Pasca Diguncang Ledakan, Begini Kondisi Kejari Pare-pare

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 20 November 2019 | 09:35 WIB
Pasca Diguncang Ledakan, Begini Kondisi Kejari Pare-pare
Lokasi ledakan yang terjadi di area Kantor Kejari Pare-pare, Sulawesi Selatan. [Antara]

Suara.com - Aktivitas kantor Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kota Pare-pare, Provinsi Sulawesi Selatan kembali normal pasca insiden ledakan sisa detonator yang pernah dimusnahkan di halaman belakang kantor setempat.

"Sudah berkantor seperti biasalah, semua aktivitas juga seperti biasa, biarkan petugas Brimob yang melaksanakan tugasnya," ujar Kepala Kantor Kejari Pare-pare, Amis Syamsuddin kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).

Ia menerangkan, ledakan yang terjadi kemarin sore, adalah sisa barang bukti hasil tangkapan beberapa waktu dari pelaku kejahatan menggunakan detonator atau alat bahan peledak untuk membom ikan di laut setelah divonis penjara.

"Itu kan (lokasi ledakan) tempat pemusnahan barang bukti yang ditanam di situ (disemen). Nah, kemudian pas di bersihkan sampah, dibakar dekat situ di lokasi ledakan," katanya.

Amir juga mengaku telah menyerahkan kepada aparat polisi soal jumlah detonator yang dimusnahkan dan apakah akan diangkat semua atau tidak.

"Biarkan pihak kepolisian dulu yang melakukan penyisiran, kalau kesimpulannya itu, seperti apa kita tunggu saja nanti," katanya.

Hingga saat ini sejumlah anggota Kepolisian dan Brigade Mobile Polda Sulsel masih berjaga di area lokasi ledakan dan menunggu tim Jibom untuk melakukan investigasi.

Sebelumnya, Komandan Satuan (Dansat) Brigade Mobile Brimob Polda Sulsel, Kombes Muhammad Anis Prasetya, melakukan peninjauan di lokasi ledakan serta mengimbau masyarakat agar menjauhi lokasi ledakan untuk mengantisipasi ledakan susulan.

"Kecuali petugas, saya harap kita jauhi dulu lokasi ledakan untuk mengantisipasi ledakan susulan apalagi ini sudah malam petugas pun tetap jaga diri," tegasnya malam tadi.

baca juga

Guna mengantisipasi hal tersebut, tambah, Anis, Brimob Polda Sulsel menurunkan langsung dua unit tim Penjinak Bom (Jibom) ke lokasi ledakan untuk melakukan identifikasi yang dilakukan esok (hari ini).

"Kita sudah datangkan dua unit Jibom, nanti besok akan bekerja, malam ini kita jaga dulu, besok kita liat TKP-nya karena ini sudah malam jadi rawan," papar dia.

Dansat Brimob, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetya, datang ke lokasi ledakan didampingi Kaden Gegana Polda Sulsel, Kompol Haruna dan tim Labfor Polda Sulsel.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Darwis menuturkan, sebanyak 15 personil kepolisian Polres Parepare disiagakan untuk berjaga di kantor kejari tersebut.

"Ini untuk menjaga dulu malam ini, status Qou atau dengan kata lain menjaga keaslian TKP," sebut Darwis.

Kepala Seksi Intel Kejari Pare-pare, Amiruddin kepada wartawan, Selasa, mengatakan ledakan tersebut bisa saja dari detonator yang dimusnahkan beberapa waktu lalu, namun penyebab pastinya belum bisa disebutkan, karena belum diketahui pemicunya apa dan masih diselidiki polisi.

"Kalau ilmunya kesana kami tidak tahu pemicu ledakaanya, kami tidak tahu itu," kata Amiruddin.

Meski demikian, ia menyebutkan, dari data Pidana Umum (Pidum) Kejari Pare-pare, ada 400 lebih detonator yang sudah dimusnahkan kala itu.

"Sesuai data, ada sekitar 400 lebih (detonator) dan juga ada pada tahun sebelumnya itu, tahun 2017 (dimusnahkan). Tadi, kebetulan saya tidak di lokasi (saat ledakan) karena lagi sidang. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ledakan di Kejari Pare-pare Diduga Berasal dari Timbunan Sisa Detonator

Ledakan di Kejari Pare-pare Diduga Berasal dari Timbunan Sisa Detonator

News | Selasa, 19 November 2019 | 22:00 WIB

Kantor Kejari Pare-pare Diguncang Ledakan

Kantor Kejari Pare-pare Diguncang Ledakan

News | Selasa, 19 November 2019 | 18:05 WIB

Tambang Batu Bara Meledak di China, 15 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Meledak di China, 15 Orang Tewas

News | Selasa, 19 November 2019 | 14:10 WIB

Soal Ledakan di Rumah Mertua Bupati Bantul, Diduga Hanya Petasan

Soal Ledakan di Rumah Mertua Bupati Bantul, Diduga Hanya Petasan

Jogja | Senin, 18 November 2019 | 16:41 WIB

Rumah Mertua Bupati Bantul Diteror, Ini Kronologi Menurut Pengakuan Saksi

Rumah Mertua Bupati Bantul Diteror, Ini Kronologi Menurut Pengakuan Saksi

Jogja | Senin, 18 November 2019 | 15:22 WIB

Bukan Aksi Teror, Polisi: Penyelundup 100 Detonator Terkait Illegal Fishing

Bukan Aksi Teror, Polisi: Penyelundup 100 Detonator Terkait Illegal Fishing

Jatim | Jum'at, 15 November 2019 | 13:26 WIB

Pakai Fortuner, Ahmad Bawa 100 Detonator dan 25 Kg Potasium Klorat ke Bali

Pakai Fortuner, Ahmad Bawa 100 Detonator dan 25 Kg Potasium Klorat ke Bali

Jatim | Jum'at, 15 November 2019 | 08:01 WIB

Pengamat: Internet dan Media Sosial Penyebab Utama Radikalisme Agama

Pengamat: Internet dan Media Sosial Penyebab Utama Radikalisme Agama

News | Kamis, 14 November 2019 | 13:36 WIB

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Ruhut Minta Bubarkan Lembaga Ekstrem

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Ruhut Minta Bubarkan Lembaga Ekstrem

News | Kamis, 14 November 2019 | 13:36 WIB

AHY Mengutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

AHY Mengutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

News | Kamis, 14 November 2019 | 13:36 WIB

Terkini

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:32 WIB

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 14:31 WIB

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

×