Warga Protes Atap JPO Sudirman Dicopot Anies: Selfie Panas-panas Begini?

Reza Gunadha | Fakhri Fuadi Muflih
Warga Protes Atap JPO Sudirman Dicopot Anies: Selfie Panas-panas Begini?
Pengguna JPO Sudirman - Thamrin, Jakarta Pusat, sebal terhadap Pemprov DKI yang mencopot atap fasilitas itu. Mereka mengatakan, lewat JPO itu saat siang hari terlampau panas. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

"Aduh mau foto bagaimana, panas begini. Cahayanya juga. Malah disipit-sipitin ini matanya kalau mau," ujar Riri

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan kebijakan mencopot atap jembatan penyebrangan orang (JPO) di kawasan Jalan Sudirman demi menjadi lokasi swafoto atau selfie. Namun, kebijakan tersebut banyak diprotes oleh karyawan-karyawati di perkantoran kawasan tersebut.

Salah satunya adalah Riri (25) yang menilai kebijakan itu salah kaprah. Sebab, JPO itu biasanya ramai digunakan mereka pada siang hari untuk menuju atau pulang dari kantor.

Riri juga menuturkan, ketika siang hari, nyaris tak ada pengguna JPO yang mau berswafoto di JPO tersebut karena panas matahari.

Riri yang ditemui saat sedang melintas di fasilitas itu mengatakan, sulit untuk delfie yang bagus di tengah panas terik matahari. Menurutnya, jika memaksa berswafoto, maka matanya harus sedikit dipejamkan.

"Aduh mau foto bagaimana, panas begini. Cahayanya juga. Malah disipit-sipitin ini matanya kalau mau," ujar Riri di lokasi, Jumat (8/11/2019).

Riri mengaku lebih menyukai JPO sebelumnya yang memiliki atap. Menurutnya, meski dengan atap, JPO juga bisa direnovasi dan menjadi lokasi swafoto yang bagus.

"Enggak harus dicopot ya kalau cuma buat tempat selfie, bisa saja tetap makai atap, kasih kaca, dekorasi bagus," kata dia.

Pengguna JPO Sudirman - Thamrin, Jakarta Pusat, sebal terhadap Pemprov DKI yang mencopot atap fasilitas itu. Mereka mengatakan, lewat JPO itu saat siang hari terlampau panas. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
Pengguna JPO Sudirman - Thamrin, Jakarta Pusat, sebal terhadap Pemprov DKI yang mencopot atap fasilitas itu. Mereka mengatakan, lewat JPO itu saat siang hari terlampau panas. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Bikin Repot

Seorang karyawati lainnya di kawasan Sudirman, Lisa (26) mengaku geram terhadap kebijakan Pemprov DKI Jakarta tersebut.

Lisa yang ditemui bersama rekannya, Ashley (25) saat melintas JPO itu ketika siang bolong, Kamis (7/11), mengeluhkan panas.

Karena panas terik matahari begitu menyengat, Lisa menggunakan payung dan Ashley mengenakan jaket dengan tudung kepala.

Mereka mengaku sengaja mengenakannya saat keluar kantor. Pasalnya, mereka tidak kuat terhadap panas matahari ketika harus melewati JPO itu.

"Biasanya, dulu, enggak pernah pakai ini (payung). Gersang banget kan jam segini, panas banget," ujar Lisa di lokasi, Kamis (7/11/2019).

Lisa mengaku kebijakan ini membuatnya kerepotan harus membawa payung atau penahan panas lain. Karena itu ia merasa sebal terhadap copotnya atap JPO Sudirman.

"Sebal sekali. Kami kan sering lewat sini, kerja di seberang depan. Kalau ketemu orang, beli makan, jadi harus bawa payung terus," kata dia.

Sebelumnya, atap JPO di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat telah dicopot Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Alasannya, fasilitas itu dianggap lebih bagus saat difoto tanpa atap.

Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho mengatakan dengan tidak adanya atap, khususnya saat malam hari pemandangan kawasan Sudirman-Thamrin akan lebih indah. Menurutnya ini akan memberikan pengalaman tersendiri bagi para pejalan kaki.

"View ke gedung-gedung tinggi, menambahkan suasana dan pengalaman lain. Pengalaman lain lagi nih, selain untuk pejalan kaki juga untuk swafoto, berselfie ria. Instagrammable lah," ujar Hari saat dihubungi, Rabu (6/10/2019).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS