Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

Galih Prasetyo

Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:10 WIB
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. /ANTARA/Anadolu/py.
baca 10 detik
  • Pemerintah Swiss resmi menghentikan ekspor senjata ke Amerika Serikat sejak Sabtu, 20 Maret 2026, karena konflik dengan Iran.
  • Keputusan ini merupakan komitmen menjaga netralitas Swiss berdasarkan undang-undang federal material militer tahun 1996.
  • Selain ekspor senjata, Swiss juga menutup wilayah udara bagi penerbangan militer Amerika Serikat terkait langsung konflik tersebut.

Suara.com - Pemerintah Swiss resmi menghentikan ekspor senjata ke Amerika Serikat di tengah perang melawan Iran.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip netralitas yang telah lama dipegang negara tersebut.

“Ekspor material perang ke negara yang terlibat konflik bersenjata internasional dengan Iran tidak dapat diizinkan selama konflik berlangsung,” demikian pernyataan resmi pemerintah Swiss, Sabtu (20/3/2026) seperti dilansir dari Aljazeera.

“Ekspor ke Amerika Serikat saat ini tidak dapat diotorisasi.” tegas pemerintah Swiss.

Langkah tegas ini muncul saat perang AS-Israel melawan Iran memasuki pekan ketiga dan memicu krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.

Konflik tersebut juga mendorong lonjakan harga energi global serta kekhawatiran akan eskalasi lebih luas.

Serangan Iran ke pangkalan militer AS di Qatar (X)
Serangan Iran ke pangkalan militer AS di Qatar (X)

Tak hanya menghentikan ekspor senjata, Swiss juga menutup wilayah udaranya untuk penerbangan militer AS yang terkait langsung dengan perang.

Sebelumnya, pemerintah bahkan menolak dua permintaan lintas udara dari AS, meski mengizinkan beberapa penerbangan lain dengan pertimbangan ketat.

Kebijakan ini didasarkan pada undang-undang federal Swiss tahun 1996 yang mengatur ekspor-impor material militer harus mematuhi prinsip hak asasi manusia dan netralitas.

baca juga

Sejak perang pecah pada 28 Februari, tidak ada lisensi baru yang dikeluarkan untuk ekspor senjata ke AS.

Pemerintah juga menegaskan bahwa izin ekspor lama akan ditinjau ulang secara berkala oleh tim ahli.

“Pendekatan restriktif sudah diterapkan, termasuk terhadap Israel,” kata pernyataan tersebut.

Data pemerintah menunjukkan, AS merupakan importir senjata terbesar kedua dari Swiss tahun lalu dengan nilai mencapai 119 juta dolar AS.

Namun, situasi perang memaksa Bern mengambil sikap tegas demi menjaga posisi netralnya.

Langkah ini mengingatkan pada kebijakan serupa saat invasi Irak tahun 2003, ketika Swiss juga membatasi ekspor senjata dan akses wilayah udara.

Kontributor: M.Faqih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS

Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:41 WIB

Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan

Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 08:41 WIB

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global

FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:09 WIB

Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS

Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:20 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×