Array

Jika Ada Umat Tak Punya Tempat Ibadah Natal, Andi Arief: Hubungi Demokrat

Selasa, 24 Desember 2019 | 14:54 WIB
Jika Ada Umat Tak Punya Tempat Ibadah Natal, Andi Arief: Hubungi Demokrat
Jemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi mengikuti ibadah perayaan Natal di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/12).

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menawarkan bantuan kepada warga yang kesulitan untuk menjalani ibadah. Tak terkecuali bagi umat Nasrani yang akan merayakan Hari Natal.

Jika hal tersebut terjadi, Andi mengatakan Partai Demokrat siap memberikan bantuan. Hal itu disampaikan Andi melalui cuitan yang dibagikan di jejaring Twitter pribadinya @AndiArief__.

Ia menyarankan umat yang tak mendapat fasilitas untuk beribadah supaya menghubungi kantor Partai Demokrat yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Nantinya, Partai Demokrat akan berusaha memberikan bantuan.

"Bagi saudara-saudaraku yang kesulitan beribadah pada hari besar seperi Natal ini karena keterbatasam tempat, bisa menghubungi kantor-kantor partai demokrat terdekat. Salam buat semua keluarga, kita semua bersaudara," cuit Andi Arief seperti dikutip Suara.com, Selasa (24/12/2019).

Sontak pengumuman yang diberikan Andi Arief mendapat sambutan hangat dari warganet. Banyak yang terkesan dan memberikan sanjungan atas tawaran yang diberikan.

Cuitan Andi Arief soal umat yang kesulitan beribadah. (Twitter/@AndiArief_)
Cuitan Andi Arief soal umat yang kesulitan beribadah. (Twitter/@AndiArief_)

Pengumuman Andi Arief tersebut lantas dikaitkan dengan kasus intoleransi yang terjadi di dua Kabupaten di Sumatera Barat.

Untuk diketahui, seluruh umat Kristiani di Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung dan Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dilarang menggelar ibadah dan perayaan Natal tahun 2019.

Pemerintah setempat berdalih, perayaan Natal dilarang di dua lokasi itu karena tidak dilakukan pada tempat ibadah pada umumnya.

"Mereka tidak mendapatkan izin dari pemerintah setempat kerena perayaan dan ibadah Natal dilakukan di rumah salah satu umat yang telah dipersiapkan. Pemda setempat beralasan karena situasinya tidak kondusif," ujar Badan Pengawas Pusat Studi Antar Komunitas (PUSAKA), Sudarto.

Baca Juga: Dewan Pengawas KPK Harus Lepas Jabatan di Institusi Sebelumnya

Menurut Sudarto, pelarangan bagi umat Nasrani ini untuk merayakan Natal dan Tahun Baru sudah berlangsung sejak tahun 1985.

Selama itu pula, kata Sudarto, umat Nasrani melakukan ibadah secara diam-diam di salah satu rumah jemaat.

"Mereka sudah beberapa kali mengajukan izin untuk merayakan Natal, namun tak kunjung diberikan izin. Pernah sekali, pada awal tahun 2000, rumah tempat mereka melakukan ibadah kebaktian dibakar karena adanya penolakan dari warga," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI