BNPB Temukan 23 Titik Karhutla di Merauke Akibat Ulah Manusia

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Kamis, 17 Oktober 2019 | 10:31 WIB
BNPB Temukan 23 Titik Karhutla di Merauke Akibat Ulah Manusia
Ilustrasi Karhutla di Aceh Barat. [Antara]

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat laporan dari Liaison Officer (LO) BNPB Satuan Danrem Merauke bahwa 23 titik api terdeteksi di 11 distrik di Kabupaten Merauke, Papua pada Rabu (16/10/2019) kemarin.

Adapun rincian wilayah yang terdeteksi di antaranya adalah 3 titik di Distrik Animha berupa lahan ladang karet, akasia dan vegetasi rawa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, rata-rata kebakaran lahan tersebut disebabkan oleh faktor kesengajaan manusia untuk tujuan tertentu.

"Masyarakat sengaja membakar untuk membuka lahan akan tetapi upaya pembakaran tersebut dijaga oleh masyarakat supaya apinya tidak menjalar. Selain untuk membuka lahan, tujuan dari pembakaran lahan itu juga dilakukan masyarakan untuk mencari ikan gastor," kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Kamis (17/10/2019).

Menurut dia ada 2 titik api yang juga ditemukan di Distrik Ilwayab, masing-masing di Kampung Bibikem dan Kampung Padua.

Kata dia, kebakaran lahan di dua titik ini disebabkan oleh faktor kesengajaan manusia dengan tujuan untuk merangsang pertumbuhan rumput pascakebakaran sebagai makanan utama rusa dan kanguru sebagai hewan buruan masyarakat sekitar.

"Selain itu pembakaran juga dilakukan sebagai tradisi meminta hujan," ujarnya.

Selanjutnya 3 titik api terpantau berada di Distrik Kurik masing-masing tersebar di Kampung Harapan, Kampung Ivimahad dan Kampung Salor Indah.

"Titik api tersebut terdeteksi dari jerami yang sengaja dibakar masyarakat dengan tujuan untuk membuka kembali lahan pertanian pascapanen," ucapnya.

baca juga

Sama halnya dengan Distrik Kurik, titik api yang terdeteksi di 2 lokasi di Distrik Malind masing-masing Kampung Kumbe dan Kampung Rawasari juga terdeteksi dari jerami yang sengaja dibakar masyarakat dengan tujuan untuk membuka kembali lahan pertanian pascapanen.

"Kemudian 2 titik api terdeteksi di Distrik Merauke dan 4 di Distrik Naukenjerai dari kebakaran ilalang dan jerami yang sengaja dibakar oleh orang tak dikenal dengan tujuan untuk membersihkan lahan pada musim kemarau dan mencari tikus," tegas Agus.

Selanjutnya 1 titik api terdeteksi di Kampung Okaba, Distrik Okaba berupa rawa kering yang sengaja dibakar untuk mencari ikan.

Titik api selanjutnya terdeteksi di jalan Trans Papua di Distrik Sota dari kebakaran yang berupa ilalang dan semak di kanan-kiri jalan oleh oknum tak dikenal. Adapun tujuannya ialah untuk berburu dan tradisi adat.

Kemudian 2 titik api terdeteksi di Kampung Suwam Distrik Tabonji berupa lahan dan ilalang yang sengaja dibakar untuk merangsang pertumbuhan rumput sebagai makanan utama rusa dan kanguru, hewan buruan masyarakat.

Hal serupa juga terjadi di Distrik Tanah Miring dan Distrik Kimaam, yang mana masyarakat masih memegang teguh tradisi berburu dengan cara tersebut selama bertahun-tahun.

Dalam mengatasi hal tersebut, sejauh ini pihak-pihak berwenang telah melakukan langkah upaya pemadaman bersama masyarakat menggunakan alat manual.

Selain itu sosialisasi tentang bahaya kebakaran hutan dan larangan membuka lahan dengan cara membakar hutan juga telah dilakukan bersama unsur TNI/POLRI dan Pemerintah Daerah setempat.

Kendati demikian masyarakat tetap melakukan pembakaran karena kepercayan mereka hingga saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengadu ke Australia, Veronica Koman Minta Bantuan Kasus HAM Papua

Mengadu ke Australia, Veronica Koman Minta Bantuan Kasus HAM Papua

News | Kamis, 17 Oktober 2019 | 09:39 WIB

Semua Anak Bisa Jadi Hebat, Digitalisasi Sekolah Hadir di Papua

Semua Anak Bisa Jadi Hebat, Digitalisasi Sekolah Hadir di Papua

Press Release | Rabu, 16 Oktober 2019 | 18:05 WIB

Kejanggalan-kejanggalan di Balik Aksi Damai Berujung Rusuh di Papua

Kejanggalan-kejanggalan di Balik Aksi Damai Berujung Rusuh di Papua

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 13:40 WIB

Gugatan Praperadilan Tersangka Diskriminasi Papua Ditolak Hakim PN Surabaya

Gugatan Praperadilan Tersangka Diskriminasi Papua Ditolak Hakim PN Surabaya

Jatim | Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:43 WIB

Jelang Pelantikan, Jokowi Kedatangan Para Perantau Papua di Istana

Jelang Pelantikan, Jokowi Kedatangan Para Perantau Papua di Istana

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 13:32 WIB

Pangdam Cenderawasih: Masih Ada Kelompok yang Tak Ingin Wamena Kondusif

Pangdam Cenderawasih: Masih Ada Kelompok yang Tak Ingin Wamena Kondusif

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 10:56 WIB

Bantah Sebar Hoaks soal Papua, InsightID: Kami Dukung Persatuan Indonesia

Bantah Sebar Hoaks soal Papua, InsightID: Kami Dukung Persatuan Indonesia

Tekno | Senin, 14 Oktober 2019 | 22:04 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×