Ahok Meninggal usai Cuci Darah, Polisi: Beliau Punya Riwayat Gagal Ginjal

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 09 Oktober 2019 | 11:19 WIB
Ahok Meninggal usai Cuci Darah, Polisi: Beliau Punya Riwayat Gagal Ginjal
Jing Hok alias Ahok (51), penumpang ditemukan sudah tak bernyawa saat menumpang Kapal MV Oceana 19 dari Batam menuju Karimun. (Batamnews.co.id)

Suara.com - Jing Hok alias Ahok (51), penumpang Kapal MV Oceana 19 yang meninggal diketahui telah empat tahun menjalani cuci darah akibat menderita penyakit ginjal. Ia mengalami kegagalan fungsi ginjal selama ini.

Pria paruh baya tersebut diketahui meninggal dunia setelah kapal yang ditumpanginya bersandar di Pelabuhan Domestik Karimun. Kapal berangkat dari Batam dan merupakan kapal terakhir, Senin (7/10/2019).

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara mengatakan bahwa, penumpang tersebut meninggal di atas kapal usai pergi berobat di Batam.

 Jing Hok alias Ahok (51), penumpang ditemukan sudah tak bernyawa saat menumpang Kapal MV Oceana 19 dari Batam menuju Karimun. (Batamnews.co.id)
Jing Hok alias Ahok (51), penumpang ditemukan sudah tak bernyawa saat menumpang Kapal MV Oceana 19 dari Batam menuju Karimun. (Batamnews.co.id)

"Keterangan keluarga, sudah empat tahun ini dia melakukan cuci darah secara rutin," kata Lulik seperti dikutip Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (9/10/2019).

Ahok yang merupakan warga jalan Nusantara, Balai Kota, Kabupaten Karimun itu, saat di kapal Oceana duduk di bangku nomor 14 H.

Dari penyelidikan kasus ini, kata Lulik, Ahok tercatat kerap pergi ke Batam untuk berobat sakit gagal ginjal yang dideritanya.

 Jing Hok alias Ahok (51), penumpang ditemukan sudah tak bernyawa saat menumpang Kapal MV Oceana 19 dari Batam menuju Karimun. (Batamnews.co.id).
Jing Hok alias Ahok (51), penumpang ditemukan sudah tak bernyawa saat menumpang Kapal MV Oceana 19 dari Batam menuju Karimun. (Batamnews.co.id).

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, penumpang ini mempunyai riwayat sakit gagal ginjal dan dia baru pulang dari berobat di Batam," ucap Lulik.

Kemudian, dari pemeriksaan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh Ahok.

Kronologi diketahuinya Ahok meninggal dunia di atas kapal, berawal dari kecurigaan seorang penumpang yang hendak turun. Penumpang itu melihat Ahok masih tertidur dan tersandar.

Kemudian, penumpang tersebut melaporkan kepada ABK kapal dan meminta untuk membangunkan Ahok. Saat itu seluruh penumpang lainnya telah turun kapal.

baca juga

Saat ABK kapal mengecek dan mencoba membangunkan Ahok. Kemudian saat dicek denyut nadi di bagian leher sudah tidak berdenyut lagi.

Kemudian ABK kapal melaporkan kejadian tersebut. Lalu, jenazah Ahok dibawa ke Rumah Sakit sebelum dipulangkan ke rumah duka.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahok Tewas di Atas Kapal Feri dan 4 Berita Populer Lainnya

Ahok Tewas di Atas Kapal Feri dan 4 Berita Populer Lainnya

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 07:25 WIB

Dibangunkan karena Dikira Tidur, Begini Kronologi Ahok Ditemukan Tewas

Dibangunkan karena Dikira Tidur, Begini Kronologi Ahok Ditemukan Tewas

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 11:26 WIB

Perjalanan ke Karimun, Ahok Tewas di Atas Kapal Feri

Perjalanan ke Karimun, Ahok Tewas di Atas Kapal Feri

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 10:33 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×