alexametrics

Diduga Diserang Binatang Buas, Jasad Suadi Ditemukan Tak Utuh di Kebun Kopi

Chandra Iswinarno
Diduga Diserang Binatang Buas, Jasad Suadi Ditemukan Tak Utuh di Kebun Kopi
Ilustrasi (Foto: shutterstocks)

Korban ditemukan warga setelah anaknya melaporkan, bahwa pondok kopinya rusak dengan beberapa bekas cakaran.

Suara.com - Warga di Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat Sumatera Selatan dihebohkan dengan temuan potongan tubuh manusia dalam kondisi mengenaskan di kebun kopi. Warga tersebut diduga diserang binatang buas yang berada di kawasan tersebut.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah (BKSDA-SKW) II Lahat Martialis Puspito, mengidentifikasi korban tersebut bernama Suadi (60). Korban ditemukan warga setelah anaknya melaporkan, bahwa pondok kopinya rusak dengan beberapa bekas cakaran.

"Korban belum bisa dipastikan tewas akibat serangan harimau, beruang, ataupun anjing hutan karena saat kejadian ini tidak ada saksi yang melihatnya," kata Martials dihubungi Antara dari Palembang pada Minggu (22/12/2019).

Dari informasi yang dihimpun, penemuan jasad korban bermula saat anak korban bernama Poltak (24) mengantarkan bekal ke pondok seperti biasanya. Namun, setibanya di pondok, Poltak tidak menemukan ayahnya.

Baca Juga: Ngeri, Petani Kopi di Sumsel Tewas Diterkam Harimau Disaksikan Istrinya

Poltak justru menemukan pondok ayahnya sudah rusak dengan bekas cakaran dan terdapat jejak diduga harimau. Ia lantas melaporkan temuan itu ke desa. Tim gabungan yang terdiri atas personel Polsek Mulak Ulu, Koramil Kota Agung, dan warga mencari keberadaan korban.

Saat pencarian sekitar pukul 12.00 WIB, tim menemukan potongan tubuh di lokasi berbeda. Meski sempat mencari potongan yang lain, akhirnya tim memutuskan membawa potongan tubuh yang ada karena hujan deras di lokasi kejadian.

Potongan tubuh yang diyakini merupakan Suadi tersebut dibawa ke RSUD Lahat. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban sudah meninggal 24 jam yang lalu.

"Besok tim akan ke lokasi lagi untuk memeriksa hewan apa yang menyerangnya. Akan tetapi, kalau dari keterangan yang ada, kemungkinan besar lokasinya masih berada di area hutan lindung," katanya.

Ia sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena pihaknya sudah mengimbau warga agar tidak berkebun setelah terjadi tiga serangan harimau dalam sebulan terakhir, meski korban Suadi belum bisa dipastikan meninggal akibat serangan harimau. (Antara)

Baca Juga: Ada Deretan Jejak Harimau di Batas Kota, Warga Pekanbaru Geger

Komentar