Guntur Romli Sebut KIM Formasi Tepat untuk Perangi Radikalisme Agama

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Senin, 04 November 2019 | 17:14 WIB
Guntur Romli Sebut KIM Formasi Tepat untuk Perangi Radikalisme Agama
M Guntur Romli menyampaikan pemaparan dalam Diskusi bertajuk 'Radikalisme atau Manipulasi Agama?' di Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (11/4/2019). [Suara.com/M Yasir]

Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli alias Gus Romli menilai susunan menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) Joko Widodo-Maruf Amin merupakan formasi yang tepat untuk memerangi agenda paham radikalisme agama di Indonesia.

Gus Romli pun mengapresiasi penyusunan KIM yang merupakan hak prerogatif Jokowi. Dikatakannya, terpilihnya Jendral Polisi Purn Tito Karnavian sebagai Mendagri, Jenderal TNI Purn Fachrul Razi sebagai Menag, Prabowo Subianto sebagai Menhan dan Mahfud MD sebagai Menkopolhukam merupakan upaya Jokowi memerangi radikalisme agama di Indonesia.

"Formasi kabinet ini bagi saya adalah formasi yang tepat untuk memerangi agenda radikalisme agama," katanya dalam diskusi bertajuk 'Radikalisme atau Manipulasi Agama?' di Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (11/4/2019).

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) itu juga menilai, pemerintah kekinian tidak cukup hanya membubarkan organisasi terlarang yang memiliki paham radikal seperti halnya Hizbut Tahir Indonesia (HTI). Namun, Dia mengatakan pemerintah perlu melakukan penegakkan hukum terhadap tokoh-tokoh yang terlibat dalam organisasi terlarang tersebut.

"Saya kira tugas Mendagri, Menag dan Kapolri adalah tidak cukup membubarkan ormas HTI, tetapi melakukan upaya penegakan hukum terhadap aktor-aktor utamanya. Setelah di negara lain upaya hukum ditegakan, tokoh-tokoh utamanya lari ke negeri lain," ujarnya.

Guntur melanjutkan, larangan dari Menteri Agama Fachrul Razi yang melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintah adalah suatu bentuk antisipasi terhadap ancaman.

Berkenaan dengan itu, Gus Romli pun turut menanggapi terkait wacana Menag Fachrul Razi melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintah. Gus Romli menilai wacana tersebut sebagai upaya perlawanan terhadap paham-paham radikalisme.

"Itu bentuk perlawananan. Ada survei 19,4 persen ASN tak percaya Pancasila. Di BUMN ada survei 9 persen pegawainya enggak percaya Pancasila. Intoleransi politik mengalami peningkatan," katanya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Ide Jokowi Ubah Istilah Radikalisme, Begini Kata Pengamat

Soal Ide Jokowi Ubah Istilah Radikalisme, Begini Kata Pengamat

News | Senin, 04 November 2019 | 14:07 WIB

Jokowi Sebut Radikalisme Sebagai Manipulator Agama, Ini Kata Wamenag

Jokowi Sebut Radikalisme Sebagai Manipulator Agama, Ini Kata Wamenag

News | Minggu, 03 November 2019 | 10:44 WIB

Cuit Ruhut: Menag Lakukan Pencegahan Tapi Banyak yang Kebakaran Jenggot

Cuit Ruhut: Menag Lakukan Pencegahan Tapi Banyak yang Kebakaran Jenggot

News | Sabtu, 02 November 2019 | 12:55 WIB

Wacana Larangan Cadar untuk PNS, Ma'ruf Amin: Itu Penegakan Disiplin

Wacana Larangan Cadar untuk PNS, Ma'ruf Amin: Itu Penegakan Disiplin

News | Jum'at, 01 November 2019 | 21:16 WIB

Wapres Ma'ruf Tak Masalah Istilah Radikalisme Diubah Jadi Manipulator Agama

Wapres Ma'ruf Tak Masalah Istilah Radikalisme Diubah Jadi Manipulator Agama

News | Jum'at, 01 November 2019 | 19:14 WIB

Terkini

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

×