Di Depan Jokowi, KPU Usul Narapidana Korupsi Dilarang Ikut Pilkada 2020

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 11 November 2019 | 15:10 WIB
Di Depan Jokowi, KPU Usul Narapidana Korupsi Dilarang Ikut Pilkada 2020
Ketua KPU Temui Jokowi, Lapor Hasil Pemilu 2019. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman menyebut pihaknya mengusulkan larangan narapidana kasus tindak pidana korupsi yang maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 ke dalam Peraturan KPU (PKPU).

Usulan tersebut kata Arief telah disampaikan saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Senin (11/11/2019).

"Kenapa yang sekarang sudah ada pengalaman itu kok masih mengusulkan, pertama karena ada novum baru, ada fakta baru yang dulu menjadi argumentasi dan sekarang patah argumentasi itu," ujar Arief di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (11/11/2019).

Fakta baru kata Arief, terdapat calon kepala daerah yang sudah ditangkap dan sudah ditahan, namun masih terpilih. Padahal kata Arief, calon kepala daerah yang sudah ditahan ketika terpilih, tidak bisa memerintah, sehingga digantikan orang lain

Hal tersebut, kata Arief terjadi pada pemilihan bupati Tulungagung, Jawa Timur, dan pemilihan Gubernur Maluku Utara.

"Jadi sebetulnya apa yang dipilih oleh pemilih menjadi sia-sia karena yang memerintah bukan yang dipilih, tetapi orang lain. Itu fakta yang pertama, itu terjadi di tulungagung dan Maluku Utara, pemilihan gubernur Maluku Utara," ucap Arief.

Kemudian kedua kata Arief yakni ada argumentasi kalau seseorang yang sudah ditahan itu telah selesai menjalani hukuman atau sudah tobat dan tak melakukan korupsi lagi.

Namun faktanya terjadi di Kudus yang dilakukan Bupati Kudus Muhammad Tamzil.

"Yan kedua, ada argumentasi, kalau sudah ditahan dia sudah menjalani kan sudah selesai, sudah tobat, tidak akan terjadi lagi. Tetapi faktanya kudus itu kemudian, sudah pernah ditahan, sudah bebas, nyalon lagi, terpilih, korupsi lagi," kata Arief.

baca juga

Karena itu pihaknya melarang narapidana koruptor untuk maju di Pilkada dengan dua fakta tersebut.

"Nah atas dasar dua fakta ini yang kami menyebutkan sebagai novum ini, maka kami mengusulkan ini tetap diatur di pemilihan kepala daerah," ucap Arief.

Lebih lanjut, KPU kata Arief menginginkan agar calon kepala daerah yang ingin maju bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan memiliki rekam jejak yang baik.

"Maka kami ingin satu orang itu betul-betul mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sekaligus menjadi contoh yang baik. Itu yang menjadi, nah salah satunya adalah punya rekam jejak yang baik, itu mengapa kami masih mengusulkan di dalam pemilihan kepala daerah," ucap Arief.

"Nah, melihat perdebatan, ini sudah tidak sekeras dulu lagi, pembahasan kita saya rasa semakin banyak yang punya nafas yang sama, punya rasa yang sama, ya kita butuh yang ini," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maju Pilkada Solo, Pendiri PAN Minta Gibran Sabar Tunggu Jokowi Pensiun

Maju Pilkada Solo, Pendiri PAN Minta Gibran Sabar Tunggu Jokowi Pensiun

News | Senin, 11 November 2019 | 13:40 WIB

PAUD yang Dulu Diresmikan Jokowi Ambruk, Siswa Belajar di Luar

PAUD yang Dulu Diresmikan Jokowi Ambruk, Siswa Belajar di Luar

Jawa Tengah | Senin, 11 November 2019 | 12:44 WIB

Ketua KPU Temui Jokowi, Lapor Hasil Pemilu 2019

Ketua KPU Temui Jokowi, Lapor Hasil Pemilu 2019

News | Senin, 11 November 2019 | 11:24 WIB

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Teruskan Perjuangan Para Pahlawan

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Teruskan Perjuangan Para Pahlawan

News | Minggu, 10 November 2019 | 17:56 WIB

Terkini

Kapal Tanker Minyak Dunia Lewat di Selat Bab al-Mandeb Dipastikan Gratis

Kapal Tanker Minyak Dunia Lewat di Selat Bab al-Mandeb Dipastikan Gratis

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Kim Se Jeong hingga Cho Han Gyeol Bintangi Drama Baru Bertema High School

Kim Se Jeong hingga Cho Han Gyeol Bintangi Drama Baru Bertema High School

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Amerika Stres Iran Tak Hancur-hancur Diserang, Temui Jalan Buntu

Amerika Stres Iran Tak Hancur-hancur Diserang, Temui Jalan Buntu

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II

Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II

Lampung | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:08 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 1 Agustus 2026, Awal Bulan Panen Peluang Baik!

4 Zodiak Paling Beruntung 1 Agustus 2026, Awal Bulan Panen Peluang Baik!

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo

Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo

Jatim | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:53 WIB

Donald Trump Gereget Mau Rudal Fasilitas Nuklir Iran: Sampai Mereka Bilang Tak Tahan Lagi

Donald Trump Gereget Mau Rudal Fasilitas Nuklir Iran: Sampai Mereka Bilang Tak Tahan Lagi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Perkuat Industri Semikonduktor, PERURI Luncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih

Perkuat Industri Semikonduktor, PERURI Luncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:40 WIB

57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko

57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:33 WIB

×