- Ledakan keras terjadi pada Senin malam, 16 Maret 2026, pukul 19.30-20.00 WIB saat jemaah sedang salat Tarawih di Masjid Raya Pesona, Jember.
- Dampak insiden meliputi kerusakan plafon, dinding ventilasi berlubang, dan satu jemaah mengalami gangguan pendengaran serius di area tempat wudu.
- Tim Jibom dan Labfor Polda Jatim diterjunkan untuk menyelidiki dan menemukan indikasi awal berupa dugaan zat kimia di lokasi kejadian.
Suara.com - Malam Ramadan itu semula berjalan khusyuk. Senin, 16 Maret 2026, jemaah memenuhi Masjid Raya Pesona di Perumahan Pesona Raya Regency, Patrang, Jember. Barisan salat Tarawih rapat, mengikuti bacaan imam yang bergema di ruang utama masjid.
Namun, ketenangan itu mendadak pecah. Saat salat memasuki rakaat ke-16, dentuman keras tiba-tiba mengguncang bangunan masjid. Suara ledakan yang menggelegar memecah keheningan malam, membuat jemaah terkejut dan panik.
Getaran ledakan bahkan cukup kuat hingga meruntuhkan sebagian plafon. Asap terlihat mengepul dari arah tempat wudu di sisi utara masjid. Ibadah yang tadinya berlangsung khusyuk pun seketika berubah menjadi kepanikan.
Lalu, apa saja fakta yang telah terungkap di balik ledakan misterius yang mengguncang Jember saat jemaah tengah bersujud?
Dentuman Saat Rakaat ke-16
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WIB.
Teguh Muharjono, salah satu jemaah yang berada di saf tepat di belakang imam, masih mengingat jelas detik-detik mencekam tersebut.
"Saat itu shalat tarawih masih berlangsung. Rakaat ke-16 terus meledak, duar!" kenang Teguh kepada wartawan.
Sebagian jemaah di dalam masjid sempat mencoba menuntaskan satu rakaat terakhir. Namun, kepanikan tak terhindarkan, terutama bagi mereka yang berada di pelataran luar masjid yang lebih dekat dengan sumber ledakan.
Tak lama kemudian, barisan salat bubar. Jemaah berhamburan keluar.
Akibat insiden tersebut, seorang jemaah yang berada paling dekat dengan titik ledak di bagian luar masjid mengalami gangguan pendengaran serius akibat gelombang kejut. Korban langsung dilarikan ke UGD RSUD dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan medis.
Kerusakan Bangunan dan Titik Ledakan
![Infografis ledakan misterius di Masjid Raya Pesona Jember. [Suara.com/Syahda]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/03/18/41634-infografis-ledakan-misterius-di-masjid-raya-pesona-jember.jpg)
Penyelidikan awal menunjukkan ledakan menimbulkan kerusakan cukup signifikan pada bagian utara masjid, tepatnya di area tempat wudu laki-laki.
Beberapa kerusakan yang teridentifikasi antara lain:
- Dinding ventilasi berlubang, dengan diameter diperkirakan mencapai sekitar satu meter.
- Plafon masjid runtuh akibat getaran ledakan.
- Rooster atau lubang angin rusak, menandakan tekanan ledakan cukup kuat.
Polisi juga memfokuskan pemeriksaan pada sebuah lemari besi tua yang berada tidak jauh dari titik ledakan.
Lemari tersebut biasanya digunakan jemaah untuk menyimpan sarung. Namun, dalam insiden ini, benda itu menjadi salah satu objek yang mengalami kerusakan paling parah dan diduga berada sangat dekat dengan sumber ledakan.
Tim Jibom dan Labfor Diterjunkan
Karena sumber ledakan belum diketahui secara pasti, aparat kepolisian mengambil langkah pengamanan maksimal.
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana dan Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jawa Timur langsung diterjunkan untuk melakukan sterilisasi serta olah tempat kejadian perkara sejak Selasa (17/3/2026) dini hari.
Area masjid kini dipasangi garis polisi dan dijaga ketat oleh personel Brimob.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang tersisa di lokasi sekaligus menjaga keutuhan barang bukti penyelidikan.
Dugaan Jejak Zat Kimia
Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto bahkan memantau langsung proses penyelidikan di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB.
Didampingi Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, Nanang menyampaikan bahwa penyidik menemukan indikasi awal yang perlu diteliti lebih lanjut.
"Kami perlu melakukan ketelitian dan tidak terburu-buru, karena ada dugaan bahan-bahan dari zat kimia di lokasi," ujar Nanang dalam konferensi pers di Mapolres Jember, Selasa (17/3/2026).
Sejauh ini, beberapa hal yang tengah didalami penyidik antara lain:
- Dugaan zat kimia
Polisi menemukan cairan dalam jerigen di sekitar lokasi ledakan yang kini sedang diperiksa Laboratorium Forensik. - Pemeriksaan CCTV
Rekaman kamera pengawas di sekitar masjid dan kawasan perumahan telah diamankan untuk menelusuri aktivitas mencurigakan sebelum kejadian. - Analisis ilmiah sumber ledakan
Penyidik juga mendalami kemungkinan apakah ledakan berasal dari dalam lemari besi serta apa yang memicu reaksi tersebut.
Nanang menegaskan proses pengumpulan barang bukti dilakukan dengan peralatan khusus agar hasil penyelidikan tetap akurat.
Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, masyarakat Jember diimbau tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi yang beredar di media sosial.
"Pembuktian ilmiah akan menjawab penyebab ledakan ini," pungkas Nanang.