Ceramah di KPK, Gus Muwafiq Bicara Soal Bhinneka Tunggal Ika

Dwi Bowo Raharjo, Welly Hidayat

Rabu, 20 November 2019 | 14:52 WIB
Ceramah di KPK, Gus Muwafiq Bicara Soal Bhinneka Tunggal Ika
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan ulama Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq untuk memberikan tausiah. (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan ulama Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq untuk memberikan tausiah dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Doa Bersama untuk Negeri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019).

Gus Muwafiq mengangkat tema yang diangkat terkait kebangsaan. Muwafiq pun mencontohkan negara Yunani yang memiliki sejarah dan budaya yang masuk ke Indonesia, sehingga berdirinya kerajaan-kerajaan.

"Mereka (bangsa Yunani), tahu bangsa Indonesia itu bangsa besar," ujar Muwafiq di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019).

Satu kiai dari Nahdlatul Ulama (NU) itu kemudian berbicara mengenai perkembangan teknologi dan peradaban.

Menurutnya, bangsa-bangsa di dunia saat ini sedang berlomba menjadi nomor satu, dan Indonesia punya potensi jadi bangsa besar.

Sehingga, globalisme tak dapat ditolak, tapi justru dirangkul dan disaring dengan tetap mempertahankan jati diri sebagai bangsa.

"Bhinneka Tunggal Ika menjadi kekuatan utama yang cukup ampuh bagi bangsa Indonesia membentengi globalisasi. Di Indonesia itu biasa berbeda-beda tapi tetap satu," kata Muwafiq

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut kegiatan tausiah ini dilakukan untuk memperkuat rasa kebangsaan para pegawai Lembaga Antikorupsi. Dimana, KPK dibentuk untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Tujuan kami memang ingin mempertebal rasa kebangsaan kita. KPK berdiri untuk memperkuat eksistensi NKRI," ujar Agus

baca juga

Agus menambahkan, tausiah yang disampaikan Muwafiq sangat diperlukan karyawan KPK untuk memperkuat pemahaman kebangsaan. Sekaligus, merawat Indonesia bukan tugas yang mudah dan untuk itu perlu terus ditanamkan.

"Mohon cara berbangsa dan bernegara lebih dikuatkan dengan pertemuan hari ini. Memang tujuannya membangun komunikasi, memperkuat silaturahmi," tutup Agus

Sebelumnya KPK juga menghadirkan Ustaz Abdul Somad atau UAS untuk mengisi tausiah di hadapan pimpinan KPK Agus Rahardjo cs bersama para pegawai di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/11/2019) kemarin.

Ustaz Somad mengatakan dirinya sempat menguatkan para pimpinan KPK maupun pegawai KPK yang beragama islam untuk tetap terus beribadah.

"Penguatan sesuai agama masing-masing, maka di KPK ada tausiah ada pengajian menguatkan keyakinan apa yang kita lakukan adalah ibadah," kata Ustaz Somad di Lobi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambangi KPK, Lili dan Ghufron Adaptasi Sebelum Kerja Sebagai Komisioner

Sambangi KPK, Lili dan Ghufron Adaptasi Sebelum Kerja Sebagai Komisioner

News | Selasa, 19 November 2019 | 17:53 WIB

Ustaz Abdul Somad Isi Tausiah di KPK Soal Integritas

Ustaz Abdul Somad Isi Tausiah di KPK Soal Integritas

News | Selasa, 19 November 2019 | 15:00 WIB

KPK Kembali Cegah Bupati Solok Selatan ke Luar Negeri

KPK Kembali Cegah Bupati Solok Selatan ke Luar Negeri

News | Selasa, 19 November 2019 | 13:40 WIB

Mahalnya Biaya Politik Jadi Alasan Kepala Daerah Maling Uang Negara

Mahalnya Biaya Politik Jadi Alasan Kepala Daerah Maling Uang Negara

News | Senin, 18 November 2019 | 22:41 WIB

Terkini

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 12:21 WIB

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Rampung Syuting, Lily Collins Pamitan dari Emily in Paris Musim Terakhir

Rampung Syuting, Lily Collins Pamitan dari Emily in Paris Musim Terakhir

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 12:18 WIB

0857 Kartu Apa? Ini Jawaban beserta Info Operator, Daerah, dan Tips Ceknya

0857 Kartu Apa? Ini Jawaban beserta Info Operator, Daerah, dan Tips Ceknya

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Bukan Cuma Mulus, OriginOS 7 Bawa AI Agent yang Bisa Kerjakan Tugas Lintas Perangkat

Bukan Cuma Mulus, OriginOS 7 Bawa AI Agent yang Bisa Kerjakan Tugas Lintas Perangkat

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 12:16 WIB

Sedang Banyak Dicari, Uang Bertanda Tangan Purbaya Keluaran Tahun Berapa?

Sedang Banyak Dicari, Uang Bertanda Tangan Purbaya Keluaran Tahun Berapa?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:16 WIB

Harumkah Bunga di Surga?

Harumkah Bunga di Surga?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:15 WIB

×