Cerita Jubir PSI tentang Emil Salim: Menteri 3 Periode Orde Baru

Reza Gunadha | Rifan Aditya
Cerita Jubir PSI tentang Emil Salim: Menteri 3 Periode Orde Baru
Emil Salim (twitter @emilsalim2010)

Juru bicara PSI Dedek Prayudi menceritakan sosok Emil Salim setelah melihat Dosen Pascasarjana UI itu dihardik hingga disebut sesat oleh anggota DPR

Suara.com - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menceritakan tentang pengalamannya kerja bersama Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Emil Salim.

Dedek mengungkapkan hal tersebut setelah melihat Emil Salim dihardik hingga disebut sesat oleh anggota DPR dalam acara Mata Najwa pada Rabu (9/10/2019) malam.

Hal tersebut disampaikan Jubir PSI ini melalui cuitan yang diunggah pada Kamis (10/10/2019).

"Sewaktu bekerja untuk UN FPA Indonesia, beberapa kali saya bekerja bareng pak Emil Salim untuk sebuah penelitian, salah satunya berjudul "Dinamika Kependudukan dan Pembangunan Berkelanjutan" yang dibawa JK ke UN General Assembly di New York," cerita Dedek.

Jubir PSI ini juga menyebut hubunganya dengan Emil Salim bagaikan murid dengan guru. Dia begitu mengaguminya.

"Hubungan saya dengan Prof Emil bagaikan hubungan murid dengan guru yang dikaguminya. Beliau adalah menteri di 3 periode orde baru, tapi tak memiliki kedekatan khusus dengan Cendana. Prof Emil adalah salah satu tokoh kunci bahwa kita sekarang mengalami bonus demografi," tulis @Uki23.

Cerita Jubir PSI Dedek Prayudi tentang Emil Salim (twitter @Uki23)
Cerita Jubir PSI Dedek Prayudi tentang Emil Salim (twitter @Uki23)

Setelah melihat sikap anggota DPR kepada Emil Salim, Dedek mengaku tidak hanya merasa sedih.

"Kemarin, saya melihat Prof Emil di hardik dengan gebrakan meja, nada tinggi dan seolah diperlakukan seperti orang yang sedang menyebarkan kesesatan. Bukan hanya sedih, tapi saya berjanji tidak akan perlakukan orang lain seperti bagaimana Prof Emil diperlakukan kemarin," ujarnya.

Dedek mengakhiri thread tweet tersebut, "Tahun 2012, setelah hampir 10 tahun hidup di luar negeri, saya sempat dipandang kehilangan norma ketimuran. Rasa sedih saya hari ini seperti mengingatkan saya kembali, bahwa saya masih orang Timur."

Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim menjadi bahan perbincangan banyak orang setelah penampilannya di acara Mata Najwa Trans 7 pada Rabu (9/10/2019) malam.

Emil Salim dipanggil ke acara tersebut lantaran dirinya termasuk tokoh yang dipanggil Presiden Joko Widodo ke istana untuk dimintai pendapat terkait polemik RKUHP dan RUU KPK.

Dalam Mata Najwa dengan tema 'Ragu-ragu Perpu' tersebut, Emil Salim beberapa kali membalas argumen para anggota DPR yang menyusun revisi undang-undang KPK.

Setelah acara tersebut banyak orang yang simpati kepada ahli ekonomi ini. Penyebabnya karena sikap anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang menyebut Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Emil Salim sesat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS