Pejabat Natuna Ingin Lapor Jokowi Soal Panglima TNI, Ini Respons Mahfud MD

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 05 Februari 2020 | 17:18 WIB
Pejabat Natuna Ingin Lapor Jokowi Soal Panglima TNI, Ini Respons Mahfud MD
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China setibanya tiba di Pangkalan Udara Raden Sajad, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). [ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri RI]

Suara.com - Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Ketua DPRD Natuna Andes Putra ingin mengadu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka mempersoalkan pernyataan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang dianggapnya berbohong soal jarak lokasi karantina WNI dari Wuhan jauh dari pemukiman warga Natuna.

Terkait itu, Menteri Politik Hukum dan Keamanan (MenkoPolhukam) Mahfud MD enggan mengomentari hal tersebut secara detail.

"Aduh kok itu disambung-sambung terus ya," kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).

Sebelumnya Abdul dan Andes ingin menyampaikan adanya sejumlah kekeliruan informasi yang disampaikan pemeritah pusat soal karantina WNI dari Wuhan di Natuna.

Salah satu yang ingin disampaikan ke Jokowi, kata Andes, terkait informasi keliru yang disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang menyebut hanggar Lanud Raden Sadjad, lokasi karantina jauh dari pemukiman warga.

"Kami ingin menjelaskan secara langsung data-data yang kami anggap pembohongan publik, itu yang akan kami sampaikan ke beliau (Jokowi), karena kami juga heran data darimana yang bisa berstatement di tv nasional disitu kami meresa disudutkan karena efeknya dari daerah luar membully kami dengan data seperti itu," kata Andes di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya, hanggar Lanud Raden Sadjad yang dijadikan lokasi karantina hanya berjarak 1,7 km dari Kota Ranai, 1,5 km dari Pemukiman Pering, 1,2 km dari Pelabuhan Nelayan Pering, dan 1,4 km dari Kota Tua Penagi.

"Jarak dari hanggar ke pemukiman masyarakat itu dari hanggar ke Penagi itu hanya 1,2 km, dari kantor saya itu hanya 1,4-1,7 km, kan ada juga yang menyatakan jarak aman 2-3km, nah jadi kami resah dong, di bawah 2 km, itu yang membuat kami resah dan was was," jelas Andes.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tengok Ratusan WNI di Natuna, Prabowo Dadah hingga Kiss Bye di Dalam Bus

Tengok Ratusan WNI di Natuna, Prabowo Dadah hingga Kiss Bye di Dalam Bus

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 16:49 WIB

Cegah Virus Corona, Hong Kong Akan Karantina Semua Pendatang dari China

Cegah Virus Corona, Hong Kong Akan Karantina Semua Pendatang dari China

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 16:46 WIB

Warga Kendari Diduga Kena Virus Corona, Bakal Diisolasi Selama 7 Hari di RS

Warga Kendari Diduga Kena Virus Corona, Bakal Diisolasi Selama 7 Hari di RS

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 16:45 WIB

Bertopi Koboi dan Tak Kenakan Masker, Menhan Prabowo Kunjungi Natuna

Bertopi Koboi dan Tak Kenakan Masker, Menhan Prabowo Kunjungi Natuna

Foto | Rabu, 05 Februari 2020 | 16:29 WIB

Terkini

Slow Living di Singapura, Pria Ini Usia 35 Tahun Pensiun Tapi Hidup Layak Jadi Pengangguran

Slow Living di Singapura, Pria Ini Usia 35 Tahun Pensiun Tapi Hidup Layak Jadi Pengangguran

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang

Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi

Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI

Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi

Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi

Sulsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati

Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:31 WIB

3 Kontroversi YouTuber Bigmo, Terbaru Libatkan Anak Kecil Promosi Liquid Vape

3 Kontroversi YouTuber Bigmo, Terbaru Libatkan Anak Kecil Promosi Liquid Vape

Entertainment | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:29 WIB

Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran

Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah

Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026

Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:21 WIB

×