Ungkap Skandal Pengadaan Lem Aibon DKI ke Medsos, Gerindra Anggap PSI Genit

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 06 November 2019 | 17:29 WIB
Ungkap Skandal Pengadaan Lem Aibon DKI ke Medsos, Gerindra Anggap PSI Genit
Ketua DPD Gerindra Jakarta Mohamad Taufik,. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Fraksi PSI di DPRD Jakarta belakangan mengungkap Anggaran janggal seperti pengadaan lem aibon Rp 82 miliar oleh Pemprov DKI ke media sosial. Fraksi Gerindra lantas menganggap tindakan PSI itu genit.

Gerindra menilai setelah hal tersebut terungkap membuat polemik soal anggaran memanas di tengah masyarakat. Padahal, dokumen Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) 2020 itu tengah dalam pembahasan di DPRD.

Ketua DPD Gerindra Jakarta Mohamad Taufik menilai PSI juga terlalu mencari perhatian. Menurutnya anggaran yang jumlahnya fantastis dengan keperluan yang janggal sudah terjadi setiap tahunnya.

"Sebenarnya enggak ada yang istimewa cuma genitnya saja yang buat saya harus dikurangi dikit. Enggak apa genit boleh, enggak ada masalah," kata Taufik saat ditemui digedung DPRD Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menurut Taufik, saat masa Gubernur era Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, anggaran yang lebih janggal dari lem aibon juga pernah ditemukan. Namun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait langsung dipanggil DPRD untuk klarifikasi.

"Dulu temuan ini juga ada. Dulu saya temukan selisih Rp 1,2 triliun tapi saya enggak buka ke publik," tuturnya.

Meski menemukan anggaran janggal pada masa itu, Taufik mengaku tidak ingin membukanya ke publik. Pasalnya draf itu masih dibahas oleh DPRD.

Wakil Ketua DPRD itu menilai merupakan cara yang tepat tanpa menimbulkan polemik. Karena itu ia meminta agar PSI, khususnya William Aditya Sarana mengubah caranya mengawasi anggaran dengan mengunggahnya ke media sosial.

"Saya kira ini metode baru angota dewan dan mestinya berubahlah, ayo kita diskusi dengan argumen yang kuat di dalam (rapat). Jadi mendefinisikan transparansi itu bukan di awur - awur," pungkasnya.

baca juga

Selain lem aibon, PSI juga mengungkap beberapa anggaran lain seperti pengadaan balpoint senilai Rp 124 miliar. Tindakan ini bahkan berujung pada mundurnya dua Kepala Dinas.

Selain itu, William selaku anggota DPRD yang mengungkapnya juga dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK). Namun banyak juga yang mendukung tindakan PSI dan meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan segera membuka dokumen itu ke publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Agar Pemprov Transparan, PSI Mau Buat Naskah Akademis untuk Perda

Klaim Agar Pemprov Transparan, PSI Mau Buat Naskah Akademis untuk Perda

News | Rabu, 06 November 2019 | 17:06 WIB

BK DPRD DKI Segera Proses Laporan Warga soal Tindakan William Aditya Sarana

BK DPRD DKI Segera Proses Laporan Warga soal Tindakan William Aditya Sarana

News | Rabu, 06 November 2019 | 14:33 WIB

Tuding Karangan Bunga William PSI Palsu, Politisi Demokrat: Kayak Ahok

Tuding Karangan Bunga William PSI Palsu, Politisi Demokrat: Kayak Ahok

News | Rabu, 06 November 2019 | 11:02 WIB

Bongkar Anggaran Aneh Pemprov DKI, William Malah Jadi Sasaran

Bongkar Anggaran Aneh Pemprov DKI, William Malah Jadi Sasaran

News | Rabu, 06 November 2019 | 10:05 WIB

Terkini

Banyak Dibahas Pakar Kesehatan, Kurangi Bahaya Merokok Lewat Pendekatan Ini!

Banyak Dibahas Pakar Kesehatan, Kurangi Bahaya Merokok Lewat Pendekatan Ini!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×