Tak Punya Saudara di Wamena, Perantau Asal Jawa Timur: Saya Ingin Pulang

Iwan Supriyatna

Senin, 30 September 2019 | 07:39 WIB
Tak Punya Saudara di Wamena, Perantau Asal Jawa Timur: Saya Ingin Pulang
Pengungsi dari Wamena yang ditampung sementara di Lanud Silas Papare Jayapura – Jubi/Arjuna Pademme.

Suara.com - Para perantau yang ada di Wamena Papua meminta bantuan pemerintah untuk segera memulangkan para perantau ke daerahnya masing-masing pasca-demonstrasi yang diwarnai aksi vandalisme dan amuk massa pada 23 September 2019 lalu.

Salah satu pengungsi yang berada di Aula Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Silas Papare Jayapura, Abdullah Sihanudin (40) mengatakan, sejak tiga hari lalu ia bersama ratusan pengungsi lainnya berada di lokasi penampungan sementara itu. Ia berencana kembali ke kampung halamannya di Probolinggo, Jawa Timur.

Warga Wamena mengungsi ke Polres Jayawijaya, pascademo yang berujung tindakan anarkis, Senin (23/9/2019). (Antara/Marius Frisson Yewun)
Warga Wamena mengungsi ke Polres Jayawijaya, pascademo yang berujung tindakan anarkis, Senin (23/9/2019). (Antara/Marius Frisson Yewun)

“Saya harap pemerintah membantu kami kembali ke kampung halaman saya. Kami khawatir karena semua mengungsi. Di Jayapura saya tidak ada keluarga. Saya ingin pulang secepatnya ke kampung halaman,” kata Abdullah.

Menurutnya, jika mesti menunggu pesawat Hercules milik TNI untuk mengangkut warga yang ingin kembali ke kampung halaman, butuh waktu karena kini ada sebanyak tujuh ribu warga di Wamena akan dievakuasi ke Jayapura.

“Mau berapa (kali penerbangan) pesawat lagi yang mau ke Wamena. Mungkin diangsur dulu, yang sudah di Jayapura diantar ke kampung halamannya dulu kalau ada yang mau pulang,” ucapnya.

Pengungsi lainnya, Nani Susongki asal Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengatakan hal yang sama.

Informasi yang ia dapat menyebut, pesawat baru akan diberangkatkan mengantar pengungsi ke kampung halamannya jika sudah ada sebanyak 150 orang dalam satu kali penerbangan.

“Sampai sekarang baru 70 orang yang terdata ingin pulang ke Jawa. Kalau bisa, misalkan sudah ada 100, sebaiknya diangkut saja. Kalau masalah kebutuhan di pengungsian di Jayapura ini sudah terpenuhi. Kami hanya berharap dapat segera pulang ke kampung,” kata Nani.

Berita ini sebelumnya dimuat Jubi.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Pengungsi Wamena: Kami ingin cepat pulang ke kampung halaman"

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerusuhan Wamena Makan Banyak Korban Jiwa, Gubernur Papua: Maaf Saudaraku

Kerusuhan Wamena Makan Banyak Korban Jiwa, Gubernur Papua: Maaf Saudaraku

News | Senin, 30 September 2019 | 06:37 WIB

Nasib 40 Pengungsi Pembantaian Wamena di Jatim Belum Jelas, Mau Kerja Apa?

Nasib 40 Pengungsi Pembantaian Wamena di Jatim Belum Jelas, Mau Kerja Apa?

Jatim | Minggu, 29 September 2019 | 19:16 WIB

Gara-gara 'Pendatang', Kapolri dan Wapres Dikritik Aktivis Veronica Koman

Gara-gara 'Pendatang', Kapolri dan Wapres Dikritik Aktivis Veronica Koman

News | Senin, 30 September 2019 | 06:53 WIB

Terkini

Tinted Sunscreen Facetology Ada Berapa Shade? Lihat Kecocokannya dengan Kulit

Tinted Sunscreen Facetology Ada Berapa Shade? Lihat Kecocokannya dengan Kulit

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Kisah Haru Erin, Gajah Berbelalai Buntung yang Kerap 'Minder' di Way Kambas

Kisah Haru Erin, Gajah Berbelalai Buntung yang Kerap 'Minder' di Way Kambas

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Sidang Ijazah Gibran, KBRI Canberra Tegaskan Program Pathway Australia Tak Setara SMA

Sidang Ijazah Gibran, KBRI Canberra Tegaskan Program Pathway Australia Tak Setara SMA

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Hari Batik Nasional: Saat Warisan Budaya Mulai Keluar dari Pakem Busana Formal

Hari Batik Nasional: Saat Warisan Budaya Mulai Keluar dari Pakem Busana Formal

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Sidang MK Gibran, Kemendikdasmen Tegaskan Surat Penyetaraan Bukan Ijazah Baru

Sidang MK Gibran, Kemendikdasmen Tegaskan Surat Penyetaraan Bukan Ijazah Baru

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Ampas Kopi Bisa Bantu Hilangkan Bau Kulkas? Begini Cara Menggunakannya

Ampas Kopi Bisa Bantu Hilangkan Bau Kulkas? Begini Cara Menggunakannya

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Kenapa Listyo Sigit Mendadak Diberhentikan Sebagai Kapolri?

Kenapa Listyo Sigit Mendadak Diberhentikan Sebagai Kapolri?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Ulasan Film Lobang Buaya: Babak Baru Sinema Horor Sejarah Garapan Hanung

Ulasan Film Lobang Buaya: Babak Baru Sinema Horor Sejarah Garapan Hanung

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Transformasi Total Blok M Dimulai Pekan Depan, Bakal Dibangun Apartemen hingga Mal Baru

Transformasi Total Blok M Dimulai Pekan Depan, Bakal Dibangun Apartemen hingga Mal Baru

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Pilihan Skuter Matik Berbobot Ringan yang Cocok Temani Mobilitas Harian Para Perempuan

Pilihan Skuter Matik Berbobot Ringan yang Cocok Temani Mobilitas Harian Para Perempuan

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:52 WIB

×