Survei: Masyarakat Tetap NKRI, Tak Mau Benturkan Agama dengan Pancasila

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Jum'at, 29 November 2019 | 17:37 WIB
Survei: Masyarakat Tetap NKRI, Tak Mau Benturkan Agama dengan Pancasila
Parameter Politik Indonesia saat merilis hasil survei. (Suara.com/Novian).

Suara.com - Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei terbarunya mengenai wajah Islam politik pasca Pemilu 2019. Survei tersebut dilakukan dari periode 5 hingga 12 Oktober 2019 dengan sampel sebanyak 1.000 responden.

Adapun pengambilan survei dilakukan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95%.

Direktur Eksekurif Parameter Politik Adi Prayitno mendapatkan temuan bahwa masyarakat Indonesia tidak ingin membenturkan antara agama dengan Pancasila sebagai ideologi. Mayoritas dari mereka menganggap baik agama maupun Pancasila sama pentingnya.

Hal tersebut tampak berdasarkan hasil survei dengan pertanyaan lebih penting mana antara agama dan Pancasila. Hasilnya, masyarakat yang menjawab agama dan Pancasila sama pentingnya ada 81,4 persen, sedangkan yang menjawab agama lebih penting dari Pancasila sebanyak 15,6 persen, terakhir yang menjawab Pancasila lebih penting dari agama hanya 3,0 persen.

"Karena Indonesia ini adalah hasil kawin silang dari varian kepentingan politik agama yang kemudian mengkristal menjadi satu kesatuan yang disebut dengan agama," kata Adi di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).

Kendati lebih didominasi oleh masyarakat yang tidak ingin antara agama dan Pancasila dan agama dibenturkan, namun masih ada 15,6 persen yang menyatakan lebih penting agama. Kelompok itu, kata Adi yang diindikasikan selama ini dapat mengancam demokrasi dan Pancasila.

"Hanya 15,6 persen yang mengatakan agama lebih penting dari Pancasila, mungkin ini yang kemudian diasosiasikan sebagai kelompok Islam politik atau aktivitis politik Islam yang ditengarai berpotensi mengancam stabilitas demokrasi dan Pancasila, hanya 15,6 persen. Sementara sisanya itu mengatakan Pancasila lebih penting dari agama,” ujarnya.

Kemudian hasil temuan kedua pada survei, yakni tentang bentuk negara seperti apa yang ideal untuk Indonesia. Dari survei tersebut, mayoritas masyarakat Indonesia mengatakan bahwa NKRI yang berasaskan Pancasila dengan menyertakan nilai agama tapi tidak diformalkan merupakan bentuk negara yang paling ideal dengan persentase 62,0 persen.

Sementara jawaban masyarakat lainnya menganggap bentuk negara NKRI yang berasaskan Pancasila dan agama menjadi urusan pribadi sebanyak 22,1 persen, negara berasaskan agama yang diformalkan sebanyak 6,7 persen, dan yang tidak menjawab ada 9.2 persen.

baca juga

Adi beranggapan bahwa angka 6,7 persen yang ingin negara berasaskan agama yang diformalkan tersebut merepresentasikan kelompok Islam kanan atau Islam fundamental. Sedangkan angka 22,1 persen tersebut mencerminkan kelompok liberal lantaran ingin agama menjadi urusan pribadi.

"Ini kan saya kira adalah jawaban spontanitas mayoritas umat Islam yang kebetulan responden kita itu mengatakan bahwa secara ideal basis negara kita harus tetap NKRI berdasarkan Pancasila dengan mengadopsi nilai-nilai agama, tapi tidak perlu diformalkan. Nilai agama itu penting seperti keadilan, seperti musyawarah, antikekerasan dan seterusnya. Yang penting nilai-nilai agama itu tidak dibuang jauh dari ruang publik," kata Adi.

Berdasarkan temuan tersebut, Adi menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang moderat. Karena dari data yang ditunjukan,  bahwa ada sebanyak 81,4 persen masyarakat yang menganggap Pancasila dan agama sama penting. Serta 62 persen masyarakat yang lebih memilih negara berbentuk NKRI dengan mengakomodasi nilai agama tapi tidak perlu untuk diformalkan.

"Bahwa kecenderungan masyarakat di Indonesia adalah moderat. Satu, tidak mau membentur-benturkan antara agama dengan negara. Yang kedua, mereka ini tetap menganggap NKRI, Pancasila menjadi bentuk ideal negara, tapi tetap tidak melupakan agama sebagai nilai-nilai untuk membuat semua kebijakan. Tapi nilai agama yang dimaksud adalah nilai agama yang tidak diformalkan,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rilis Survei: Masyarakat Tak Peduli Habib Rizieq Pulang Atau Tidak

Rilis Survei: Masyarakat Tak Peduli Habib Rizieq Pulang Atau Tidak

News | Jum'at, 29 November 2019 | 17:20 WIB

Beri Rekomendasi Izin FPI, Kemenag: Sudah Buat Pernyataan Setia Pancasila

Beri Rekomendasi Izin FPI, Kemenag: Sudah Buat Pernyataan Setia Pancasila

News | Jum'at, 29 November 2019 | 17:16 WIB

Bentrok Ormas di Bekasi Makan Korban, Wali Kota: Itu Masalah Pribadi

Bentrok Ormas di Bekasi Makan Korban, Wali Kota: Itu Masalah Pribadi

Jabar | Senin, 18 November 2019 | 15:14 WIB

Bentrok Ormas di Bekasi: Satu Orang Luka Parah, Warga Resah

Bentrok Ormas di Bekasi: Satu Orang Luka Parah, Warga Resah

Jabar | Minggu, 17 November 2019 | 12:36 WIB

Wapres Maruf: Khilafah Tertolak di Indonesia Karena Sudah NKRI

Wapres Maruf: Khilafah Tertolak di Indonesia Karena Sudah NKRI

News | Jum'at, 08 November 2019 | 10:21 WIB

Maruf Amin di Acara Pemuda Pancasila: Saya Merasa Kembali Muda

Maruf Amin di Acara Pemuda Pancasila: Saya Merasa Kembali Muda

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 11:34 WIB

Pakai Kemeja Loreng Oranye, Maruf Amin Dilantik jadi Anggota Luar Biasa PP

Pakai Kemeja Loreng Oranye, Maruf Amin Dilantik jadi Anggota Luar Biasa PP

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 11:09 WIB

Vedi R Hadiz: Populisme Islam dan Kaum Oligarkis pada Pilpres 2019

Vedi R Hadiz: Populisme Islam dan Kaum Oligarkis pada Pilpres 2019

wawancara | Senin, 25 Februari 2019 | 07:20 WIB

Ketua PBNU: Politik Massa Islam Kembali

Ketua PBNU: Politik Massa Islam Kembali

News | Sabtu, 19 April 2014 | 12:06 WIB

Terkini

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB