Wapres Maruf: Khilafah Tertolak di Indonesia Karena Sudah NKRI

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 08 November 2019 | 10:21 WIB
Wapres Maruf: Khilafah Tertolak di Indonesia Karena Sudah NKRI
Wapres Maruf Amin dalam acara Seminar Sekolah Sespimti Polri di The Tribata, Jakarta Selatan pada Jumat (8/11/2019). [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan sistem kepemimpinan khilafah bukan ditolak akan tetapi tertolak masuk ke Indonesia. Alasannya, karena Indonesia sudah memiliki sistem yang disepakati yakni, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus dihormati.

Maruf menerangkan khilafah merupakan salah satu kepimpinan Islami yang memang memiliki macamnya. Namun, bukan berarti khilafah bisa begitu saja masuk ke Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

"Saya mengatakan khilafah bukan ditolak di Indonesia tapi tertolak. Kenap tertolak? kalau ditolak itu bisa masuk tapi ditolak. Tapi kalau tertolak memang tidak masuk. Karena apa? Bukan karena (persoalan) islami tidak islami tapi menyalahi kesepakatan nasional," kata Maruf dalam acara Seminar Sekolah Sespimti Polri di The Tribata, Jakarta Selatan pada Jumat (8/11/2019).

Maruf menyatakan khilafah jelas tidak sesuai dengan kesepakatan nasional. Kesepakatan nasional yang dimaksud ialah Indonesia sebagai negara yang menganut sistem kepemimpinan republik.

"NKRI. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau itu menjadi khilafah maka menjadi tidak NKRI lagi. NKKHI. Negara Kesatuan Khilafah Indonesia," tuturnya.

Maruf menerangkan kalau khilafah juga akan ditolak di negara-negara Islam lainnya seperti Arab Saudi misalnya yang menerapkan sistem kepemimpinan kerajaan. Kerajaan pun ada di Islam sehingg perlu dihormati.

Kemudian seperti Mesir dan Turki yang sama seperti Indonesia menerapkan sistem republik. Lagipula, Maruf menegaskan, sejatinya sistem kepemimpinan republik termasuk ke dalam kesepakatan yang mesti dihargai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres Maruf Yakin Ada Penerus Gus Dur dari Kalangan Santri

Wapres Maruf Yakin Ada Penerus Gus Dur dari Kalangan Santri

News | Kamis, 07 November 2019 | 21:08 WIB

Maruf Amin Sebut Radikalisme Harus Dihilangkan Agar Indonesia Maju

Maruf Amin Sebut Radikalisme Harus Dihilangkan Agar Indonesia Maju

News | Kamis, 07 November 2019 | 20:27 WIB

Wapres Maruf: Banyak Orang Menyimpang Ikuti Tafsir Jalan Lain

Wapres Maruf: Banyak Orang Menyimpang Ikuti Tafsir Jalan Lain

News | Kamis, 07 November 2019 | 15:38 WIB

Datangi Kantor Wapres, KY Minta Didukung Penuh Maruf Amin

Datangi Kantor Wapres, KY Minta Didukung Penuh Maruf Amin

News | Rabu, 06 November 2019 | 14:37 WIB

Terkini

Spesifikasi Kapal RFA Lyme Bay Milik Inggris yang Akan Menjadi Benteng Drone di Selat Hormuz

Spesifikasi Kapal RFA Lyme Bay Milik Inggris yang Akan Menjadi Benteng Drone di Selat Hormuz

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:40 WIB

Selain BBM, Harga HP Kemungkinan Bakal Naik Karena Perang Iran

Selain BBM, Harga HP Kemungkinan Bakal Naik Karena Perang Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:34 WIB

3 Prajurit TNI Tewas dalam Serangan Israel dan Ledakan di Lebanon, PBB Mengutuk Keras

3 Prajurit TNI Tewas dalam Serangan Israel dan Ledakan di Lebanon, PBB Mengutuk Keras

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:21 WIB

Zebra Cross Pac-Man Viral, Pemprov DKI Akhirnya Bangun 5 Penyeberangan Baru di Tebet

Zebra Cross Pac-Man Viral, Pemprov DKI Akhirnya Bangun 5 Penyeberangan Baru di Tebet

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:56 WIB

Kasus Amsal Sitepu: Saat Kreativitas Dinilai Rp0 dan Berujung Tuntutan 2 Tahun Penjara

Kasus Amsal Sitepu: Saat Kreativitas Dinilai Rp0 dan Berujung Tuntutan 2 Tahun Penjara

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:38 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:32 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:56 WIB

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:35 WIB

Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet

Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:33 WIB

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:29 WIB