Virus Corona: Migrant Care Minta Pemerintah RI Buka Posko Pelaporan

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 05 Februari 2020 | 12:30 WIB
Virus Corona: Migrant Care Minta Pemerintah RI Buka Posko Pelaporan
Sejumlah penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China mengantre untuk melakukan boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Migrant Care terus berupaya melakukan pemantauan terhadap pekerja migran yang bekerja di China buntut epidemi virus corona yang terjadi di sana. Untuk itu, mereka mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Beijing, China untuk membuka posko pelaporan.

Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo menyebut, posko pelaporan itu untuk mengetahui berapa banyak pekerja migran yang bekerja di sana. Selain itu, posko pelaporan nantinya dapat berfungsi mengetahui kabar termutakhir para pekerja migran yang berada di China.

"Desakan kami adalah KBRI Beijing buka posko pelaporan bagi ART yang berada dalam situasi darurat. Ada kalanya mereka tidak tahu dan tiba-tiba ke lock- tidak bisa keluar. Sementara, logistik bisa saja menipis," kata Wahyu saat dihubungi Suara.com, Rabu (5/2/2020).

Wahyu mengakui jika pihaknya tak memiliki data valid terkait jumlah pekerja migran yang bekerja di negeri Tirai Bambu tersebut. Migrant Care, kata Wahyu, hanya memunyai penempatan resmi di Hongkong dan Taiwan.

Untuk itu, Migrant Care mendorong pemerintah untuk segera membuka posko pelaporan. Sebab, bisa saja ada pekerja migran yang kekinian ikut dengan majikannya keluar dari China.

"Kami mendorong pihak KBRI di Beijing buka posko pelaporan posisi warga negara kita yang ada disana. Karena kami tidak punya data fix soal ART disana. Kami tidak punya penempatan resmi ke Tiongkok. Kami hanya punya ke Hongkong atau ke Taiwan. Tetapi kan ada pekerja migran yang menyebrang ke Hongkong, atau dibawa oleh majikannya," sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Pusat Studi dan Kajian Migrasi Migrant Care Anis Hidayah. Meskti tidak memunyai data resmi terkait jumlah pekerja migran di China, dia tetap mengimbau agar semua pekerja migran disana untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Data pasti kami belum tahu, pada intinya, kami menghimbau terkait kewaspadaan para pekerja migran dalam menghadapi situasi darurat ini," singkat Anis.

Diketahui, sebanyak 237 WNI serta satu WNA kekinian berada di Natuna, Kepulauan Riau untuk menjalani karantina menyusul epidemi virus corona atau coronavirus yang dinyatakan sebagai keadaan darurat global oleh World Health Organization (WHO).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menolak Dikarantina, Warga Wuhan: Lebih Baik Kami Mati di Rumah

Menolak Dikarantina, Warga Wuhan: Lebih Baik Kami Mati di Rumah

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 12:16 WIB

Waspada, Ini Daftar 25 Negara yang Positif Memiliki Kasus Virus Corona Baru

Waspada, Ini Daftar 25 Negara yang Positif Memiliki Kasus Virus Corona Baru

Health | Rabu, 05 Februari 2020 | 12:05 WIB

Studi Baru Ilmuwan China: Virus Corona Diduga Berasal dari Kelelawar

Studi Baru Ilmuwan China: Virus Corona Diduga Berasal dari Kelelawar

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 11:59 WIB

Ekonomi Indonesia Mandek, Airlangga Bantah karena Virus Corona

Ekonomi Indonesia Mandek, Airlangga Bantah karena Virus Corona

Bisnis | Rabu, 05 Februari 2020 | 11:57 WIB

Virus Corona: Jepang Karantina 3.700 Orang di Kapal Pesiar

Virus Corona: Jepang Karantina 3.700 Orang di Kapal Pesiar

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 11:55 WIB

Kolombia, Negara Amerika Latin Pertama yang Bisa Uji Virus Corona Wuhan

Kolombia, Negara Amerika Latin Pertama yang Bisa Uji Virus Corona Wuhan

Health | Rabu, 05 Februari 2020 | 11:27 WIB

Migrant Care Minta Identitas WNI Positif Corona di Singapura Dijaga

Migrant Care Minta Identitas WNI Positif Corona di Singapura Dijaga

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 11:21 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×