Mensos : Keluarga Berperan Penting Bentengi Anak dari Pengaruh Negatif

Fabiola Febrinastri

Kamis, 13 Februari 2020 | 09:06 WIB
Mensos : Keluarga Berperan Penting Bentengi Anak dari Pengaruh Negatif
Mensos, Juliari Batubara, di Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (12/2/2020). (Dok : Kemensos)

Suara.com - Keluarga berperan penting dalam membentengi anak-anak dari pengaruh negatif. Hal ini dikatakan Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara, yang menyatakan prihatin dengan luasnya dampak penggunaan rarkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) dan HIV/AIDS di tengah-tengah masyarakat. 

"Saya ingatkan orangtua untuk ikut menjaga pergaulan anak-anak. Yang punya anak SMP, harus mulai hati-hati. Jangan sampai salah bergaul. Lebih baik mencegah daripada menyesal anak-anaknya terkena narkoba," katanya, di Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (12/2/2020).

Pada kunjungan tersebut, Juliari didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto. Mensos meresmikan Loka Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (LRSKP) NAPZA dan Loka Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV (LRSODH) Pangurangi di Takalar, Sulsel.

Peresmian menjadi tanda beroperasinya lembaga nasional yang bersifat inklusi, yang menjadi penyangga Indonesia bagian timur dalam hal rehabilitasi sosial kepada korban penyalahgunaan Napza dan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) ini.

Juliari mengajak semua pihak untuk serius mencegah dan memberantas peredaran ilegal Napza. Ia menyatakan prihatin dengan kondisi rumah tahanan yang kebanyakan melebihi kapasitas, karena mereka bermasalah dengan Napza.

"Sebaiknya tidak semua mereka yang bermasalah dengan Napza dikenai hukuman dan ditahan. Bandar dan pengendar mungkin bisa. Para pengguna, hemat saya sebagai orang yang bukan ahli hukum, saya kira bisa menjalani rehabilitasi," kata Juliari.

Ia berharap, Kementerian Sosial (Kemensos) tidak lagi membangun fasilitas rehabilitasi sosial Napza semacam ini.

"Maksudnya, saya berharap, suatu ketika tidak ada lagi masyarakat yang bermasalah dengan Napza. Itu harapan saya," jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa kebijakan program Kemensos saat ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) penerima manfaat melalui program rehabilitasi sosial maupun penanganan fakir miskin.

baca juga

"Salah satu program rehabilitasi sosial saat ini adalah penanganan eks korban Napza dan orang dengan HIV," katanya.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti UPT “Pangurangi” di Takalar dari Mensos kepada Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, sebagai simbol mulai beroperasinya lembaga ini.

Seremoni penanda operasionalisasi loka ditandai dengan pengguntingan pita di gerbang masuk kedua loka. Mensos dan rombongan juga berkeliling melihat dari dekat fasilitas kedua loka.

Beri Layanan Rehabilitasi Sosial
Loka tersebut berdiri di atas tanah seluas 6,6 hektare, yang hadir untuk memberikan layanan yang mengacu pada Program Rehabilitasi Sosial 5 Klaster New Platform (Progres 5.0 NP).

Program ini menitikberatkan pada layanan rehabilitasi sosial yang bersifat holistik, sistematik dan terstandar untuk 5 klaster Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), yang meliputi korban penyalahgunaan Napza, anak yang memerlukan perlindungan khusus, penyandang disabilitas, lanjut usia serta tuna sosial dan korban perdagangan orang.

Pada kesempatan itu, Edi Suharto menyatakan, peresmian LRSKP Napza dan Lrsodh "Pangurangi" di Takalar merupakan respons dari Program Darurat Narkoba, yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Program ini dibuat berdasarkan hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes UI), yang memperkirakan pada 2015, jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 4,1 juta orang, atau 2,2 persen dari total penduduk.

"Takalar dipilih sebagai lokasi lembaga rehabilitasi sosial berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana disebutkan bahwa Pemerintahan Pusat memiliki kewenangan/kewajiban menyelenggarakan rehabilitasi sosial korban Napza dan HIV," kata Edi.

Selain itu, data BNN menunjukkan bahwa angka penyalahgunaan narkoba di Sulsel termasuk tinggi, yakni 138.937 orang atau 2,27 persen dari total penduduk pada tahun 2015. Angka ini kemudian menurun menjadi 1,95 persen, atau sebanyak 133.503 orang pada tahun 2017.

"Perlu kita pahami bersama, karena lembaga ini milik pemerintah pusat, maka loka ini merupakan lembaga nasional yang bersifat inklusi. Artinya, pelayanan kepada penyalahguna Napza dan ODH tidak hanya yang berlokasi di Sulawesi Selatan, tapi mencakup provinsi yang lain, terutama sebagai penyangga wilayah Indonesia bagian timur dalam hal rehabilitasi sosial kepada korban penyalahgunaan Napza dan ODH," kata Edi.

Loka yang mulai dibangun sejak 2017 ini akan memberi layanan rehabilitasi kepada korban penyalahgunaan Napza, dalam hal ini disebut penerima manfaat, baik yang dirujuk oleh dinas sosial setempat maupun oleh keluarga korban. Penerima manfaat akan melalui beberapa tahap asesmen untuk menentukan rehabilitasi apa yang dibutuhkan oleh penerima manfaat. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Usaha - Pemerintah Bersinergi Memberdayakan Komunitas Adat Terpencil

Dunia Usaha - Pemerintah Bersinergi Memberdayakan Komunitas Adat Terpencil

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 12:53 WIB

Kemensos Siap Capai Target Penurunan Angka Kemiskinan hingga 7 Persen

Kemensos Siap Capai Target Penurunan Angka Kemiskinan hingga 7 Persen

Bisnis | Rabu, 12 Februari 2020 | 09:10 WIB

Efektif Bantu Masyarakat, Mensos Tambah Kuota Layanan Rujukan Terpadu

Efektif Bantu Masyarakat, Mensos Tambah Kuota Layanan Rujukan Terpadu

News | Minggu, 09 Februari 2020 | 09:47 WIB

Mensos : Mahasiswa Berprestasi Diberi Kesempatan Berkarier di Kemensos

Mensos : Mahasiswa Berprestasi Diberi Kesempatan Berkarier di Kemensos

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 15:12 WIB

Mensos Ungkapkan Pentingnya Pencegahan Korupsi

Mensos Ungkapkan Pentingnya Pencegahan Korupsi

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 17:56 WIB

DPR Dukung Realokasi Anggaran 2020 Kemensos untuk Transformasi Bansos

DPR Dukung Realokasi Anggaran 2020 Kemensos untuk Transformasi Bansos

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 09:25 WIB

Terkini

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

×