Pemprov DKI Bantah Revitalisasi Monas untuk Penyelenggaraan Formula E

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Pemprov DKI Bantah Revitalisasi Monas untuk Penyelenggaraan Formula E
Revitalisasi kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat. (Suara.com/Fakhri).

Heru mengatakan pembahasan revitalisasi Monas sudah dimulai sejak 2017 lalu.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap menggarap proyek revitalisasi Monas di penghujung tahun 2019. Karenanya muncul indikasi proyek ini 'dipaksa' dikerjakan demi penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E.

Diketahui Formula E sendiri akan dimulai pada Juni 2020 mendatang di Ibu Kota. Lintasannya juga akan menggunakan kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka.

Pengerjaan yang dimulai bulan November 2019 ini juga dipermasalahkan oleh DPRD Jakarta. Pasalnya anggaran yang digunakan hanya untuk 2019 dan jika lebih dari itu akan dianggap melanggar aturan penggunaan anggaran.

Terkait itu, penanggungjawab proyek revitalisasi Monas yang juga Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto menyebut proyek ini tak ada hubungannya dengan Formula E. Menurutnya rencana penataan Monas sudah ada sebelum Jakarta dijadikan tuan rumah ajang balap mobil itu.

"Ini jauh sebelum Formula E. Ini sudah diagendakan oleh sebelumnya UPT Monas. Ini agendanya UPT Monas awalnya," ujar Heru di gedung DPRD Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Ia menyebut pembahasan revitalisasi Monas sudah dimulai sejak 2017 lalu. Sementara pengumuman Jakarta menjadi tuan rumah formula E baru dinyatakan pada September 2018.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kemeja biru) memantau balapan mobil listrik Formula E di Brooklyn Street Circuit, New York. (Facebook/Anies Baswedan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kemeja biru) memantau balapan mobil listrik Formula E di Brooklyn Street Circuit, New York. (Facebook/Anies Baswedan)

"Padahal kan kita perencanaan ada di UPT tahun 2018. Tahun 2019 diagendakan, sebenarnya sudah dibahas sama teman2 upt di tahun 2017 kan," jelasnya.

Selain itu, ia mengaku tidak memaksakan pengerjaan proyek di tahun 2019. Menurutnya berbagai tahapan mulai dari sayembara proyek hingga pembahasannya membutuhkan waktu lama hingga baru bisa dikerjakan di penghujung tahun 2019.

"Hasil pemikiran kan enggak mudah untuk dituangkan. Dia harus segera menjabarkan. Untuk menjabarkan inilah makanya butuh waktu," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS