Sentilan Keras Tengku Zul ke Aparat Terkait Penusukan Wiranto

Rendy Adrikni Sadikin, Rifan Aditya

Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:36 WIB
Sentilan Keras Tengku Zul ke Aparat Terkait Penusukan Wiranto
Wakil Ketua MUI Tengku Zulkarnain. [Twitter]

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain mengkritik sikap aparat penegak hukum terkait kasus penusukan Menkopolhukam Wiranto. Kritik itu disampaikan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (15/10/2019) malam yang bertema "Misteri Penusuk Wiranto".

Menurut Tengku Zulkarnain, kasus penusukan Wiranto dibiarkan mengambang. Tidak ada keterangan yang pasti dari pihak penegak hukum.

"Simpang siur, ada yang bilang afiliasi ke ISIS, ada yang bilang orangnya pemabuk, ada yang bilang orangnya stres karena rumahnya digusur kena jalan tol," ujar ustaz tersebut.

Akibat tidak ada pernyataan yang jelas dari pihak berwenang yang sesuai kapasitasnya makanya terbentuk opini liar di masyarakat.

Dia juga menyayangkan informasi setelah terjadi penusukan yang beredar di masyarakat tidak disampaikan dengan seksama. Misalnya, kondisi Wiranto setelah penusukan tidak disampaikan oleh dokter atau medis.

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia KH Tengku Zulkarnai (Youtube Indonesia Lawyers Club)
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia KH Tengku Zulkarnai (Youtube Indonesia Lawyers Club)

"Kenapa tidak polisi yang ngomong berdasarkan rekam jejak yang dibuat oleh dokter? Sehingga tidak liar," ujarnya.

Tengku Zulkarnain juga mengkritik perbedaan perlakuan yang diberikan oleh aparat kepada Abu Rara, pelaku penusukan Wiranto dan orang lain. Dia membandingkannya dengan sikap aparat ke Neno Warisman.

"Di Pekanbaru, sepupu saya, mobilnya ditahan saat membawa Neno Warisman seharian mobil itu dilempari gak bisa keluar dari airport. Akhirnya Kepala Badan Intelejen Negara Daerah Riau membawa Neno Warisman ke pesawat dan dipaksa pulang, kenapa? Karena dikhawatirkan menimbulkan ceramah yang radikal," cerita Tengku Zulkarnain.

Dia mengaku heran dengan BIN yang menyebut Abu Rara sudah dipantau selama 3 bulan.

baca juga

"Kenapa ini (Abu Rara) sudah tiga bulan kok bisa punya kesempatan menikam Pak Wiranto? Kok gak sama treatment nya dengan Neno Warisman waktu di Riau?" ujar penceramah ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaku Bom Bali: Teroris Tepuk Tangan Melihat Masyarakat Ribut Sendiri

Pelaku Bom Bali: Teroris Tepuk Tangan Melihat Masyarakat Ribut Sendiri

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 09:03 WIB

Alasan Sandiaga Uno Kembali ke Gerindra dan 4 Berita Terpopuler Lainnya

Alasan Sandiaga Uno Kembali ke Gerindra dan 4 Berita Terpopuler Lainnya

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 08:10 WIB

Sutiyoso Jenguk Wiranto: Sampean Itu Digdaya Loh

Sutiyoso Jenguk Wiranto: Sampean Itu Digdaya Loh

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:12 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×