi di dalam Kota Wamena mulai bergejolak.

Nani bersama beberapa anggota keluarganya meninggalkan rumah. Menuju ke bagian belakang rumah. Dalam perjalanan, ia bertemu tiga orang yang memegang senjata tajam.

“Kami mundur pelan-pelan. Saya pikir bagian dari orang yang rusuh, ternyata mereka menolong kami. Mereka suruh kami masuk ke rumah Mama Manu. Hampir satu jam kami bersembunyi tak bersuara, bersama beberapa warga lain,” ujar wanita yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat itu.

Saat Nani, keluarganya dan beberapa warga lain bersembunyi, sekelompok orang bersenjata tajam mendatangi rumah Mama Manu. Pemilik rumah berupaya melindungi warga yang berada dalam rumahnya.

Mama Manu meminta massa tidak membakar mobil yang sehari-harinya dijadikan mata pencaharian suami Nani.

“Mama Manu bilang tolong jangan dibakar. Itu saya punya anak. Jangan bakar mobil nanti merembet ke rumah saya. Akhirnya massa meninggalkan lokasi. Kami sendiri sudah lemas, seperti tidak bisa berdiri lagi,” ucapnya.

Nani menyatakan tidak pernah menyangka Mama Manu nekad berhadapan dengan sekelompok orang bersenjata tajam untuk mempertahankan warga yang berlindung dalam rumahnya.

“Penduduk asli di sana, kalau kita baik sama mereka, pasti mereka juga baik sama kita,” katanya.

Setelah bersembunyi hampir satu jam, Nani Susongki dan beberapa warga yang berlindung di rumah Mama Manu dievakuasi polisi ke Polres Jawijaya. Setelah tiga hari di Polres, Nani bersama keluarganya memilih mengungsi ke Jayapura, dan berencana kembali ke kampung halaman.

“Mobilnya dan rumah kami tidak dibakar, akan tetapi hancur. Kami juga berterimakasih kepada AU RI di Jayapura yang telah menampung kami dan memenuhi kebutuhan kami selama di sini,” ucapnya.

Pengungsi lainnya, Abdullah Sihanudin (40) yang sejak 2014 lalu merantau ke Wamena, sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek dan agen tiket pesawat mengatakan, saat demonstrasi pecah, istrinya terlebih dahulu telah menyelamatkan diri bersama warga lain.

Ketika Abdullah bersama anak perempuannya yang masih balita akan menyelamatkan diri, ada yang bertanya kepadanya akan bersembunyi di mana. Ia pun menjawab mau bersembunyi sementara waktu di Honai, hingga ada polisi yang menolongnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Punya Saudara di Wamena, Perantau Asal Jawa Timur: Saya Ingin Pulang

Tak Punya Saudara di Wamena, Perantau Asal Jawa Timur: Saya Ingin Pulang

News | Senin, 30 September 2019 | 07:39 WIB

Kerusuhan Wamena Makan Banyak Korban Jiwa, Gubernur Papua: Maaf Saudaraku

Kerusuhan Wamena Makan Banyak Korban Jiwa, Gubernur Papua: Maaf Saudaraku

News | Senin, 30 September 2019 | 06:37 WIB

Gara-gara 'Pendatang', Kapolri dan Wapres Dikritik Aktivis Veronica Koman

Gara-gara 'Pendatang', Kapolri dan Wapres Dikritik Aktivis Veronica Koman

News | Senin, 30 September 2019 | 06:53 WIB

Terkini

Tim SAR Tetap Lanjutkan Pencarian Dua Korban Longsor Pelaga

Tim SAR Tetap Lanjutkan Pencarian Dua Korban Longsor Pelaga

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 10:01 WIB

Daftar Drakor Terburuk 2026 versi 142 Profesional, Perfect Crown Nomor Satu

Daftar Drakor Terburuk 2026 versi 142 Profesional, Perfect Crown Nomor Satu

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:00 WIB

Calvin Verdonk Jadi Pemain Terbaik Saat Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt di Liga Champions

Calvin Verdonk Jadi Pemain Terbaik Saat Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt di Liga Champions

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 09:58 WIB

Hilirisasi Agroindustri Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Hilirisasi Agroindustri Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:50 WIB

4 Low pH Cleanser Tea Tree Buat Kulit Berminyak Auto Bersih Bebas Jerawat

4 Low pH Cleanser Tea Tree Buat Kulit Berminyak Auto Bersih Bebas Jerawat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 09:50 WIB

6 Manfaat Tawas untuk Kecantikan, Benarkah Bisa Menghilangkan Bau Badan dan Mencerahkan Kulit?

6 Manfaat Tawas untuk Kecantikan, Benarkah Bisa Menghilangkan Bau Badan dan Mencerahkan Kulit?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 09:49 WIB

Sosok Kuat Ini yang Bocorkan Penyadapan Eks Kapolri ke Prabowo

Sosok Kuat Ini yang Bocorkan Penyadapan Eks Kapolri ke Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:47 WIB

Dua Orang Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Dongi-Dongi Poso

Dua Orang Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Dongi-Dongi Poso

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 09:46 WIB

Siapa yang Berhak Melakukan Penyadapan? Ini Aturan Resminya di Indonesia

Siapa yang Berhak Melakukan Penyadapan? Ini Aturan Resminya di Indonesia

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:46 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:42 WIB

×