Amnesty: Kritik Pemerintah Dibungkam Lewat Kampanye Disinformasi 'Antek Asing'

Bella | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2026 | 17:18 WIB
Amnesty: Kritik Pemerintah Dibungkam Lewat Kampanye Disinformasi 'Antek Asing'
Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnès Callamard. [AFP]
  • Amnesty International melaporkan peningkatan praktik otoriter melalui kampanye disinformasi terkoordinasi terhadap pengkritik pemerintah di Indonesia sejak Oktober 2024.
  • Pemerintah diduga melabeli aktivis, jurnalis, dan akademisi sebagai antek asing untuk mendiskreditkan aspirasi publik serta melemahkan kebebasan berekspresi.
  • Kampanye terstruktur tersebut memicu intimidasi dan kekerasan nyata, sementara platform teknologi dinilai gagal mencegah penyebaran narasi berbahaya tersebut.

Suara.com - Praktik otoriter dinilai kian meningkat pesat di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Laporan terbaru dari Amnesty International mengungkap adanya kampanye disinformasi yang terkoordinasi secara daring untuk membungkam para pengkritik pemerintah.

Dalam laporan berjudul Building up Imaginary Enemies, Amnesty International membeberkan pola di mana otoritas Indonesia, termasuk militer, menyebarkan disinformasi dengan melabeli jurnalis, aktivis, akademisi, hingga pengunjuk rasa sebagai "antek asing".

Langkah ini dinilai sebagai bentuk pembalasan atas aktivisme dan kebebasan berekspresi yang sah. Dampaknya pun tidak main-main. Kampanye ini memicu lahirnya intimidasi serta kekerasan nyata di lapangan, sementara raksasa teknologi seperti Meta, TikTok, X, dan YouTube dituding hanya berpangku tangan membiarkan narasi berbahaya tersebut beredar luas.

Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnès Callamard, menegaskan bahwa dalam 18 bulan sejak Prabowo berkuasa, disinformasi daring telah bergeser menjadi taktik utama untuk mendiskreditkan pengkritik dan menutup ruang debat publik.

"Disinformasi ini adalah senjata politik yang dikerahkan untuk mengonsolidasikan kekuasaan pemerintah ketika kritik publik menguat, sekaligus mengkambinghitamkan dan melemahkan mereka yang berani angkat bicara," kata Agnès saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Agnès menambahkan, dengan mencap masyarakat sipil sebagai "antek asing", otoritas Indonesia dan para pendukungnya secara sengaja mengalihkan perhatian dari keluh kesah masyarakat yang sebenarnya sah.

Gelombang Protes dan Tuduhan Berbayar

Sejak Presiden Prabowo menjabat pada Oktober 2024, Indonesia diwarnai beberapa gelombang demonstrasi. Mulai dari aksi menentang korupsi, pemotongan anggaran, perusakan lingkungan, hingga protes terhadap perluasan wewenang militer.

Namun, alih-alih mendengar aspirasi tersebut, Presiden Prabowo dan para pejabat senior dinilai justru merespons dengan tuduhan terbuka. Mereka berulang kali menuduh para pengkritik dibayar, dimanipulasi, dan dikendalikan oleh kepentingan asing, serta mencap perbedaan pendapat itu sebagai sesuatu yang didalangi.

Agnes menyebut tuduhan dari pejabat publik itu kemudian diikuti oleh meluasnya narasi "antek asing" secara daring. Para aktor masyarakat sipil diserang dengan klaim tidak berdasar bahwa mereka ingin merusak atau memecah belah Indonesia hanya karena menerima pendanaan atau bantuan dari luar negeri.

"Padahal, berdasarkan hukum internasional, organisasi masyarakat sipil dan media memiliki hak sah untuk mengakses pendanaan internasional demi menjalankan kebebasan berserikat," imbuhnya.

Riset Amnesty International menemukan bukti kuat bahwa penyebaran tuduhan palsu ini bukan gerakan organik, melainkan kampanye terstruktur yang melibatkan ratusan akun yang bertindak secara serempak.

Akun-akun tersebut terdeteksi mengunggah video, grafis, atau pesan yang identik dalam waktu yang berdekatan, lalu diamplifikasi di berbagai platform seperti Instagram, Facebook, X, TikTok, dan YouTube. Dari pola yang terorganisasi ini, Amnesty menyimpulkan ada niat sengaja untuk menyebarkan kebohongan demi menyesatkan publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya

Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:00 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

WNI Disandera di Mediterania, PB SEMMI Desak Presiden Prabowo Hubungi Langsung Netanyahu

WNI Disandera di Mediterania, PB SEMMI Desak Presiden Prabowo Hubungi Langsung Netanyahu

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:13 WIB

Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada

Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:12 WIB

Prabowo soal Rupiah Jeblok: Orang Desa Gak Pakai Dolar Kok!

Prabowo soal Rupiah Jeblok: Orang Desa Gak Pakai Dolar Kok!

Video | Senin, 18 Mei 2026 | 21:25 WIB

Kritik Tajam di Film Gowok: Tradisi yang Terlalu Lama Disembunyikan

Kritik Tajam di Film Gowok: Tradisi yang Terlalu Lama Disembunyikan

Your Say | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:00 WIB

Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing"

Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing"

Liks | Senin, 18 Mei 2026 | 22:10 WIB

Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi

Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi

Your Say | Senin, 18 Mei 2026 | 19:37 WIB

Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi

Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 19:21 WIB

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB

Terkini

Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung

Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:55 WIB

Prabowo Bakal Sampaikan Langsung KEM-PPKF 2027 di DPR Besok, Dasco: Mungkin Ini Baru Pertama Kali

Prabowo Bakal Sampaikan Langsung KEM-PPKF 2027 di DPR Besok, Dasco: Mungkin Ini Baru Pertama Kali

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:53 WIB

Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla

Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:41 WIB

BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah

BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:40 WIB

Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia

Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:40 WIB

Bakal 'Sakti' Seperti KPK, Komnas HAM Diusulkan Bisa Lakukan Penyidikan dan Tuntut Pelanggar HAM

Bakal 'Sakti' Seperti KPK, Komnas HAM Diusulkan Bisa Lakukan Penyidikan dan Tuntut Pelanggar HAM

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:31 WIB

DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel

DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:29 WIB

Tutup Pintunya! Kata-kata Terakhir Amin Abdullah Sebelum Dibunuh Pelaku Penembakan Masjid San Diego

Tutup Pintunya! Kata-kata Terakhir Amin Abdullah Sebelum Dibunuh Pelaku Penembakan Masjid San Diego

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:26 WIB

Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza

Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:12 WIB

Mendagri Bersama Menteri PKP Luncurkan Bedah Rumah BSPS di Provinsi Wilayah Maluku-Bali-Nusra

Mendagri Bersama Menteri PKP Luncurkan Bedah Rumah BSPS di Provinsi Wilayah Maluku-Bali-Nusra

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:00 WIB