Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,02 Persen, Stafsus Jokowi: Nilai Ekspor Turun

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Senin, 10 Februari 2020 | 20:01 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,02 Persen, Stafsus Jokowi: Nilai Ekspor Turun
Staf Khusus Presiden Arif Budimanta (dua dari kiri) di Wisma Negara, Jakarta, Senin (10/2/2020). (Suara.com/Yosea Arga)

Suara.com - Staf Khusus Presiden Arif Budimanta menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia naik sekitar 5,02 persen selama tahun 2019. Angka tersebut naik dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018.

Arif mengklaim, Presiden Joko Widodo kekinian concern pada peningkatan ekspor. Disebutkan Arif, Indonesia mengalami peningkatan ekspor dalam segi volume sebanyak 9,82 persen pada 2019.

"Kalau dilihat, Pak Presiden concern pada peningktan ekspor. Ekspor kita di 2019 secara volume naik, mendekati 10 persen atau tepatnya 9,82 persen. Ekspor nonmigas kita meningkat dari sisi volume baik terkait dengan CPO atau batubara 9,82 persen," kata Arif di Wisma Negara, Kompleks Kepresidenan, Senin (10/2/2020).

Dibalik hal tersebut, Arif mengakui jika dalam hal nilai, ada penurunan dalam segi komoditas. Contohnya, ekspor Batubara dan Minyak Kelapa Sawit atau Crude Palm Oli (CPO).

Secara nilai, ekspor Batubara mengalami penurunan sebesar 27 persen pada 2019. Selanjutnya, ekspor CPO mengalami penurunan sebesar 6 persen.

"Tapi secara nilai, mengalami kontraksi karena harga komoditas yang kontraksi cukup dalam. Batubara turun 27 persen, dari 2019 dari 2018. Atau CPO yang turun 6 persen year on year," kata dia.

Penurunan ekspor secara nilai itulah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya naik sebesar 5,02 persen. Disebutkan, nilai ekspor Indonesia mengalami kontraksi hingga minus 0,86 persen.

"Hal ini yang membuat secara nilai ekpsor kita -0,86 persen, aspek cyclical. Bukan ketiadaan usaha. Usaha maksimal, namun secara cyclical kita hadapi super cycle komoditas yang lagi menurun harganya," jelas Arif.

Arif menyatakan, ada hal lain yang menyebabkan ekspor Indonesia secara nilai menurun. Contohnya, harga minyak menta Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) yang turun sebesar 8 persen.

baca juga

"Begitu juga misalnya di luar migas, kita alami tekanan terhadap harga komoditas minyak, rata2 ICP kita turun 8 persen. Proyeksi kita di tahun 2019, ICP kita 70 USD per barel. Tetapi pada kenyataannya kurang dari situ, 62-63 USD per barel," ucap Arif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rute Formula E Tak Kunjung Rampung, Anies Minta Bantuan Jokowi

Rute Formula E Tak Kunjung Rampung, Anies Minta Bantuan Jokowi

News | Senin, 10 Februari 2020 | 17:06 WIB

Pengaruh E-Commmerce Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pengaruh E-Commmerce Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Your Say | Senin, 10 Februari 2020 | 16:26 WIB

Jokowi Pidato Menggunakan Bahasa Indonesia di Parlemen Australia

Jokowi Pidato Menggunakan Bahasa Indonesia di Parlemen Australia

News | Senin, 10 Februari 2020 | 15:14 WIB

Ikut Uji Kelayakan Calon Wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Akan Diuji Puan

Ikut Uji Kelayakan Calon Wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Akan Diuji Puan

Jawa Tengah | Senin, 10 Februari 2020 | 14:24 WIB

Terkini

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Mengupas Kisah Unik dan Spektakuler di Serial Love, Death & Robots Volume 3

Mengupas Kisah Unik dan Spektakuler di Serial Love, Death & Robots Volume 3

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:08 WIB

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

×