alexametrics
Pemprov DKI

Jadi Lokasi Santai Warga, Ini Sebaran Taman Kota di Jakarta

Fabiola Febrinastri
Jadi Lokasi Santai Warga, Ini Sebaran Taman Kota di Jakarta
Ilustrasi taman kota. (Dok : Pemprov DKI Jakarta)

Pembangunan Taman Maju Bersama disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Suara.com - Sebagai bagian dari upaya untuk memberi layanan terbaik bagi warganya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun infrastruktur publik sebagai Ruang Ketiga bagi masyarakat ibu kota dalam dua tahun terakhir. Ruang Ketiga ini merupakan tempat berinteraksinya masyarakat, di mana setiap pembangunannya memiliki nilai bernama “Kesetaraan”

Salah satu jenis Ruang Ketiga yang massif dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta adalah Taman Kota. Taman Kota dibagi menjadi dua, yaitu Taman Maju Bersama dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Selama ini masyarakat paham bahwa taman yang paling terkenal di Jakarta berada di Monumen Nasional (Monas) dan Taman Senopati. Namun faktanya, Pemprov DKI menyediakan banyak sekali taman kota yang bisa dinikmati masyarakat.

Sebut saja Taman Dukuh Atas Jakarta Pusat, Taman Kembang Kerep Jakarta Barat, dan taman yang sudah eksis dan perlu direvitalisasi agar menjadi lebih baik, seperti Taman Menteng dan Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Integrasi Sistem Transportasi, Pemprov DKI Ajak Masyarakat Berkolaborasi

"Taman Maju Bersama merupakan bagian dari Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang telah ada. Pembangunan masing-masing Taman Maju Bersama disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Tidak ada kriteria khusus lokasi dalam membangun Taman Maju Bersama. Tujuan utama dibangunnya taman ini adalah untuk menambah RTH sebagai tempat berinteraksi warga," ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, beberapa waktu lalu.

Pemprov DKI Jakarta telah menargetkan pembangunan 261 Taman Maju Bersama, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2018-2022. Arah pembangunan RTH dan seluruh pembangunan taman di Jakarta adalah agar semua penduduk dapat mengakses dalam radius kurang lebih sekitar 300 meter dengan berjalan kaki.

Ini berarti, taman menjadi tempat pertemuan antar perbedaan kelas sosial masyarakat, juga pertemuan antar manusia dengan alam. Di lokasi ini, masyarakat diharapkan bisa menikmati waktu santainya dan bebas dari rutinitas keseharian.

Pada tahun 2018, ditargetkan sebanyak 21 Taman Maju Bersama dibangun dengan anggaran Rp 27,3 miliar. Dari target tersebut, yang masuk ke proses lelang hanya 10 Taman Maju Bersama, dan yang selesai dirampungkan sebanyak 7 Taman Maju Bersama dengan anggaran Rp 10 miliar.

Meskipun demikian, pada tahun 2019, target pembangunan Taman Maju Bersama naik hingga mencapai 53 taman dengan anggaran Rp 130 miliar dan total luas 335.807 meter persegi.

Baca Juga: Pemprov DKI Salurkan Rp3,9 Triliun Untuk Warga Tak Mampu Lewat KJP Plus

Secara realisasi per 2 Oktober 2019, sebanyak 30 lokasi taman telah mencapai progres pembangunan sebesar 80 persen hingga 90 persen. Sisanya telah mencapai progres antara 40 persen hingga 80 persen, kurang dari 40 persen, terkendala lahan, dan terkendala hasil lelang.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memastikan bahwa pada 10 Desember 2019, seluruh Taman Maju Bersama di 53 lokasi dapat tercapai dalam hal pengerjaan fisik.

Lokasi Taman Maju Bersama yang telah mencapai progres 90 persen di antaranya adalah RTH Kampung Jati, Jakarta Timur; RTH Taman Kampung Baru, Jakarta Barat; RTH Jalan Centex, Jakarta Timur; RTH Mangga XIV, Jakarta Barat; RTH Jalan Panglima Polim II, Jakarta Selatan; RTH Jalan Setapak, Jakarta Timur; dan RTH Jalan Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.

Pada kesempatan lain, Anies pernah menegaskan, Taman Maju Bersama memiliki paradigma yang berbeda dalam pembangunan taman-taman sebelumnya, yaitu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Meskipun keduanya sama-sama tergolong Ruang Terbuka Hijau (RTH), namun Taman Maju Bersama lebih variatif, tematik, disesuaikan dengan karakteristik dan luas lahannya, serta dibangun secara kolaboratif bersama masyarakat.

“Taman Maju Bersama didominasi oleh ruang terbuka dan berkonsep ‘park’ dibanding ‘garden’, sehingga meskipun sama-sama berlokasi di tengah-tengah pemukiman, dengan hadirnya konsep ‘park’ tersebut, maka warga menjadi lebih leluasa untuk dapat bermain di atas rumput dikarenakan minimnya pembangunan di tengah-tengah taman,” ujarnya.

Komentar