Digoda Profit Menggiurkan dalam Perangkap Investasi Bodong

Selasa, 28 Januari 2020 | 19:16 WIB
Digoda Profit Menggiurkan dalam Perangkap Investasi Bodong
Polda Jatim kembali sita uang ratusan miliar dari pengembangan kasus investasi bodong Memiles. (Suara.com/Achmad Ali).

“Yang bikin saya akhirnya memutuskan ikut dan percaya, adiknya (Maryani) bilang dia punya ruko. Nanti kalau penipuan, nanti uangnya akan diganti dengan menjual ruko itu,” kata Budi.

Budi berupaya mengumpulkan uang agar bisa ikut investasi Pandawa. Ia makin percaya, karena tetangganya juga banyak yang bergabung investasi palsu tersebut.

Budi pun menyetorkan uang untuk berinvestasi di Pandawa sebanyak Rp 19 juta. Tetangganya yang lain ada yang setor Rp 10 juta, ada Rp 40 juta, bahkan sampai Rp100 juta. Awalnya, dia sangat percaya dengan Parto karena aktif dalam kegiatan di gereja.

“Jadi selama sembilan bulan, saya dapat transferan Rp 1,9 juta per bulan. Enam bulan pertama transferan setiap bulan sering telat, setelah itu tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Ia dan warga lainnya pun mencari Parto. Namun yang bersangkutan telah kabur meninggalkan kampungnya.

“Kami cari-cari si Parto. Ternyata, dia sudah hilang, ditelpon sudah tidak aktif nomornya,” ujarnya.

Beberapa tahun sebelumnya, orangtua dan dua kakak Budi juga sudah pernah menjadi korban investasi bodong dengan modus budi daya Ginseng Korea. Orang tuanya merugi hingga Rp 10 juta. Modusnya dengan investasi seharga kendaraan seperti sepeda motor atau mobil.

Ketika itu, orang tuanya setor Rp 10 juta dan mendapatkan sepeda motor baru. Dari dana yang disetor, setiap anggota mendapatkan uang setiap bulan 10 persen. Namun cuma berjalan sekitar empat bulan.

“Makin lama, perusahaan tempat investasi Ginseng Korea itu terlambat bayarnya. Setelah itu, orang dari dealer datang mengambil motor itu. Orang di kampung saya juga banyak yang kena. Kejadiannya sudah lama, kalau enggak salah tahun 2010,” katanya.

Baca Juga: Pemilik UD Sakinah Kabur Bawa Uang Tabungan 350 Warga Sempu

Tak sampai di situ, beberapa bulan lalu Budi mengungkapkan sempat ditawarkan tetangganya ikut investasi budidaya ‘semut merah atau rangrang’ yang dapat menghasilkan kroto. Kroto adalah telur dari semut rangrang yang biasa digunakan untuk pakan burung.

Modusnya adalah orang disuruh berinvestasi dengan membeli satu toples seukuran toples kerupuk yang dijual di pasar seharga Rp 15 juta.

“Jadi kita disuruh beli satu boks semut rangrang itu Rp 15 juta, nanti bulan berikutnya menjadi Rp 17 juta,” katanya.

Orang yang menawarkan untuk berinvestasi semut merah itu adalah seorang guru PNS. Namun karena sudah berpengalaman menjadi korban tipuan investasi palsu, Budi menolak.

“Dia pegawai negeri, tapi saya sudah enggak percaya. Saya bilang enggak ada uang, Pakde. Saya curiga, toplesnya enggak boleh dibuka,” tuturnya.

“Saya sekarang sudah kapok, enggak pengin duit. Saya cari duit yang halal saja lah.“

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI