Konflik AS - Iran, SBY Cemas Tapi Tak Yakin Terjadi World War 3

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Rabu, 08 Januari 2020 | 12:43 WIB
Konflik AS - Iran, SBY Cemas Tapi Tak Yakin Terjadi World War 3
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono jumpa pers di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11). [Antara]

Suara.com - Tewasnya Komandan Brigade Al-Quds, Qassem Soleimani memicu konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Kejadian itu pun memantik perhatian Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melalui akun Facebook resmi miliknya, SBY memberikan respons mengenai konflik yang mendidih di Timur Tengah dalam tulisan bertajuk "Perang BesarTerjadi karena Miskalkulasi Pemimpin yang Eratik dan Nasionalisme yang Esktrim".

Menurut SBY, konflik yang terjadi membahayakan keamanan internasional yang sudah rapuh sehingga memicu kekhawatiran. Untuk itu, ia meminta para pemimpin untuk tidak tinggal diam.

"Saya pribadi termasuk orang yang tak mudah percaya bahwa krisis Timur Tengah saat ini akan menjurus ke sebuah perang besar, apalagi perang dunia. Namun, saya punya hak untuk cemas sekaligus menyerukan kepada para pemimpin dunia agar tidak abstain, dan tidak melakukan pembiaran," kata SBY seperti dikutip Suara.com Rabu (8/1/2020).

Tak hanya mendesak pemimpin dunia untuk 'do something', SBY juga mendesak PBB untuk bersikap. Sebab, nasib warga dunia dipertaruhkan jika kepemimpinan diserahkan kepada AS, Iran dan Irak.

"Timur Tengah dan bahkan dunia akan bernasib buruk jika para politisi, diplomat dan jenderal di negara-negara itu melakukan kesalahan yang besar. Risikonya bisa memunculkan terjadinya tragedi kemanusiaan yang juga besar," imbuhnya.

Ia menambahkan, "Generasi masa kini memang tidak pernah merasakan harga yang harus dibayar oleh sebuah perang dunia, sebagaimanan yyang terjadi di awal abad 20 dulu".

SBY pun menegaskan, pasca tewasanya Soleimani oleh serangan udara Amerika Serikat pada Jumat (3/1), ia menyimak beragam pemberitaan di media internasional terutama soal reaksi negara Irak, Iran dan Amerika Serikat.

Terutama soal perang dunia yang sempat ramai diserukan khalayak. Baginya, perang dunia tidak akan terjadi, jika konflik di Timur Tengah bisa diredam.

baca juga

"Pertanyaannya sekarang adalah apakah sebuah perang besar yang mengerikan bakal benar-benar terjadi? Jawabannya tentu tak mudah. Saya yakin tak ada yang berani memastikan perang itu pasti terjadi. Atau sebaliknya," terang SBY.

Lebih lanjut, SBY menambahkan, dirinya memang sudah tidak memiliki kekuatan formal, namun berhak menyatakan pendapat terkait polemik yang terjadi. Ia pun berharap masing-masing pihak yang berkonflik bertekad menghindari peperangan, karena hal itu semakin membuat rakyat menderita.

"Harapan saya adalah apa yang harus dilakukan oleh Amerika Serikat, Iran dan Irak dan juga dunia pada umumnya, agar sebuah peperangan di kawasan yang rakyatnya sudah cukup menderita itu dapat dicegah dan dihindari," pungkas SBY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pangkalan AS Dihujani Rudal, FAA Larang Penerbangan di Irak dan Iran

Pangkalan AS Dihujani Rudal, FAA Larang Penerbangan di Irak dan Iran

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 11:18 WIB

Takut Diserang, Kanada Pindahkan Tentaranya dari Irak ke Kuwait

Takut Diserang, Kanada Pindahkan Tentaranya dari Irak ke Kuwait

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 09:41 WIB

SBY Minta Pemimpin Dunia Tidak Abstain dengan Konflik AS - Iran

SBY Minta Pemimpin Dunia Tidak Abstain dengan Konflik AS - Iran

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 09:08 WIB

NATO Serukan Iran dan AS Saling Menahan Diri

NATO Serukan Iran dan AS Saling Menahan Diri

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 13:23 WIB

Terkini

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 22:02 WIB

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

×