Array

Kaget Jokowi Pilih Nadiem, Muhammadiyah: Jangan Sampai Dinilai Serampangan

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 14:39 WIB
Kaget Jokowi Pilih Nadiem, Muhammadiyah: Jangan Sampai Dinilai Serampangan
Mendikbud Nadiem Makarim berjabat tangan dengan Menko PMK yang juga mantan Mendikbud Muhadjir Effendy saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fahmi Salim mengaku pihaknya sangat kaget ketika mendengar nama Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Pasalnya, Fahmi menyebut Muhammadiyah memiliki andil besar dalam urusan pendidikan bangsa Indonesia.

Fahmi menerangkan bahwa Muhammadiyah memiliki konsentrasi penuh untuk mengelola pendidikan Indonesia. Muhammadiyah memiliki tugas khusus untuk membuat pelajar sebagai penerus bangsa agar beriman dan bertakwa serta berakhlaq mulia.

Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fahmi Salim (mengenakan sorban putih) paling kanan. (Suara.com/Ria Rizki).
Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fahmi Salim (mengenakan sorban putih) paling kanan. (Suara.com/Ria Rizki).

"Sangat-sangat kaget," terang Fahmi dalam diskusi bertajuk Kabinet Bikin Kaget di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2019).

"Kita merasa bahwa ini sangat bersinggungan dengan hajat yang sangat besar dan kepentingan yang besar Muhammadiyah ini untuk mengelola pendidikan Indonesia karena masalah bicara tentang moralitas," sambungnya.

Lantas Fahmi menyebutkan bahwa untuk menjadi Mendikbud bukan hanya fasih berbicara soal teknologi sebagaimana dimaksud Mendikbud kali ini Nadiem Makariem merupakan mantan CEO Gojek Indonesia.

Ia justru khawatir apabila Mendikbud bukan berasal dari Muhammadiyah malah akan menggiring opini publik kalau pembentukan kabinet ini terlihat asal-asalan.

"Jangan sampai nanti di masyarakat lalu akan muncul persepsi bahwasanya penyusunan kabinet ini dilakukan agak serampangan gitu," tuturnya.

"Tidak memperhatikan aspirasi, tidak memperhatikan situasi kebatinan rakyat dan stakeholder republik ini ormas Islam," sambungnya.

Baca Juga: Mendikbud Belum Punya Wamen, Nadiem: Masih Lihat yang Dibutuhkan

Sebelum diganti Nadiem, Mendikbud periode 2014-2019 ialah Muhadjir Effendi yang berasal dari Muhammadiyah. Kini ia mendapatkan kepercayaan untuk menjabat sebagai Menko PMK.

Menurut Fahmi hal tersebut belum cukup lantaran Menko PMK dinilai tidak strategis.

"Saya kira enggak (cukup) pak, Menko itu kan tidak memiliki kewenangan dan otoritas dan anggaran tidak sebagaimana dengan kementerian teknis," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI