Taufiqurrahman Curiga pada Data Lem Aibon, Jubir PSI Beri Bukti

Reza Gunadha | Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 07 November 2019 | 14:06 WIB
Taufiqurrahman Curiga pada Data Lem Aibon, Jubir PSI Beri Bukti
Juru Bicara Partai Solidaritas Dedek Prayudi. (Twitter)

Suara.com - Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman curiga terhadap data anggaran yang diperoleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jubir PSI, Dedek Prayudi memberikan buktinya.

Taufiqurrahman mengatakan kecurigaannya tersebut dalam acara Mata Najwa bertema "Buka-bukaan Anggaran" yang tayang di Trans 7 pada Rabu (6/11/2019) malam.

"Anda tadi bilang bahwa data itu diupload anda capture dari website. Saya baca berita tanggal 30 Oktober 2019, itu pernyataan resmi dari kepala Bappeda Sri Mahendra bahwa dia menyebutkan tidak pernah mengupload data KUA-PPAS," ucap Taufiqurrahman.

"Nah ini kita enggak tahu siapa yang bener. Kalau anda bilang ini dapet datanya resmi, ya saya boleh curiga juga anda dapatnya ini resmi apa enggak?" imbuhnya.

Dedek Prayudi yang mengetahui tudingan Taufiqurrahman ini pun lantas memberikan bukti bahwa data yang diperoleh PSI memang berasal dari website apbd.jakarta.go.id.

Bukti itu diperlihatkan Dedek melalui cuitan yang diunggah ke Twitter pada Rabu (6/11/2019) malam. Ia merekam temuan William Sarana.

"Pak Taufiqurrahman beropini bahwa data komponen lem aibon Rp82 miliar adalah data entah berantah, karena kepala Bappeda pada 30 Oktober mengaku "tak pernah upload data komponen rancangan anggaran". Saya pastikan omongan pak Taufiqurrahman adalah omong kosong," ucap Dedek.

"Saya videokan temuan bro William Aditya Sarana," imbuhnya.

Dedek Prayudi buktikan data anggaran lem aibon yang diperoleh PSI (twitter @Uki23)
Dedek Prayudi buktikan data anggaran lem aibon yang diperoleh PSI (twitter @Uki23)

Dedek menjelaskan bahwa video itu dia rekam pada 29 Oktober 2019.

"Ini saya video kan link interface publik pada tanggal 29 Oktober 2019," tulis jubir PSI dalam cuitannya yang lain.

Selain anggaran lem Aibon senilai Rp 82 miliar yang menjadi perdebatan, kali ini muncul anggaran lain yang dianggap tidak wajar di DKI Jakarta.

Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP Ima Mahdiah juga mengungkap adanya anggaran pengadaan pasir untuk anak SD Rp 52 miliar dalam KUA-PPAS yang telah direvisi senilai total Rp 89 triliun.

"Ini pengadaan untuk anak sekolah SD, jadi saya juga enggak tahu fungsinya untuk apa. Di sini juga ada thinner sekitar Rp 40 miliar dan helm proyek Rp 34 miliar, ini anggaran Dinas Pendidikan," imbuhnya.

Pengadaan pasir, thinner dan helm proyek itu tercantum dalam perencanaan anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung PSI, PDIP Yakin William Tak Disanksi karena Ungkap Skandal Lem Aibon

Dukung PSI, PDIP Yakin William Tak Disanksi karena Ungkap Skandal Lem Aibon

News | Kamis, 07 November 2019 | 10:34 WIB

PDIP Temukan Anggaran Pasir Rp 52 Miliar untuk Anak SD

PDIP Temukan Anggaran Pasir Rp 52 Miliar untuk Anak SD

News | Kamis, 07 November 2019 | 09:52 WIB

Ditemukan Kejanggalan Anggaran Jakarta, Beli Buku Folio Rp 78,8 Miliar

Ditemukan Kejanggalan Anggaran Jakarta, Beli Buku Folio Rp 78,8 Miliar

News | Rabu, 06 November 2019 | 18:28 WIB

Terkini

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB