Mendadak Ngamuk di Warung, Kakek Basuni Bacok Dua Pelajar Pakai Parang

Agung Sandy Lesmana
Mendadak Ngamuk di Warung, Kakek Basuni Bacok Dua Pelajar Pakai Parang
Ilustrasi. (dok. polisi).

"Saat dikejar warga, tangannya masih menghunuskan parang," kata dia.

Suara.com - Aksi kakek Basuni (59) membuat heboh warga di Desa Banjarbaru, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Sebab, lelaki renta ini tiba-tiba mengamuk dan membacok dua pelajar yang sedang nongkrong di sebuah warung.

Peristiwa yang terjadi Rabu (4/12/2019) sekitar pukul 21.00 Wita, menyebabkan dua korban bernama M Noor (18) dan Ahmad Zikra Riyadi (18) mengalami luka parah.

Noor menderita luka bacok pada bagian pipi, sedangkan Zikra kena sabetan di bagian kepala. Korban saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit H Hasan Basry Kandangan.

Terkait aksi kakek Basuni ini, warga yang emosi sempat mengejar pelaku. Beruntungnya, aparat kepolisian langsung tiba di lokasi sehingga Basuni selamat dari amukan massa. Saat ini, pelaku diamankan di Polsek Daha Selatan.

Terkait peristiwa tersebut, Kapolsek Daha Selatan Ipda Indra menduga, motif pembacokan yang dilakukan pelaku lantaran tersinggung dengan ulah kedua korban.

"Namun kami masih mendalami lebih lanjut penyebab sebenarnya," kata Indra seperti dikutip dari Kanalkalimantan.com--jaringan--Suara.com‎, Jumat (6/12/2019).

Dari penyelidikan sementara, kata Indra, peristiwa ini berawal saat kedua korban bersama saksi, yaitu Wahyu (18) dan Ahyat (13) yang semuanya masih berstatus pelajar, sedang duduk santai di depan sebuah warung di Desa Banjarbaru sambil main telepon genggam. Namun tiba-tiba saja, Basuni mengamuk dan membacok Noor dan Ahmad dengan sebilah parang.

Akibat tindakan itu, warga yang ada di lokasi langsung mengejar pelaku yang masih menenteng senjata tajam.

"Saat dikejar warga, tangannya masih menghunuskan parang," kata dia.

Dari penangkapan ini, polisi menyita beberapa barang bukti berupa satu bilah parang panjang, dua lembar jaket hitam, dua celana jins, satu lembar baju hitam serta satu buah baju merah muda.

Sementara informasi yang beredar, kakek Basuni adalah warga pendatang yang belum lama menyewa sebuah rumah rumah di dekat warung internet yang tiap hari ramai didatangi para pelajar.

"Tersangka ini bukan warga asli dan sudah sekitar 6 tahun berdomisili di sini. Identitasnya adalah warga Desa Pemuda Kecamatan Palaihari, Tanah laut," kata Indra.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS