Anies Cek Titik Jokowi Kena Macet, Ojol Beberkan Fakta Penyebab Kemacetan

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Senin, 02 Desember 2019 | 12:11 WIB
Anies Cek Titik Jokowi Kena Macet, Ojol Beberkan Fakta Penyebab Kemacetan
Ilustrasi kemacetan [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut akan melakukan pengecekan titik persis yang menjadi lokasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terjebak kemacetan di ibu kota. Pernyataan Anies tersebut mendapatkan jawaban menohok dari driver ojek online (ojol).

Melalui akun Twitter @ryan_nus, driver ojek online ini membeberkan fakta sesungguhnya yang menyebabkan kemacetan parah di Jalan Satrio, Jakarta Selatan.

"Sini pak @aniesbaswedan, saya bantu jelasin penyebab macet parahnya di Jalan Satrio selama beberapa bulan terakhir. Kebetulan itu tempat ngojol saya tiap hari," kata akun tersebut seperti dikutip Suara.com, Senin (2/12/2019).

Driver ojol beberkan bukti penyebab Jokowi kena macet di Jalan Satrio (Twitter/ryan_nus)
Driver ojol beberkan bukti penyebab Jokowi kena macet di Jalan Satrio (Twitter/ryan_nus)

Driver ojol ini mengkritisi adanya pengerjaan proyek trotoar di Jalan Satrio. Menurutnya, proyek pengerjaan hanya 2 kilometer namun sudah lebih dari 5 bulan proyek tersebut belum juga selesai.

Tak sekadar mengkritisi lewat kata-kata, sang driver ojol ini juga melampirkan bukti foto hingga trafik kemacetan yang muncul di Google Maps. Semua bukti-bukti penyebab kemacetan di Jalan Satrio diunggah di akunnya dengan menandai akun Twitter Anies Baswedan.

Proyek pengerjaan trotoar tersebut menjadi penyebab utama kemacetan yang parah di sekitar Jalan Satrio. Terlebih, seringkali kendaraan proyek diparkir di bahu jalan hingga memakan satu jalu, tentu hal itu menambah kemacetan yang ada.

Driver ojol beberkan bukti penyebab Jokowi kena macet di Jalan Satrio (Twitter/ryan_nus)
Driver ojol beberkan bukti penyebab Jokowi kena macet di Jalan Satrio (Twitter/ryan_nus)

"Jalan Satrio sudah macet karena pelebaran trotoar, ditambah lagi suka ada kendaraan proyek ini parkir pinggir jalan, sisa satu jalur. Macet nggak putus sampe Kampung Melayu," ungkapnya.

Tak hanya itu, ada beberapa titik putaran yang justru ditutup saat jam kerja untuk pengerjaan proyek, salah satunya putaran di dekat Menara Standard Chartered di Jalan Satrio. Hal ini menambah daftar panjang penyebab kemacetan di Jalan Satrio.

"Ini paling parah pak @aniesbaswedan, di sekitar Gedung Standard Chartered (Sampoerna) itu ada putaran balik atau belokan yang suka ditutup karena pengerjaan proyek di jam sibuk. Apa nggak bisa ngerjainnya pas malam aja?" tuturnya.

Sang driver mengaku sangat setuju dengan program Anies memperbaiki trotoar. Namun, ia membuat catatan khusus agar pembangunan trotoar dapat berjalan dengan lancar tanpa mengganggu aktivitas lainnya.

"Saya sangat setuju pedestrian untuk pejalan kaki harus diperbagus. Tapi tolong pengerjaannya cepat, rapih, lebar trotoarnya nggak lebay, trotoar yang sudah bagus nggak dibongkar dan setelah jadi nggak ditempati orang jualan," pungkasnya.

Driver ojol beberkan bukti penyebab Jokowi kena macet di Jalan Satrio (Twitter/ryan_nus)
Driver ojol beberkan bukti penyebab Jokowi kena macet di Jalan Satrio (Twitter/ryan_nus)

Cuitan dari driver ojol ini mendadak viral dan menjadi perbincangan warganet. Hingga kini cuitan tersebut telah dicuitkan ulang sebanyak 13 ribu cuitan dan disukai lebih dari 14 ribu orang.

Banyak warganet yang ikut menandai akun Anies Baswedan agar orang nomor satu di DKI Jakarta itu bisa melihat bukti-bukti nyata penyebab kemacetan yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Kubu Sebelah Megap-Megap karena Pancasila, PKS Sentil Stafsus Jokowi

Sebut Kubu Sebelah Megap-Megap karena Pancasila, PKS Sentil Stafsus Jokowi

News | Senin, 02 Desember 2019 | 09:54 WIB

Pemerintah Kembangkan 10 'Bali' Baru, Lima di Antaranya Siap Dikebut

Pemerintah Kembangkan 10 'Bali' Baru, Lima di Antaranya Siap Dikebut

Lifestyle | Minggu, 01 Desember 2019 | 14:09 WIB

Jubir Presiden: Presiden Tetap Dipilih Rakyat secara Langsung

Jubir Presiden: Presiden Tetap Dipilih Rakyat secara Langsung

News | Sabtu, 30 November 2019 | 13:06 WIB

Berjam-jam Berjibaku, Stafsus Milenial Jokowi Bocorkan Hasil Kerja

Berjam-jam Berjibaku, Stafsus Milenial Jokowi Bocorkan Hasil Kerja

News | Sabtu, 30 November 2019 | 13:07 WIB

Terkini

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:06 WIB

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!

Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:37 WIB

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB

Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya

Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB