Mau Evakuasi WNI di Wuhan, RI Tunggu Giliran Bisa Masuk ke Daerah Terdampak

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 30 Januari 2020 | 16:49 WIB
Mau Evakuasi WNI di Wuhan, RI Tunggu Giliran Bisa Masuk ke Daerah Terdampak
Hari Sabtu di Wuhan, keliling di jalanan yang lengang. Hari pertama Tahun Baru Imlek. (twitter.com/ylchaniago)

Suara.com - Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat sudah mengevakuasi warganya dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Indonesia disebut masih menanti giliran untuk melakukan evakuasi WNI di kota yang sama.

Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengibaratkan proses evakuasi di Wuhan seperti rangkaian gerbong kereta api. Masing-masing rangkaian sudah berjajar rapi untuk bergantian masuk ke stasiun. Sama halnya dengan proses evakuasi WNI di Wuhan.

"Semua rangkaian itu sudah sejajar untuk gantian masuk ke wilayah terdampak. Kita juga salah satu dalam posisi mau masuk (ke Wuhan)," kata Teuku di Gedung Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Saat ditanya hambatan pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi WNI di Wuhan, Teuku menjelaskan kalau setiap negara itu memiliki tantangan yang berbeda-beda.

Amerika Serikat misalnya, yang telah berhasil mengevakuasi 201 warganya dengan menggunakan pesawat. Tapi, tercatat warga Amerika Serikat yang tinggal di Wuhan ialah 1.000 orang sehingga penjemputan dilakukan secara bertahap.

Teuku menuturkan Amerika Serikat kini lebih fokus untuk mengevakuasi korps diplomatik yang bertugas di Wuhan. Hal tersebut juga dilakukan oleh Jepang.

"Dengan demikan dari sisi lokasi, dan konsentrasi masyarakat mereka di satu tempat. Pemindahan mereka dari wilayah terdampak jadi lebih mudah," ujarnya.

Meskipun Indonesia belum melakukan evakuasi terhadap WNI yang bermukim di Wuhan, Teuku mengatakan Indonesia bisa belajar dari Amerika Serikat dan Jepang bagaimana cara efektif untuk mengeluarkan WNI-WNI yang berada di Wuhan, daerah yang diduga penyebaran virus corona itu pertama kali merebak.

"Mudah-mudahan dari pengalaman itu, saat nanti kita melakukan pemulangan, maka menjadi lebih efisien dan efektif dalam pelaksanaannya," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kumpul di Halim, Menteri-menteri Lapor Nasib WNI di China ke Jokowi

Kumpul di Halim, Menteri-menteri Lapor Nasib WNI di China ke Jokowi

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 16:19 WIB

Sore Ini, Jokowi Putuskan Evakuasi WNI di Wuhan atau Tidak

Sore Ini, Jokowi Putuskan Evakuasi WNI di Wuhan atau Tidak

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 16:17 WIB

Bandara Ahmad Yani Klaim Punya Ruang Antivirus Corona Pertama di Indonesia

Bandara Ahmad Yani Klaim Punya Ruang Antivirus Corona Pertama di Indonesia

Jawa Tengah | Kamis, 30 Januari 2020 | 16:06 WIB

Jokowi Libatkan TNI untuk Evakuasi WNI di Wuhan, Ini Alasannya

Jokowi Libatkan TNI untuk Evakuasi WNI di Wuhan, Ini Alasannya

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 16:05 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×