Kadernya Tersangka Korupsi, PDIP ke Dewan Pers, Ngapain?

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 17 Januari 2020 | 14:34 WIB
Kadernya Tersangka Korupsi, PDIP ke Dewan Pers, Ngapain?
Ketua Tim Hukum DPP PDIP I Wayan Sudarta (kanan) di kantor Dewan Pers, Jumat (17/1/2020). (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Tim kuasa hukum PDI Perjuangan (PDIP) berkonsultasi terkait pemberitaan ke Dewan Pers, Jumat (17/1/2020). PDIP membantah apabila kehadiran tim kuasa hukumnya tersebut dilakukan untuk mengancam kebebasan pers.

Juru bicara PDIP Andreas Pereira mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan dengan adanya sejumlah pemberitaan terkait kasus dugaan suap yang menyeret nama anggota PDIP Harun Masiku terhadap eks komisioner KPU Wahyu Setiawan. Meski begitu ia menegaskan kalau agenda mendatangi Dewan Pers bukan bertujuan untuk menghalau kebebasan pers.

"Tapi kami tegaskan PDIP tidak sedang mengancam kebebasan pers. PDIP mendukung kebebasan pers. Kebebasan pers yang menghormati prinsip-prinsip jurnalistik," kata Andreas dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/1/2020).

Justru PDIP ingin memastikan kualitas demokrasi tetap terjaga. Pun PDIP berusaha menjaga hak publik untuk memperoleh informasi yang sesuai fakta.

Satu hal yang disayangkan oleh PDIP ialah ketika ada penggiringan opini dalam pemberitaan yang seolah-olah Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto ikut bersalah dalam kasus suap untuk kepentingan Harun yang ingin menjadi anggota DPR RI melalui proses pergantian antar waktu (PAW).

PDIP juga menyoroti soal banyaknya media massa yang menuliskan cuitan politikus Partai Demokrat Andi Arief soal informasi operasi tangkap tangan (OTT) kasus tersebut.

"Ada beberapa media tertentu yang langsung memuat cuitan tersebut sebagai berita tanpa menanyakan dari mana atau bocoran dari siapa Andi Arief menerima informasi hal tersebut?" tuturnya.

Dilanjutkan Andreas, PDIP menilai ada kesan penggiringan opini bahwa partainya, termasuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sudah pasti bersalah menyangkut kasus itu. Sejumlah media massa tertentu dianggap melakukannya lewat pemberitaan.

"Jadi langkah tim hukum ini untuk mencari masukan sejauh mana prinsip-prinsip jurnalistik dilanggar atau diabaikan media."

Karena itulah akhirnya DPP PDIP memutuskan untuk mengirim tim kuasa hukumnya untuk berkonsultasi dengan Dewan Pers guna langkah yang bisa ditempuh ke depannya.

"Apapun langkah yang akan diambil tim hukum PDIP, konsultasi dengan Dewan Pers ini jadi pintu masuk," pungkasnya.

Untuk diketahui, tim kuasa hukum DPP PDI Perjuangan mendatangi Dewan Pers untuk berkonsultasi soal adanya pemberitaan media soal kasus suap yang dirasa merugikan nama partai. Meski begitu, mereka belum mau menyampaikan media mana saja yang dianggap telah merugikan partainya.

Ketua tim kuasa hukum PDIP, I Wayan Sudirta menjelaskan bahwa pihaknya melakukan konsultasi karena merasa telah dirugikan dengan adanya pemberitaan terkait dengan kasus suap yang menyeret nama anggota PDIP Harun Masiku. Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan bukan untuk menghambat kebebasan pers.

"Kami tidak sedang mengancam kebebasan pers dengan sikap dan perlakuan media terhadap peristiwa yang kami alami, walaupun kami merasa dirugikan, sangat dirugikan sangat dipojokkan, PDIP sangat dirugikan demikian rupa," kata I Wayan di Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catat Media Pembuat Berita Bohong, PDIP: Laporan ke Dewan Pers Tunggu DPP

Catat Media Pembuat Berita Bohong, PDIP: Laporan ke Dewan Pers Tunggu DPP

News | Jum'at, 17 Januari 2020 | 13:56 WIB

Merasa Dirugikan Oleh Berita Media, Alasan Tim Hukum PDIP ke Dewan Pers

Merasa Dirugikan Oleh Berita Media, Alasan Tim Hukum PDIP ke Dewan Pers

News | Jum'at, 17 Januari 2020 | 13:04 WIB

Tim Hukum PDIP Bungkam Ditanya Soal Penggeledahan Ruang Hasto

Tim Hukum PDIP Bungkam Ditanya Soal Penggeledahan Ruang Hasto

News | Jum'at, 17 Januari 2020 | 12:39 WIB

Ikut Jumpers PDIP Protes OTT KPK, Menkumham Yasonna: Biasa lah

Ikut Jumpers PDIP Protes OTT KPK, Menkumham Yasonna: Biasa lah

News | Jum'at, 17 Januari 2020 | 12:33 WIB

Terkini

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:13 WIB

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB

Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia

Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:57 WIB

Eks Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Langsung Minta Penundaan Sidang Perdana

Eks Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Langsung Minta Penundaan Sidang Perdana

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:49 WIB

Tak Hanya Potong Gaji DPR dan Menteri, Wakil Rakyat Usul Efisiensi Sasar Anggaran Lain di Pemerintah

Tak Hanya Potong Gaji DPR dan Menteri, Wakil Rakyat Usul Efisiensi Sasar Anggaran Lain di Pemerintah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:41 WIB

Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran

Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:34 WIB

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:25 WIB

Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat

Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:22 WIB

Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:14 WIB

Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur

Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:05 WIB