Haris Azhar: Radikal Jadi Masalah, Sementara Lo Pakai Kata Revolusi Mental

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Kamis, 07 November 2019 | 17:25 WIB
Haris Azhar: Radikal Jadi Masalah, Sementara Lo Pakai Kata Revolusi Mental
Haris Azhar (Suara.com)

Suara.com - Aktivis HAM Haris Azhar menyebut kadar radikal  seseorang tidak bisa diukur dari cara orang berpakaian. Ia juga heran terhadap penggunakan istilah revolusi oleh pemerintah saat ini.

Pendapat Haris Azhar ini disampaikan dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Macan Idealis milik Ketua DPP Partai Berkarya Vasco Ruseimy pada Rabu (6/11/2019).

Awalnya, Vasco Ruseimy menanyakan pendapat Haris tentang isu radikalisme yang sedang berkembang di Indonesia akhir-akhir ini.

Apalagi, setelah Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan larangan ASN memakai cadar dan celana cingkang.

Menurut Haris, radikal itu bukan hal yang buruk. Sebab secara teorinya, radikal merupakan konsep upaya melakukan perubahan untuk segala hal.

"Dia (radikal) itu bersuara sangat keras, mengambil poin yang sangat hard case, dan dia melakukan desakan-desakan," Haris menjelaskan.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan istilah radikal dalam dunia akademik dan institusional adalah hal yang biasa.

Justru Haris merasa aneh terhadap penggunaan istilah radikal dan revolusi yang dipakai oleh negara.

Ia juga menyinggung program Revolusi Mental dari pemerintahan Presiden Joko Widodo.

baca juga
Haris Azhar dan Vasco Ruseimy membahas isu radikal (YouTube Macan Idealis)
Haris Azhar dan Vasco Ruseimy membahas isu radikal (YouTube Macan Idealis)

"Kenapa kita musti alergi? Negara pakai istilah Revolusi Mental. Maksud gua, kok sekarang menggunakan istilah radikal, sementara elu pakai istilah revolusi. Terus bilang radikalnya negatif, revolusinya oke," kata Haris.

"Jadi kalau mereka yang bicara, mereka (negara) yang gunakan boleh. Jadi aneh," imbuhnya.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) ini juga menyayangkan isu radikal dikaitkan dengan penggunaan pakaian pada golongan tertentu.

"Bukan soal pakaiannya yang harus diserang, tetapi orangnya dan tindakannya," ucap Haris.

"Sekarang koruptor pakai cadar, enggak?" tanya Haris.

"Enggak, pakai jaket," jawab Vasco.

"Pakai jaket, nabrak tiang lagi," balas Haris.

"Jadi enggak bisa nge-judge orang dari pakaiannya. Tapi dari tindakannya, pikirannya, perkataannya," imbuh pria lulusan University of Essex tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Menag Fachrul Perbaiki Cara Komunikasi, DPR: Jangan Bikin Kegaduhan

Minta Menag Fachrul Perbaiki Cara Komunikasi, DPR: Jangan Bikin Kegaduhan

News | Kamis, 07 November 2019 | 13:31 WIB

Guntur Romli Sebut KIM Formasi Tepat untuk Perangi Radikalisme Agama

Guntur Romli Sebut KIM Formasi Tepat untuk Perangi Radikalisme Agama

News | Senin, 04 November 2019 | 17:14 WIB

Wacana Larangan Cadar untuk PNS, Ma'ruf Amin: Itu Penegakan Disiplin

Wacana Larangan Cadar untuk PNS, Ma'ruf Amin: Itu Penegakan Disiplin

News | Jum'at, 01 November 2019 | 21:16 WIB

Terkini

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

×