Ribut Ucapan Natal, Direktur PUSAD Anggap Wajar Perbedaan Fatwa MUI

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Rabu, 25 Desember 2019 | 13:01 WIB
Ribut Ucapan Natal, Direktur PUSAD Anggap Wajar Perbedaan Fatwa MUI
Sekretaris MUI Jatim, Mochammad Yunus, pada Jumat (20/12/2019) mengimbau umat Islam tak mengucapkan selamat Natal. [Suara.com/Arry Saputra]

Suara.com - Imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur terkait larangan mengucapkan selamat Natal menimbulkan perdebatan di masyarakat. Sementara MUI pusat juga tidak mempersoalkan hal itu.

Direktur Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina Ihsan Ali-Fauzi menganggap wajar perbedaan sikap dalam internal MUI tersebut.

Menurut Ihsan, hubungan MUI pusat dan daerah tidak tidak seperti pemerintahan sehingga wajar jika terjadi perbedaan fatwa.

Hal ini disampaikannya dalam cuitan yang diunggah melalui akun Twitter pribadinya, @ihsan_AF, pada Selasa (24/12/2019).

"Hubungan MUI pusat & daerah memang tidak struktural. Wajar jika ada perbedaan fatwa. Bahkan di antara orang-orang dalam satu MUI sendiri," tulis Ihsan.

Ihsan berpendapat bahwa fatma MUI tidak wajib diikuti apalagi jika ada alasan kepentingan tertentu yang menyertai.

Tanggapan Direktur PUSAD Yayasan Paramadina Ihsan Ali-Fauzi soal larangan ucapan Natal dari MUI (twitter @ihsan_AF)
Tanggapan Direktur PUSAD Yayasan Paramadina Ihsan Ali-Fauzi soal larangan ucapan Natal dari MUI (twitter @ihsan_AF)

"Maka fatwa mereka tidak wajib diikuti. Apalagi fatwa pasti digelayuti kepentingan," ucapnya.

Ia menambahkan, "Saya Muslim. Punya fatwa sendiri. Dan bertanggungjawab atasnya."

Untuk diketahui, pada Jumat (20/12/2019), MUI Jawa Timur mengimbau umat Muslim untuk tidak mengucapkan selamat bagi mereka yang melakukan perayaan Natal. Uniknya imbauan itu tak berlaku untuk Wakil Presiden, Maruf Amin.

baca juga

Sekretaris MUI Jatim, Mochammad Yunus mengatakan ketika seorang Muslim mengucapkan selamat Natal maka akidahnya akan rusak.

"Ucapan Natal itu kan perayaan lahirnya anak Tuhan, karena itu masuk wilayah akidah. Ketika kita mengucapkan selamat kepada peringatan itu, sama saja kita memberi selamat atas lahirnya putra Tuhan," kata Yunus.

Imbauan MUI Jatim tersebut menuai kontroversi dari sejumlah kalangan lantaran dinilai menunjukkan sikap intoleransi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PNWU Jatim soal Ucapan Natal: Jika Tidak Punya Kepentingan, Diam Saja

PNWU Jatim soal Ucapan Natal: Jika Tidak Punya Kepentingan, Diam Saja

Jawa Tengah | Selasa, 24 Desember 2019 | 18:33 WIB

Polemik Seruan MUI Jatim Soal Ucapan Natal, PWNU: Hukumnya Khilafiyah

Polemik Seruan MUI Jatim Soal Ucapan Natal, PWNU: Hukumnya Khilafiyah

Jatim | Selasa, 24 Desember 2019 | 17:44 WIB

Kontroversi Ucapan Selamat Natal yang Tak Berlaku untuk Wapres Ma'ruf Amin

Kontroversi Ucapan Selamat Natal yang Tak Berlaku untuk Wapres Ma'ruf Amin

News | Selasa, 24 Desember 2019 | 13:55 WIB

Wali Kota Risma Ngakak Dibandingkan dengan Anies dan 4 Berita Populer Lain

Wali Kota Risma Ngakak Dibandingkan dengan Anies dan 4 Berita Populer Lain

News | Selasa, 24 Desember 2019 | 10:04 WIB

Soal Seruan MUI Jangan Ucap Selamat Natal, Komika Ernest Beri Pesan Bijak

Soal Seruan MUI Jangan Ucap Selamat Natal, Komika Ernest Beri Pesan Bijak

News | Senin, 23 Desember 2019 | 15:20 WIB

Namanya Dicatut dalam Pesan Berantai soal Ucapan Natal, Aa Gym Buka Suara

Namanya Dicatut dalam Pesan Berantai soal Ucapan Natal, Aa Gym Buka Suara

News | Minggu, 22 Desember 2019 | 12:53 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB