Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

Ronald Seger Prabowo

Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:58 WIB
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
Kelompok bersenjata Hizbullah menembakkan rentetan roket ke wilayah Israel. [Channel 14]
baca 10 detik
  • Survei terbaru menunjukkan 56% warga AS menilai perang melawan Iran lebih menguntungkan Israel dibanding kepentingan nasional.
  • Mayoritas responden, yaitu 53%, tidak setuju dengan langkah militer Presiden Trump terkait isu kebijakan tersebut.
  • Banyak pemilih mendukung Kongres membatasi kewenangan militer presiden dalam mengambil keputusan perang.

Suara.com - Mayoritas warga Amerika Serikat menilai perang melawan Iran lebih menguntungkan Israel dibanding kepentingan nasional mereka sendiri.

Hasil ini terungkap dalam survei terbaru yang menyoroti meningkatnya penolakan publik terhadap kebijakan militer Donald Trump.

Survei yang dirilis IMEU Policy Project dan Demand Progress, serta dilakukan oleh Data For Progress, menunjukkan 56 persen responden percaya perang tersebut lebih menguntungkan Israel.

Sementara hanya 29 persen yang menilai Amerika Serikat mendapat manfaat lebih besar.

“Mayoritas pemilih tidak setuju dengan serangan terhadap Iran dan melihatnya sebagai kebijakan yang tidak menguntungkan AS,” demikian isi laporan survei tersebut seperti dilansir dari Tasnim News Agency.

Sebanyak 53 persen responden menyatakan tidak setuju dengan langkah militer Trump, berbanding 43 persen yang mendukung.

Hasil survei juga menunjukkan dorongan kuat agar Kongres membatasi kewenangan militer presiden.

Sebanyak 51 persen responden mendukung resolusi pembatasan kekuatan perang, sementara 44 persen menolak.

Dampak politiknya mulai terasa menjelang pemilu. Sebanyak 43 persen pemilih mengaku cenderung tidak akan mendukung Partai Republik akibat perang ini, sementara hanya 31 persen yang justru semakin mendukung.

baca juga

Di sisi lain, Partai Demokrat berpotensi diuntungkan jika mengambil posisi berbeda.

Kandidat Demokrat yang berjanji mengurangi dukungan terhadap Israel dan fokus pada isu domestik unggul hingga 15 poin dalam simulasi pemilu.

Survei juga mengungkap perpecahan di internal Partai Republik, terutama berdasarkan usia.

Sebanyak 61 persen pemilih Republik di bawah usia 45 tahun lebih memilih kandidat yang ingin mengurangi dukungan ke Israel, sementara kelompok usia di atas 45 tahun cenderung sebaliknya.

Selain itu, 43 persen responden menilai Israel memiliki pengaruh terlalu besar terhadap kebijakan luar negeri AS. Hanya 5 persen yang menganggap pengaruh tersebut masih kurang.

“Temuan ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam persepsi publik terhadap hubungan AS-Israel,” tulis laporan tersebut.

Kontributor: M.Faqih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel

100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:45 WIB

FIFA Terus Didesak Pindahkan Laga Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko

FIFA Terus Didesak Pindahkan Laga Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko

Bola | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:38 WIB

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

×