3 Tahun Naturalisasi Sungai Masih Banjir, PSI Kritik Anies Tak Bisa Kerja

Reza Gunadha | Rifan Aditya
3 Tahun Naturalisasi Sungai Masih Banjir, PSI Kritik Anies Tak Bisa Kerja
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Menurut Dedek, program naturalisasi sungai tidak dijalankan dengan serius.

Suara.com - Juru Bicara Partai Solidaritas (PSI) Dedek Prayudi mengkritik program naturalisasi sungai yang dikampanyekan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kritik ini disampaikan saat banjir sedang melanda Jakarta pada Rabu (1/1/2020).

Dedek merasa program naturalisasi sungai yang disuarakan Anies Baswedan hanya berupa janji saja.

"Dilantik sejak Oktober 2017, hingga Januari 2020 program naturalisasi sungai (bukan normalisasi - Gub) masih berupa janji kampanye. Orang gak bisa kerja," tulis Dedek, seperti dikutip Suara.com dari akun Twitter @Uki23, Rabu (1/1).

Dalam cuitan selanjutnya, Dedek menyinggung politicall will (kehendak politik) terkait program naturalisasi sungai ini.

"Hulu dari arah pembangunan adalah political will. Political will kemudian dituang menjadi development planning, yang kemudian diturunkan menjadi anggaran," ujarnya.

Menurut Dedek, program naturalisasi sungai tidak dijalankan dengan serius.

"Kalau dalam proses penganggaran naturalisasi sungai seperti gak serius, wajib ditanyain political will nya," kata jubir PSI.

Jubir PSI Dedek Prayudi Kritik Program Naturalisasi Sungai dari Anies (twitter @Uki23)
Jubir PSI Dedek Prayudi Kritik Program Naturalisasi Sungai dari Anies (twitter @Uki23)

Sebelumnya, Dedek Prayudi juga pernah mempertanyakan kelanjutan beberapa program unggulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Program naturalisasi sungai, Ok Oce hingga Rumah DP 0 Rupiah kekinian tak jelas kelanjutannya.

"Naturalisasi (bukan normalisasi kalau kata gubernur) sungai hingga memasuki tahun ke-3 mana?" cuit Dedek seperti dikutip Suara.com, Senin (30/12/2019).

Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta, Rabu (1/1) terpantau cukup parah sebagaimana diinformasikan oleh TMC Polda Metro Jaya.

Banjir setinggi 20-40 sentimeter (cm) di depan Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan dan banjir 40 cm di samping Pos Halim Baru dan Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.

Ketinggian air banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur bahkan mencapai leher orang dewasa. Alhasil, masyarakat terpaksa mengungsi lantaran banjir tak kunjung surut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS