Alumni UI Asal China: Jumlah Korban Tewas Corona Jangan Digubris Berlebihan

Sabtu, 01 Februari 2020 | 12:35 WIB
Alumni UI Asal China: Jumlah Korban Tewas Corona Jangan Digubris Berlebihan
Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien pada kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/1). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha]

Suara.com - Alumni Universitas Indonesia asal Tiongkok, Tian Jinjing mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak panik dengan adanya wabah novel corona virus yang pertama kali merebak di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Daripada panik, ia menyarankan kepada masyarakat Indonesia untuk lebih memprioritaskan upaya-upaya pencegahan.

Tian menuturkan masyarakat Indonesia harus tetap tenang ketika wabah novel corona virus itu diberitakan telah menelan ratusan korban jiwa.

Menurutnya angka jiwa yang meninggal dunia karena terserang virus tersebut jangan dijadikan sesuatu yang berlebihan.

Diketahui, pemerintah China mencatat setidaknya ada 259 korban tewas akibat terpapar virus corona

"Saya kira angka-angka itu (kematian korban virus corona) tidak perlu kami ditanggapi terlalu berlebihan juga karena memang ini suatu hal yang baru terjadi dan perlu kita sikapi dengan lebih arif," kata Tian dalam sebuah diskusi bertajuk 'Bagaimana Kita Menghadapi Tragedi Wuhan' di kawasan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020).

Alumni Universitas Indonesia asal Tiongkok, Tian Jinjing saat menghadiri diskusi bertajuk  'Bagaimana Kita Menghadapi Tragedi Wuhan' di kawasan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020). (Suara.com/Ria Rizki)
Alumni Universitas Indonesia asal Tiongkok, Tian Jinjing saat menghadiri diskusi bertajuk 'Bagaimana Kita Menghadapi Tragedi Wuhan' di kawasan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020). (Suara.com/Ria Rizki)

Ketimbang panik, menurutnya masyarakat Indonesia lebih baik mengedepankan upaya-upaya pencegahan. Upaya-upaya pencegahan itu bisa dilakukan dengan cara rutin mencuci tangan dan lebih peka terhadap kebersihan diri sendiri serta lingkungan.

Dirinya belajar dari pengalaman ketika virus SARS yang juga pernah merebak pada 2003. Meskipun menelan korban jiwa, tetapi akhirnya virus itu bisa dibasmi.

Oleh karenanya ia meminta kepada masyarakat untuk lebih yakin kalau wabah novel corona virus ini juga dapat dibasmi.

Baca Juga: Heboh Corona, WNI yang Dijemput di China Bakal Dikarantina Selama 14 Hari

"Dengan 17 tahun kemudian saat ini dengan kemampuan ekonomi, Iptek yang lebih baik kami harus yakin dan percaya bahwa wabah kali ini pun bisa diatasi dengan baik," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI